Rara dan Afisan sedang berada di sebuah mall karena syarat dari Rara. Kalau mau di maaf kan oleh nya harus mentraktir apapun yang di mau nya.
"Ra udah belum?", ucap Afisan yang sudah tampak letih.
"Belum, masih banyak tau", ucap Rara dengan terus berjalan.
Mereka seakan pasangan pasutri muda dikarenakan Afisan mendorong troli isi belanjaan Rara di tambah mereka memakai pakaian bebas.
"Kak", ucap Rara membuat Afisan menoleh ke arahnya.
"To the point", ucap Afisan jengah.
"Mau itu"
Rara menunjuk ke arah boneka panda besar yang terpajang di etalase salah satu toko boneka.
"Ambil"
Dengan semangat 45 Rara masuk ke dalam toko lalu mengambil boneka pilihannya dan menyerahkan bayarannya pada Afisan.
"Yaya udah ya, kita balik sekarang", bujuk Afisan.
"Owh Afisan terpaksa beliin Rara ini, Afisan ga ikhlas. Afisan jahat...hiks"
Rara menutup wajahnya seolah olah sedang menangis.
"Eh eh, jangan nangis dong. Kita jajan sepuas kamu ya", bujuk Afisan.
Afisan terus membujuk Rara namun tidak berhasil membuat dia panik, di tambah orang orang sekeliling melihatnya.
"Mas, istrinya di bujuk tuh kasihan"
"Pasangan yang romantis"
"Yang, kamu juga gituin aku dong. Ini aku ngambek kamu malah tinggalin"
"Langgeng ya, romantis banget"
Setidaknya begitu ucapan orang orang sekitar mereka, tetapi mereka tidak peduli. Toh sudah sering orang berkata demikian.
"Ra, udah ya. Kamu boleh beli apa aja deh"
Rara berusaha menahan tawa karena bisa mengerjai saudaranya ini.
"Beneran ya?", ucap Rara.
"Iya deh beneran"
"Asyiikk, ayuk"
Rara segera berdiri dan melanjutkan perjalanannya dan lagi dengan keterpakasaan Afisan mendorong troli mengikuti Rara.
****
Selesai berbelanja Rara belum juga mau pulang dan malah memilih mengajak Afisan makan dulu ke caffe.
"Ya Allah tekor aku", ucap Afisan mengecek isi dompetnya dan melihat sisa uang di ATM nya.
"Makasih banget kak traktiran nya, sayang kakak", ucap Rara lalu memeluk Afisan dari samping.
"Iyee. Pulang sekarang kan, udah bejibun tuh belanjaan dan sekarang udah malam. Gue ga mau ambil resiko kena marah sama Papah ya", ucap Afisan.
"Papah ga di rumah, hari ini dia keluar kota sampai minggu depan",ucap Rara sembari berjalan ke arah parkiran.
"Owh"
****
Di mobil hanya diam membuat Rara jengah dan berinisiatif membuka pembicaraan.
"Eh iya, lu dapet uang darimana sebanyak itu?", tanya Rara membuat Afisan tidak bisa menjawab.
"Kok diem?, hayooo lu maling ya", tuduh Rara.
KAMU SEDANG MEMBACA
BROTHER & SISTER (slow update)
FanfictionSaudara?, apa yang sering terbesit dipikiran kalian jika menyangkut tentang saudara. Kasih sayang?, kekonyolan?, kompak, mungkin hampir tepat untuk saudara yang satu ini, saudara yang terlahir dengan kata kembar tak seiras?, benarkah. Tetapi saudara...
