Bukit Bintang

2.3K 204 125
                                        

Caca si kaum goodlooking yang pernah menjomblo karena ditinggal doi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Caca si kaum goodlooking yang pernah menjomblo karena ditinggal doi.

.
.
.
.
.

***


Caca terus saja tersenyum. Malam ini harapannya berkunjung ke bukit bintang bisa terwujud. Karena Rega dengan senang hati menuruti permintaan Caca. Sekarang ini Rega dan Caca tengah menatap bintang yang berkerlap kerlip dengan indahnya.

"Cin, lo kenapa pengin banget kesini?" Rega bertanya setelah selesai memakaikan Caca hoodie berwarna dusty pink.

"Ini tempat yang pengin banget gue datengin. Cuma gak pernah bisa. Tapi gue seneng karena pada akhirnya gue bisa dateng kesini bahkan sama orang yang spesial."

Rega tersipu malu. Entah sejak kapan dirinya bisa menjadi sebucin ini. Tapi yang jelas Rega tidak pernah malu dipanggil bucinnya Caca.

"Gemesh banget sih. Istrinya siapa sih, lo?" Rega menangkup wajah imut Caca. Dia terlihat sangat gemas dengan tingkah laku Caca.

"Lepasin Cin. Nanti muka gue jadi jelek." Caca yang sudah jengah dengan kelakuan Rega mencubiti pipinya, berusaha untuk menjauh.

"Mau lo jelek, gendut, bahkan banyak keriput dan rambut lo jadi putih semua. Gue tetep bakalan jatuh cinta lagi dan lagi sama lo." Rega tersenyum hangat, dia menampilkan jajaran gigi putih miliknya saat Caca dengan cepat menarik tali hoodienya guna menutupi wajahnya yang sudah bersemu merah.

Merasa pengap. Caca akhirnya membuka penutup kepala itu dari wajahnya. Dia melirik Rega yang hanya diam saja. "Cin, lo kok biarin gue gitu aja sih."

"Lah, emangnya gue harus ngapain?" Rega mengeryit, dia sangat tidak mengerti dengan maksud Caca.

"Ish, kenapa sih cowo gak pernah peka. Apa – apa harus dikodein. Dikira cewe programer kali ya."

Rega menggaruk tengkuknya. Adeh kenapa sih cewe suka berubah ubah moodnya. Bikin orang bingung aja.

Caca mendengus. Ish kan, cowok itu emang gak bisa diandelin banget. Bukannya ngelakuin apa kek, ini malah diem aja.

Caca merasakan tepukan pelan dibahunya. Dengan malas dia menoleh. "Apaan sih?"

"Maap," ucap Rega tulus seraya memegang kedua telinganya.

Caca diam, namun detik selanjutnya senyuman indahnya mengembang. "Aaaa... Rega uwu banget sih. Jadi pengin peluk."

Rega ikut tersenyum. Dia merentangkan tangan bersiap menerima tubuh mungil istri kesayangannya. Caca dengan senang hati beringsut maju, sepertinya mereka berdua sudah berbaikan.

Rega dan Caca menikmati pelukan hangat di bawah indahnya langit malam. "Cin, lo pernah jatuh cinta?"

Caca menghentikan aktivitas Rega yang tengah mengelus puncak kepalanya. "Jatuh cinta?" Caca membeo, raut wajahnya berubah sedih.

Suddenly Married [SEGERA TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang