Petualangan (B)

50 14 0
                                        

"Percuma lari, kita harus ngelawan."

Happy Reading.

_________________

"Al coba keluarin kekuatan kamu," ucap Bayu yang diangguki Alexi.

Alexi pun mulai mengerak ngerakan tangannya dan memusatkan pikirannya ke satu titik , ia membuat panah dari air, lalu fokus untuk membidik siluman itu.

stakk

Satu anak panah meluncur ke arah sang siluman, tepat sasaran! Anak panah itu membuat siluman terpental beberapa meter,  bukannya lengah justru ular itu semakin ganas.

Ssrrchh

Siluman itu kembali merubah wujudkan kepala nya menjadi bercabang seperti semula, dan matanya terus menatap Rayhan.

Renata yang melihat itu pun berniat membantu temannya dan mulai mengeluarkan kekuatannya, ia membuat tanaman selur  untuk melilit tubuh sang siluman.

Tanaman selur yang di buat Rennata mulai melilit tubuh besar sang ular, saat tubuh sang ular masih terlilit oleh tanaman, Alexi pun mulai mengeluarkan kekuatan airnya lagi, lalu membuat sebuah bola air yang beracun.

Saat bola air itu mengenai tubuh ular, dia justru semakin buas, tanaman selur yang di buat Rennata pun sudah putus dan membuat Rennata terpental jauh karena siluman itu yang semakin bringas.

"Dia beneran kaya gapunya kelemahan!" desis Rennata sambil mencoba bangkit.

"Al, kita serang bersamaan!" ucap Renata dengan nafas yang tak teratur.

"Okee," saut Alexi sambil mengangguk.

"Tapi, lebih baik kita pancing dia dan ke sana!" Alexi menunjuk tempat yang tak jauh dari mereka, laut. Sepertinya mereka hampir berhasil keluar hutan.

Keempatnya berlari cepat menuju laut yang luas didepan mereka, namun karena Rennata lelah, dia terjatuh dengan tubuh yang melemah.

Rayhan yang melihatnya berlari kebelakang, dan langsung menggendong Rennata.

Saat hendak memprotes, Rayhan membungkam mulut Rennata.

"Sekarang bukan saat nya lo nolak bantuan gue!" desisnya pelan.

Jantung mereka berdetak sangat cepat, selain mereka kewalahan terus berlari, ada perasaan asing yang membuat keduanya canggung.

Saat sampai dipinggir laut, siluman itu langsung berada didepan Rayhan dkk dan menatap bengis ke empatnya.

Alexi mulai fokus dengan ular yang ada di depannya, dia berniat untuk membuat ombak agar bisa menghanyutkan ular itu.

Rennata yang berniat ingin membantu memaksa Rayhan untuk menurunkannya.

"Turunin gue!"

Rayhan menatap Rennata sekilas dan kembali mengalihkan pandangannya.

"Turunin gue Ray! Gue mau bantu Alexi!"

Rayhan tertawa singkat dan menatap Rennata remeh.

"Dengan keadaan lo yang sekarang lo mau masih ngebantu Alexi? Yang ada lo bikin serangan itu makin melemah."

Mata Rennata membulat tak percaya, perkataan laki laki ini cukup membuatnya tersulut emosi.

Namun, ucapan itu ada benarnya, dia bisa membuat serangan Alexi melemah.

"MENJAUH!" teriak Alexi membuat Rayhan menjauhi pinggiran Laut.

"GUE BILANG MENJAUH BAY!" Bayu menggeleng keras kepala.

Treasure [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang