Seketika sosok berbaju merah itu melempar tubuh Tania setinggi-tingginya ke atas langit dan lama kelamaan Tania kembali melayang turun ke bawah. Tania langsung menjerit minta tolong
"TOOLLOONGGG,,,,"
****
"TOOLLOOONGG,,,,"
Tania berada di kamarnya dan bangun dari posisi tidurnya itu. Tania menyadari bahwa ia telah bermimpi buruk yang tadi menghantuinya. Bu Meizra yang mendengar teriakan Tania seketika pergi dan berlari menuju kamarnya. Setelah tiba di dalam kamar, Bu Meizra lalu menanyakan keadaan Tania
"Titan, kamu kenapa sayang?? Kenapa kamu tadi menjerit-jerit minta tolong???"
"E,,,,,,e,,,Tidak Bu, Tania hanya mimpi buruk Bu,,,,,!!" Ucap Tania dengan bercucuran keringat dinginnya
"Mimpi di siang bolong begini? Hmm Kamu itu pasti capek sejak di hukum tadi. Makanya jadi kebawa mimpi. Ya sudah kamu makan bareng ibu yuk. Kamu kan belum makan apalagi tadi baterai kamu habis di pake untuk lari"
Tania hanya memikirkan mimpinya tadi, ia tidak tahu hal yang sebenarnya akan terjadi nanti. Ia pun tidak mendengar perkataan ibunya tadi
"Titan,,,, kamu denger gak ucapan ibu tadi?"
"Eh,,,,,, iya Bu? Apa,,,,,, Bu?" Tania yang sejak tadi melamun langsung sadar ketika Bu Meizra menepuk pundak Tania
"Tuh kan kamu gak denger ajakan ibu tadi, sudahlah jangan dipikirkan lagi mimpi burukmu itu. Itu cuma bunga tidur, makan bareng ibu yuk supaya kamu gak kepikiran lagi mimpi tadi" Ajak Bu Meizra
"Iya Bu. Tania beresin tempat tidur dulu ya Bu!!"
"Iya,,,,"
Tania membereskan tempat tidurnya, lalu dia beranjak menuju tempat makan bersama ibunya. Di meja makan, Tania tampak tidak nafsu makan. Pikirannya semakin menjadi-jadi. Apa maksud dari sebuah mimpi itu? Tania lalu berpikir yang tidak-tidak. Dia merasa seolah-olah sosok berbaju merah yang berada di mimpinya itu sedang menatap dan melihatnya yang tengah duduk di meja makan tersebut. Sosok itu seakan-akan berbisik kembali di telinga kiri Tania yang sedang memainkan nasi dengan sendoknya. Ibunya yang melihatnya hanya memaklumi tingkah Tania yang sudah mengalami mimpi buruk. Dia membiarkan Tania untuk menghabiskan pikirannya secara total
****
Kriiinnggg,,,,,krriinngggg
Bel sekolah telah berbunyi. Semua siswa berlari masuk kelas. Tania yang masih di gerbang sekolah tersebut bergegas berlari menuju kelasnya. Dia tampak sedikit terlambat karena dia selalu memikirkan mimpi buruknya kemarin sehingga dia tidur tengah malam dan terlambat bangun pagi
"Maaf pak saya masuk dulu" Ucap Tania kepada pak satpam yang tadinya akan menutup gerbang sekolah
"Eehh,,,,, cepat,,, cepat,,," Ucap pak satpam dengan nada sedikit jengkel
Tania berlari dalam sebuah lorong kelas. Suasana tampak sepi dan para siswa telah masuk kelas. Tania terus berlari, menaiki tangga yang diiringi suara langkah sepatunya dan sampailah dia di depan kelasnya. Pintunya terlihat tertutup dan sedikit terbuka. Ia merasa lega karena menyadari belum ada guru yang masuk. Tania memegang daun pintu seraya membukanya daannn,,,,,,
BRAKKK,,,,,,
Suara ember mengenai kepala Tania yang terletak di atas sebuah pintu dengan tepung yang terisi di dalam ember itu sehingga tepung tersebut mengotori kepala Tania dan pakaiannya menjadi kotor. Sontak semua teman sekelasnya menertawainya
"Hahahaha,,,,,,,,,,,,"
"Eh liat tuh si setan ditambahin tepung malah mukanya putih kayak Kunti"
"Huuuu makanya liat-liat dong"
"Iiihhhh,,,, dasar,,,,,,"
Tania mengetahui bahwa ini ulah teman-temannya. Akibat tidak tahan dari bullyan teman-temannya, ia menjadi marah lalu melangkahkan kakinya selangkah dan berani bertanya
"ULAH SIAPA INI????"
Mendadak semua siswa terdiam, mereka tidak menyangka Tania akan menjadi Semarah itu. Lalu seorang siswi yang duduk di tengah deretan bangku paling kiri berdiri
"Ulah gue!!! Emangnya kenapa??" Ucap seorang siswi itu yang tak lain adalah Vira, temannya yang sering mengurungnya di WC
Tania hanya terdiam, dia tidak berani melawan Vira yang selalu membullynya itu. Semua siswa yang tadi terdiam menjadi kacau kembali dan menyoraki Tania sambil melemparkan banyak gumpalan kertas ke arah Tania
"Huuuu,,,,, jadi gak berani sama si Vira tuh"
"Cemen lu"
"Emang enak dikerjain"
"Sini kalo berani,,,, tadi marah kok sekarang malah diem"
"Huuuuu,,,,,,"
Semua siswa terus melempar gumpalan kertas ke arah Tania. Tania melindungi dirinya dengan kedua tangannya yang menghalangi wajahnya
Di saat itu, datanglah seorang guru yang akan mengajar. Dia merupakan Pak Abdul guru mata pelajaran agama. Pak Abdul yang melihat Tania diperlakukan seperti itu oleh teman-temannya langsung menegur mereka yang masih melemparkan gumpalan kertas
"Heiii,,,, kalian apa-apaan sih?? Ini teman kalian. Kalian gak boleh berbuat seenaknya!!"
Semua siswa menjadi senyap. Tania yang sejak tadi ingin menangis tidak dapat menahannya kembali. Tetesan air mata pun mengalir sedikit dari sudut matanya
"Siapa yang berbuat kayak gini??? Kelas sudah berantakan,, tepung dimana-mana,, ulah siapa ini??" Pak Abdul bertanya
Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan dari Pak Abdul
"Gak ada yang mau ngaku?? Oke sekarang bapak akan menghukum kalian semua. Bersihkan kelas ini sampai bersih dan juga bersihkan halaman sekolah sana!!!"
Para siswa saling ribut akan tetapi Pak Abdul yang bijaksana telah memberikan hukuman yang pas dan selaras dengan apa yang mereka perbuat. Akhirnya semua siswa membersihkan kelasnya sementara sebagian dari mereka keluar membersihkan halaman. Pak Abdul menyuruh Tania untuk ganti baju dengan memakai seragam olahraga
"Ya sudah Tania kamu bersih-bersih dulu rambut dan juga badan kamu. Pakai aja baju olahraga kan sekarang sesudah pelajaran bapak itu waktunya pelajaran olahraga kan" Ucap Pak Abdul kepada Tania
"Iya pak makasih bapak telah membela saya tadi"
****
Tania berlari menuju WC sekolah yang berada di belakang sekolah. Setelah sampai di WC sekolah, Tania menyimpan tasnya di atas bak mandi yang terbuat dari tembok berbentuk kubus. Tania sejenak menumpahkan air matanya di WC tersebut
"Hikkk,,,, kenapa mereka semua kejam kepadaku???,,,,,apa salahku???,,,,,mereka jahat,,,,, mereka jahat,,,,, gak ada yang suka sama aku,,,,,hiiikkk,,,,"
Tania membuka keran air dan membasuh muka serta rambutnya dari tepung yang mengenainya saat membuka pintu tadi. Lalu mengeluarkan seragam olahraganya dari dalam tasnya. Ketika ia akan mengeluarkan seragamnya, terlihat sebuah cutter yang jatuh dari dalam tasnya. Tania yang menyadari pisau cutternya jatuh langsung mengambilnya. Setelah mengambilnya ia berniat untuk memasukkannya ke dalam tas namun sebelum memasukkannya, di dalam hatinya terlintas dalam pikirannya untuk bunuh diri
"AKU INGIN BUNUH DIRI!!!!!!!"
Penasaran kan?? Maaf ya ceritanya sedikit di buat tragis dan dramatis hanya semata-mata memperindah cerita kok. Gak bermaksud membuat kamu geregetan hihihi;)
Vote+coment ya,,,,,,

KAMU SEDANG MEMBACA
MYTH: SCHOOL DEMONS (SUDAH TERBIT✔️)
TerrorBlurb: Tania, seorang siswi SMA yang sering di-bully oleh ketiga temannya di sekolah. Karena sudah tidak tahan lagi dengan semua itu, Tania ingin mengakhiri hidupnya di toilet sekolah. Celakanya, ia mati tidak bunuh diri, melainkan dibunuh oleh keti...