4 - Part 3

32 4 1
                                    

• Terkadang orang lain bisa berperan layaknya keluarga •

***

" Rey Arkannald!!!" Teriakan itu berasal dari depan pintu kamar Rey. Pelakunya adalah Niken bunda-nya.

Cklekk ....

Pintu kamar itu terbuka dan muncullah Rey dari balik pintu itu seraya mengucek matanya. Sepertinya anak itu baru saja terbangun dari tidurnya padahal hari sudah menjelang siang. Ya maklumlah sekarangkan hari minggu, jadi dia ingin menghabiskan waktunya dengan beristirahat. Beda dengan anak-anak remaja lainnya yang menghabiskan waktu liburnya untuk weekend atau sekedar nongki-nongki dengan sahabat.

"Issh dasar anak ini, sekarang kamu mandi dan turun sarapan nanti bakal temenin bunda ke supermarket, dan gak ada penolakan!!!" Ucap bundanya panjang lebar dengan penekan di akhirat katanya.

"Dasar bunda cerewet" gumamnya saat berbalik menuju kamar mandi.

"Bunda denger ya Rey" balas bundanya sinis.

***

"Rey, cariin bunda kecap asin ya di rak sebelah sana" tunjuk bundanya dan Rey segera mengikuti perintah sang bunda. Jangan heran dengan Rey, sedingin-dinginnya sikap Rey dia tidak pernah membangkang kepada orang tua terutama bundanya, bahkan Rey akan berubah menjadi anak yang manja dan penurut jika sudah bersama bundanya. Ajaib sekali anak laki-laki itu.

Niken kembali berjalan menyusuri rak di depannya seraya mencari bahan yang di perlukan lainnya.
Saking terlalu fokusnya dia sampai tidak sengaja menabrak keranjang belanjaan orang lain yang tergeletak di lantai.

"Eh, maaf-maaf Nak tante gak sengaja" Ah rupanya pemilik keranjang itu adalah gadis cantik dengan lesung di kedua pipinya, bisa dilihat sepertinya dia seumuran dengan rey, anaknya.

"Iya gak apa-apa kok tante" balasnya sopan dengan senyuman di bibirnya.

"Baik sekali cantik pula, nama kamu siapa" tanyanya kemudian.

"Ah, nama saya Keinna tante panggil aja kei"  Ya gadis itu rupanya Keinna. Jangan heran bagaimana keinna bisa berada disini, itu karena ia harus membeli bahan makanan pokok bulanan dirumahnya karna sudah habis, sedangkan Bi Nina asisten rumah tangganya sedang pulang kampung untuk seminggu ke depan, jadi dia akan tinggal sendiri di rumahnya. Ah hampir lupa, dia juga memiliki Pak Joko supir pribadinya dirumah, tapi ia hanya ada dari pagi hingga sore saja setelah itu Keinna kembali sendiri tanpa ada seorangpun yang menemani.
Ah sudahlah nanti saja kita bahas tentang Keinna.

Niken tersenyum melihat anak gadis didepannya ini, sangat manis, cantik dan sikapnya sangat sopan terhadap orang yang lebih tua. Dia berharap Rey bisa memiliki kekasih seperti Keinna.

Dan kedua orang itupun semakin larut dalam percakapannya, entah membicarakan apa. Sedangkan Rey saat ini sedang mencari keberadaan bundanya, dan tak lama dia menemukannya, dilihat bundanya sedang asik ngobrol dengan seorang gadis, entahlah rey tidak memperhatikan jelas siapa karna dia membelakangi Rey.

"Nih Bun" ucap Rey menyodorkan barang itu kepada bundanya. Sedangkan di depannya seorang gadis itu berbalik menuju ke sumber suara yang tidak asing di pendengarannya, betapa terkejutnya dia saat tau itu adalah Rey. Gadis itu menatapnya dengan raut wajah yang kaget dan bahagia tentunya, karna bisa bertemu dengan pujaan hati.

Keinna (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang