Semilir resah membelai jiwaku
Senandung indah berbisik namamu
Malam memeluk hatiku yang mulai resah
Terpikam pecah oleh patahan panah
Rembulan tersenyum mengintip manja
Hawa dingin menelisik sukma
Tersimpuhku di dalam kidungmu
Berucap menafsirkan namamu
Kekasihku, merindumu begitu nikmat
Melihat senyummu pengobat dahaga
Sekedar berkata pun aku terbata
Bagiku kamu yang paling berharga
Lelaki dengan senyum termanis
Tempatku meneduhkan naluri
Aku nikmati dekapan hangat itu
Sungguh aku merindukanmu
Brebes, 5 Juni 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
LINGER
Poetry#Antologi puisi Pernahkah kamu, mencintai seseorang tapi tak sanggup mengucapkan . . . Pernahkah kamu, merindukan seseorang tapi tak bisa kamu gapai. . . Pernahkah kamu berusaha melupakan tapi dia masih tertinggal dalam kenangan.
