Setelah kepergian Andrian dari Mansion Gaffery kini hanya keheningan yang tercipta diruang keluarga,meski terdapat dua orang yang sedang duduk berhadapan dengan saling pandang dengan tatapan yang sulit diartikan. Sedangkan Alice ia mengunci diri dikamar nya.
". Kamu tidak bisa menjaga Alice!"ujar Davi masih dingin
". Aku bisa menjaga adik ku! "Ujar Gavi tegas
". Biarkan Alice sedikit mengurangi api dalam hatinya bang!abang tidak tau bagaimana isi hati Alice kan??anak Jalang itu selalu saja menganggu Alice!!"tambah Gavi geram.
". Jangan membuat dia ikut campur dengan para b*jingan itu!! Kamu mau Alice menjadi sasaran dari mereka?"balas Davi
". Abang juga tidak berhak ikut campur!! Abang tidak pernah memperdulikan kami!! Abang hanya sibuk dengan pekerjaan Abang sendiri!!"ujar Gavi dengan nada tinggi
". Jaga bicara kamu!! Saya ini kakak kamu!!"ujar Davi tegas
". Maaf"ucap singkat Gavi menunduk ia sadar bahwa kakak nya itu sebenarnya juga sangat terluka,ia hanya terbawa emosi sesaat.
". Sudahlah! Abang mau pergi dulu,kamu jaga adik kamu."ujar Davi beranjak dari duduknya sungguh menyesak kan berlama-lama berada di tempat dengan kenangan pahit. Gavi hanya diam saja dan mengangguk-anggukan kepalanya.ia sadar ia juga tidak terlalu dekat dengan Alice dan ia malah menyudutkan Davi,ia juga egois.
". Bang.."panggil Gavi lirih, Davi menoleh ke arah adiknya itu.
". Apa tidak ada kabar tentang mama?"tanya Gavi ,Davi hanya membuang nafasnya gusar ia bingung harus menjawab apa pada adiknya itu bahwa mama nya memang sampai sekarang belum ia temukan saat terakhir kali mama mereka meninggalkan mereka saat kecil.
". Jaga adik kita baik-baik.."ujar Davi singkat lalu beranjak pergi,Gavi mengerti jika jawaban Davi menandakan bahwa tidak ada kabar terbaru tentang mama nya itu.
Dikamar Alice sedang menangis sambil menatap foto keluarga kecil nya yang dulu bahagia,air matanya tak hentinya menetes.
". Mama kenapa ninggalin Alice sendirian??mama jahat!!"kesal Alice membanting foto itu ke kasur dan malah membuang bantal dan guling nya dan semua barang yang terlihat oleh mata nya. Bagaimanapun hanya foto itu satu-satunya kenangan dari mama nya meskipun ia membenci mama nya yang dengan egois malah meninggalkan nya namun ia juga tak memungkiri bahwa ia sangat menyayangi wanita yang telah melahirkannya.
Di Mansion Giselle
Andrian yang baru pulang dengan wajah yang lusuh dan fikiran yang melayang langsung duduk di sofa dan mengendorkan dasi nya yang terasa begitu sesak.
". Kamu sudah pulang mas? sepertinya kamu terlihat lelah."ujar Rena memijat pundak suaminya lembut,Andrian terlihat menikmati pijatan ringan dari istri keduanya itu.
". Iya."balas singkat Andrian yang kini telah menyenderkan punggungnya.
". Papa!!"
Suara panggilan yang terdengar cukup kencang dari Giselle yang masih berada di lantai atas,bahkan membuat Andrian sedikit terkejut.
". Papa sudah memberikan pelajaran bukan pada Alice?!!"tanya Giselle dengan nada manjanya.
". Sudahlah Giselle papa lelah!"ujar Andrian memijat keningnya,ia masih pusing memikirkan keadaan keluarganya dan sikap putra-putri nya itu.
". Papa bagaimana sih??papa nggak lihat wajah Giselle jadi seperti ini gara-gara anak papa itu!!"kesal Giselle
". Kalian itu saudara! semestinya kalian saling menyayangi bukan malah saling bertengkar dan menyakiti!!kamu juga Giselle,Alice itu adik kamu!kamu harus bisa menjaga dan memberikan contoh yang baik untuk adik kamu!"ujar Andrian.

KAMU SEDANG MEMBACA
Happiness
Teen FictionKeinginan nya hanya bahagia.. apakah sesulit itu? Namun ia yakin kebahagiaan itu akan datang meski perlahan tapi pasti. #Brother #Family #Father #mother Up setiap kamis,sabtu dan Minggu😁❤️🙏