Apakah Semua Sama Saja

49 0 0
                                        


    Sudah hampir 2 minggu Adele memutuskan komunikasinya dengan Edward . Delisha dan Rexa juga tidak bisa berbuat apa-apa,beigtu mendengar berita dan cerita Adele langsung kalau Edward masih jalan dengan Anna,kakak kelas mereka,mereka mengutuk perbuatan Edward . Edward sama bajingannya . Sementara Adele menghindar sebisa mungkin untuk tidak ketemu dengan Edward . Melihat muka Edward saja Adele merasa muak .

    Namun pertemuan memang tidak pernah bisa dihindari,sore sepulang sekolah, Adele, Rexa, Delisha dan Letisha berjalan-jalan ke pantai dengan niat membuang suntuk setelah try out yang diadakan disekolah beberapa hari ini,maklum saja Adele dan teman-temannya sudah duduk dikelas 3 SMA yang sebentar lagi akan UAN . Namun tidak disangka,sampainya di cafe dekat dermaga,mereka bertemu dengan Edward,cs . 

Masih lagi didepan pintu cafe,Robin sudah ribut duluan "Woww...ada Adele...Kebetulan nih !" Robin berteriak terkejut melihat kedatangan Adele dan yang lain .

"Berisik,Bin..." Delisha membentak Robin,sambil melihat ke arah Adele yang sudah tidak nyaman .

"Cerewet banget sih Del ! Edward,ada Adele nih..." Robin yang tahu permasalahan Edward dan Adele berusaha untuk menggoda . Namun Edward hanya tersenyum kecut tanpa menoleh ke Adele sedikitpun,sementar Adele melirik Edward diam,dan hatinya semakin memanas .

"Pulang yuk,Del..." Adele tidak nyaman dengan suasana saat itu .

"Lho,kita baru nyampe Adele..udah kamu cuek aja,anggap aja mereka gak ada . " Rexa berusaha menguatkan Adele .

"Iya,Adele...masa gara-gara dia kita gak boleh lagi duduk disini " Sambung Delisha dengan nada kesal .

"Iya aku juga udah laper,pengen makan indomie goreng disini,hehehe" Jawab Letisha si sok polos . 

Apa boleh buat,Adele tidak punya alasan apapun lagi buat menghindar,Adel hanya bisa diam jalan menuju meja kosong yang hanya berjarak kurang satu meter dari meja Edward . Sejak dari Adele sampai di cafe Edward juga tidak menyapa,padahal kalau Adele tahu kalau Edward sempat mencuri pandang ke arah Adele .

Selama satu jam mereka duduk di cafe,Edward dan Adele tidak saling bertegur sapa,bahkan seperti tidak pernah saling mengenal sebelumnya,malah yang sibuk bolak-balik antar meja Adele dengan meja Edward adalah Robin si caper .

"Pulang yuk..." Adele benar-benar sudah muak dan bosan harus berada di situasi seperti ini .

"Yaudah yuk.."jawab Delisha setuju .

Baru mereka bangkit dari kursi masing-masing dan akan meninggalkan meja,Robin sudah sibuk menahan mereka ."Eh,mau kemana ? Mau pulang ? Naik apa ?" sela Robin .

"Mau pulang lah...tadi kita kesini naik angkutan umum,kayaknya pulangnya dijemput sama supir Adele"Jawab Letisha polos masih dekat meja mereka ditemani Adele . Sementara Delisha dan Rexa tidak perduli,tetap berjalan menuju meja kasir hendak membayar pesanan mereka .

"Ahhhh...kebetulan,kita juga udah mau balik,kita antar aja yuk..." Jawab Robin girang . "Yuk...ward,kita antar mereka pulang !" ajak Robin ke Edward tiba-tiba membuat Adele terkejut dan terpaksa menoleh melihat ke arah meja Edward setelah bersusah payah menahan diri untuk menjadi cuek .

"Oh,ayo !" Jawab Edward singkat,namun berhasil membuat Adele semakin terkejut,namun berusaha tetap stay cool .

" Tapi kita kesini juga naik motor,hmmm...oke aku bareng Rexa,yang lainnya dibonceng teman yang lain ya !" Robin memutuskan sendiri ke arah Delisha yang sedang di meja kasir tidak jauh dari meja mereka,sepertinya Delisha tahu maksud dari rencana Robin,hanya menjawab dengan senyum tipis saja  .

"Tunggu...tunggu..kok main putuskan sendiri aja,kalo kita nolak gimana? Lagian kok harus aku yang boncengan sama kamu,Bin ?! Suka-suka kamu aja ya " Jawab Rexa dengan perasaan sangat kesal . "Nggak,nggak...kita pulang sendiri aja,males diantar kalian..." Tambah Rexa sambil melirik ke arah Edward. Sekarang Rexa adalah orang paling membenci Edward ,padahal dulu Rexa adalah orang yang paling berusaha mendekatkan Adele dengan Edward .

Waktu DuluCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang