2- Part 1

47 3 0
                                    

Seakan ada magnet yang terus narik perhatian gue untuk terus ngejar Lo •

*

**

"Reyyy tungguin keii" teriaknya sambil mengejar langkah Rey di sepanjang koridor sekolah.

Rey yang sudah geram sekali dengan gadis itu lalu menghentikan langkahnya lalu menoleh ke samping dimana gadis itu tengah menahan lututnya dengan nafas ngos-ngosan.

" Reyy jalannya cepet banget sih, capek tau ngejarnya" ucapnya seraya mengatur nafas.

"Emang gue peduli?" Setelah mengatakan itu, lalu dia melangkah pergi meninggalkan Keinna.

"Isssh dasar reyy ngeselin" omelnya ditempat sambil melihat punggung Rey yang semakin menjauh.

Sesampainya di kelas Keinna segera menelungkupkan kepalanya di meja, dia sedang berusaha menahan kekesalannya terhadap Rey beberapa menit yang lalu.

Kemudian dia kembali menegakkan tubuhnya dan bergumam " semangat kei jangan menyerah"  merongoh tasnya dan mengambil bekal yang di bawa dari rumah.

Bukan.

Itu bukan bekal untuknya, melainkan untuk pujaan hatinya si Rey lelaki esbatu itu.

"Semoga Rey ada di kelasnya" harapnya saat berjalan menuju jelas XII IA 1 kelasnya Rey.

Sesampainya di kelas itu, Keinna dapat melihat dengan jelas laki-laki itu sedang ngobrol dengan teman-temannya, eh ralatt Rey tidak berbicara dia hanya mendengarkan temannya yang terus mengoceh.


Ia langkahkan kakinya kedalam kelas yang masih terlihat agak sepi itu, iya sepi karena ini masih terlalu pagi dan hanya ada beberapa orang di dalam kelas itu. Seketika mata penghuni kelas tertuju pada suara langkah yang kian mendekat, ya itu adalah Keinna.

"Rey, ada Keinna tuh" ucap Gilang salah satu sahabat Rey.

Rey melihat sekilas lalu kembali mengalihkan pandangannya.

"Eh ada neng keinna datang" ucap Revan ditambah dengan kedipan mata melihat Keinna.

" Revan matanya kenapa?" Tanya Keinna dengan polosnya.

"Kemasukan katak nih kei" balas Revan asal dengan sengaja mengucek matanya.

" Ihh dasar Revan, mana bisa gitu"  balas kei dengan sedikit terkekeh. Sahabat Rey yang satu ini memang beda dengan Rey dan Gilang yang sikapnya berbanding terbalik yang cendrung diam dan tidak banyak tingkah sepertinya. Ntahlah bagaimana bisa lelaki-lelaki itu dapat bertahan dengan sikap sahabatnya satu sama lain.

Citt

Suara decitan kursi mengalihkan perhatian Keinna dan sebagian penghuni kelas lainnya.

Rey bangun dari duduknya, mendorong sedikit kursinya ke belakang dan melangkah menuju luar kelas. Tapi sebelum dia berhasil melangkah dia sudah di tahan terlebih dahulu oleh Keinna.

"Rey mau kemana?" Tanyanya

Terdengar hembusan nafas dari laki-laki itu dan menolehkan pandangannya ke Keinna.

Keinna yang menyadari di pandang dengan jarang yang sedekat itu mendadak merasa sedikit gugup, dan seketika detak jantungnya , arrgghhhh tidak bisa di jelaskan yang pasti saat ini dia sangat bahagia. Tentunya.

Keinna (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang