tidak romantis namun akibat penantian baekhyun rasa bahagia itu memuncak.
Mereka berdua berciuman dengan mesra namun lambat laun senyuman itu menjadi mengairahkan, bahkan tangan Chanyeol sudah meraba ping Baekhyun.
Chanyeol membaringkan tubuh Baekhyun ke sofa panjang dan mencumbu bibir baekhyun dengan pagutan yang basah dan dalam.
Baekhyun mungkin marah besar pada Chanyeol, benci karena pria itu memeluk wanita lain, tapi Omega mungil itu tidak akan dapat membohongi hatinya bahwa ia senang saat Chanyeol bersikap kuasa atas dirinya. Bagaimana pria tampan itu memposisikan dirinya sebagai seorang Alpha yang tangguh, dan sulit dikalahkan. Baekhyun menyukainya; tanpa sadar, tanpa ia ingin akui seperti saat ini.
Chanyeol dapat merasakan itu, bahwa mereka memang terikat. Setiap detiknya terasa begitu nyata, begitu benar.
Bagaimana bibir itu menjadi candu, menjadi bagian dari kebutuhannya. Bagiamana ia memandang Baekhyun, bukan sebagai Omega mungil yang lemah—tapi takdirnya, belahan jiwanya, sesuatu yang tiba-tiba ia inginkan.
Lidah Chanyeol menyentuh isi mulut Baekhyun, membuatnya memerah malu. Salah satu tangan Baekhyun mengusap rahang Chanyeol yang tajam hingga sampai ke tulang pipinya.
Kedua tangannya kemudian turun, mencengkram lembut bisep Chanyeol yang kencang. Baekhyun menoleh ingin mengambil nafas, namun Chanyeol malah menghisap lidahnya membuatnya hampir saja tersedak.
Chanyeol tidak membiarkan baekhyun untuk mengambil nafas sebentar saja, bahkan baekhyun telah menoleh ke sana kemari tapi Chanyeol tetap mengikuti kemana bibir baekhyun.
"Chanyeollie sesak,"
adunya hampir seperti merengek. Omega mungil itu terus memundurkan kepalanya sambil sesekali mencuri nafas hingga sisi kepalanya bersandar lemas di sofa, sementara belahan bibir pria jelmaan dewa itu tetap melumat bibirnya, sama sekali tidak terpengaruh.
Chanyeol menghisap bibirnya seperti seorang pecandu kokain yang tidak mungkin bisa disembuhkan Terus menyesap rasa manis di bibir baekhyun .
Ahn!"
Baekhyun mendesah keras, merasakan satu jari Chanyeol baru saja menekan ceruk lembab di bagian belakang tubuhnya. Baekhyun bahkan lupa kapan ceruk itu menjadi begitu lembab dan terasa gatal dan reflek melepaskan ciuman panas itu.
Tangan Chanyeol menarik celana Baekhyun, membuat yang lebih mungil mencengkram kain di pundaknya sambil malu-malu mengangkat pantatnya; mengijinkan Chanyeol untuk melucuti celananya. Kulit pahanya yang putih bersinar terpapar, dan Baekhyun begitu malu sehingga dengan cepat ia menekan tengkuk Chanyeol lalu menciumnya lagi.
Chanyeol mendengus sinis, tangannya menarik kain celana itu hingga terlepas dari kedua kaki Baekhyun. Telapak tangannya yang kasar, dan hangat menyentuh paha Baekhyun, mengusapnya hingga ke pinggangnya yang sempit bolak balik yang seperti menghantarkan arus listrik yang menyengat baekhyun.
Perlahan telunjuk Chanyeol mengorek ceruk lembabnya yang berkedut, menekan menggunakan kukunya, membuatnya mendesah keras. Tangannya gemetaran, mencengkram kemeja Chanyeol saat telunjuk itu tergelincir dan masuk tiba-tiba, membuat lubangnya mengetat reflek; menghisap jari telunjuk Chanyeol seluruhnya.
Chanyeol mendesis merasakan jarinya yang terjepit dan di hisap oleh lubang Baekhyun dan bagaimana lubang itu berkedut kedut seperti inggin meremukkan jarinya.
satu tangan Chanyeol mengaitkan satu kaki baekhyun ke pinggangnya,dan menarik Baekhyun merapat ke tubuhnya sementara tangannya yang bebas tetap bekerja memasukkan kepala penisnya ke dalam lubang Omega di bawahnya tersebut.
Chanyeol tahu Baekhyun mungkin baekhyun akan merasakan sakit, tapi Chanyeol tetap akan melakukannya karena—persetan—ia benar-benar menginginkan omega itu.
"Lihat aku Baby wolf,"
Baekhyun terisak, menatap tepat di matanya. Ia merintih dan mengerang sakit saat merasakan sengatan panas dari lubangnya yang tengah dipaksa melebar oleh penis besar Chanyeol.
Arkkhh Chanyeollie, sakiiit.
Penis besar itu masuk dengan cara yang tidak bisa dibilang lembut namun juga tidak bisa dibilang kasar. Semuanya terasa semakin menyiksa karena mereka tidak menggunakan pelumas sama sekali juga penis Chanyeol yang begitu sangat kering.
Jantung Baekhyun berdentum keras dengan kaki yang mengejang, sementara mulutnya terbuka lebar berusaha mengais udara—sampai akhirnya Baekhyun menjerit, dan kembali menggigit bibir bawah Chanyeol keras tepat ketika pria tampan itu tanpa peringatan mendorong masuk penisnya dalam satu hentakkan keras dan akhirnya penis besar dan panjang Chanyeol masuk semuanya.
Setelah cukup lama mendiamkan penisnya di dalam lubang Baekhyun ,Chanyeol mulai bergerak perlahan .
Namun itu tidaklah lama karena saat baekhyun meminta lebih maka Chanyeol langsung bergerak dengan bringas,menumbuk telak ke dalam baekhyun.
Membuat baekhyun terus menjerit kan namanya yang di selinggi desahan kenikmatan.
Berbagai macam jenis posisi dan tempat sampai akhirnya Chanyeol mencapai puncak kepuasannya dan menyemburkan cairan seperma nya kedalam Baekhyun dan membuat baekhyun merasa penuh.
Sesi bercinta mereka di akhiri dengan ciuman romantis dan senyuman di bibir mereka menandakan mereka sedang merasa bahagia
Bersambung.....
Akhirnya bisa up ,udah lumayan panjang ni hehe terus kasih aku semangat ya biar aku semangat up dan nulisnya oh ya jangan lupa coment dan votenya ya untuk yg sider terimakasih sudah membaca cerita saya .
Tapi alangkah baiknya jika kalian vote dan coment saya bye see you again in next chapter
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA UNTUK SANG PHOENIX
AcakByun Baekhyun omega yang dari kecil telah di masukkan oleh orang tua ny untuk masuk ke akademi milik Phoenix untuk di jadikan sebagai salah satu anggota untuk mengabdi kepada Phoenix . entah ini anugrah atau petaka bawah saat tanda mate milik Baekhy...
