Kondisi kejiwaan Disa hingga saat ini masih down, ia saat ini di awasi oleh ke tiga sahabat nya
"Nggak gue gak mau" jeritan Disa tersebut membuat ke tiga sahabat nya menyerah mengahadapi kondisi disa yang sedang down.
"Disa lu ikut kami ke kelas" ajak Gina yang menarik tangan Disa.
"Nggak gue gak mau, gue pengen dia tambah hancur" pekik Disa yang membuat ke tiga temannya menahan Disa yang kondisi nya makin kacau.
"Udah Disa kita ke kelas aja" ajak Nana Disa pun pergi ke kelas, ia menenangkan dirinya.
"Disa lu tenang aja" ujar Gina yang khawatir dengan kondisi kejiwaan Disa.
"Nggak gue harus bunuh dia, dia udah nyakitin gue" sedih Disa namun ketiga temannya tak setuju dengan Disa.
"Udah dis, mending lu sekarang ikhlasin aja" ujar Dina yang membujuk Disa.
"Nggak gue udah di putusin 2 kali, dan gue akan bunuh mereka" ujar Disa yang sedang depresi.
Setelah Disa sudah tenang ia pun keluar ke kantin namun ia tak sengaja bertemu dengan Ryan
"Dis gue" ujar Ryan Namun Disa memotong pembicaraan Ryan.
"Mau ngapain lu hah, mau gue bunuh" ujar Disa, Namun mereka menahan Disa yang ingin membunuh Ryan.
Disa pun kondisi nya semakin menjadi-jadi, ia pun kali ini punya dendam terselubung dengan Ryan.
"Disa jangan dis" ujar Gina yang melarang Disa, Namun larangan tersebut tidak di gubris oleh Disa.
"Nggak Gin gue, mau bunuh dia" Disa melepaskan tangan gina, kondisi kejiwaan nya makin memburuk.
"Jangan disa jangan" jawab Dina yang menenangkan diri Disa, Ryan pun lari ketakutan, namun kejadian tersebut di lihat oleh Helen dan teman temannya.
"Udah Disa udah" ujar Nana tak lama bel sekolah berbunyi, Disa pun di bawa oleh Gang Friendship.
Disekolah Aisha, ia juga di bully oleh Daisha, tentu saja kondisi kejiwaan yang di alami Disa pun Aisha juga ikut kena imbasnya.
"Gue itu khawatir banget sama keadaan kak Disa" ujar Aisha yang curhat dengan Karen.
"Emangnya kenapa kak Disa?" tanya Karen yang penasaran dengan curhatan Aisha, Tak lama Daisha, Nisya dan Naiya menyindir Disa.
"Heh denger ya, kakak lu itu udah gila depresi ehh di putusin deh" sarkas Daisha yang muncul di di belakang Aisha.
"Heh apa lu bilang hah, gue gak pernah ngejek kakak lu, lu aja yang suka banget ngurusin kehidupan orang" ketus Aisha ia pun langsung berdiri di hadapan Daisha, namun ia di hina oleh mereka.
"Lu itu sama aja kek kakak lu, udah stress, udah di putusin, udah di gi-" sarkas Nisya, namun perkataannya di potong oleh Aisha, ia pun mencekik leher Nisya.
"Diem lu hah" ketus Aisha emosinya tak terkontrol ia pun mencekik Nisya, sehingga Karen melepaskan Aisha.
"Udah Aisha udah, lu tenang aja" ujar Karen yang menenangkan diri Aisha.
"Lepasin gue tolong" pekik Nisya, sehingga Daisha dan Naiya melepaskan cerkaman tangan Aisha.
"Heh lepasin gak, ini anak nya orang" ketus Daisha yang membela Nisya ia pun berhasil melepaskan tangan Aisha
"Udah udah, dia itu udah sama kayak kakaknya udah sinting" sarkas Daisha yang menjauhi mereka dari Aisha.
Sebatas Teman
Dikelas Disa Tak lama Disa pun meminta izin ke guru untuk pergi ke toilet.
"Ibu saya mau ke toilet Bu" ujar Disa yang meminta izin ke Guru namun Gina tampak panik apa yang Disa lakukan.
"Iya" jawab guru Disa Namun tak lama Gina pun ikut dengan Disa.
"Ibu saya juga" ujar Gina akhirnya ia juga di izinkan ia pun mengajak Nana, dan Dina.
"Gue harus ngebunuh dia" gumam Disa ia pun mengepalkan tangannya namun tak sengaja ia bertemu dengan Nando dan Raihan.
Tak lama kemudian ia memegang pundak Nando, Nando pun kaget ia takut dan berlari
"Heh" ujar Disa yang memegang pundak Nando tak lama Nando panik dan lari.
"Lari" ujar Nando iapun kabur saat melihat Disa ia pun mengejar Nando dan Raihan.
"Disa!!!!!" pekik mereka yang melihat langsung kejadian itu.
"Lu pikir gue takut sama lu hah" hardik Disa matanya mulai keluar ia pun melotot ke arah Nando, ia pun mencekik lehernya, Nando hanya menyingkirkan Disa.
"Heh dengar lu itu udah sinting atau gimana hah" ketus Nando ia pun membuat Disa menangis.
"Lu yang nyakitin perasaan gue" ujar Disa ia pun Tak bisa menahan air matanya.
"Harusnya lu jangan pergi, supaya lu jangan salah paham sama gue" ucap Nando dengan kesal.
"Ga ada yang perlu lu jelasin, semuanya udah jelas" pekik Disa, dan tak lama Gang Friendship mengajak Disa masuk.
"Disa kita pergi yuk" ajak Gina Namun Disa menolak
"Nggak gue harus buat dia menyesal" ujar Disa, kondisi Disa ini makin menjadi jadi.
"Udah kita ke kelas aja ya" ajak Dina ia pun membawa Disa ke kelas.
Sebatas Teman
Setelah pulang sekolah Disa melempar tas nya di sofa ia pun menyendiri di shower kamar mandinya.
Disa pun menyetel air panas di showernya
"Nggak gue benci sama dia, dia itu penghianat" ujar Disa ia pun menahan panasnya air showernya, tak lama Aisha muncul ke kamar mandi ia pun membuka pintu kamar mandinya.
"Kak Disa" panggil Aisha sambil mengetuk pintunya, namun Disa Tak keluar ke kamar mandi.
Air mata Disa masih menetes keras ia pun seperti orang depresi pada umumnya, hatinya kini pun sudah di buat luka besar oleh kedua cowok yang dekat dengan nya.
"Kak Disa kak Disa" Aisha memanggil Disa sebanyak 10x namun Disa Tak keluar akhirnya ia menelepon Gina.
"Halo kak Gina, ini Aisha, kak Disa sekarang gak keluar ke kamar mandinya" ujar Aisha yang menelpon Gina, Tak lama kemudian ia menelepon Nana Dan Dina.
Beberapa menit kemudian mereka datang melihat Disa, mereka pun berkali kali memanggil Disa Namun Disa pun berteriak.
"Kalian pergi dari sini pergiiiii" pekik Disa di kamar mandinya namun mereka terus membuka pintu kamar mandi Disa.
Mereka pun merasa bahwa Disa kali ini benar-benar kecewa, bahkan kondisi ini pun memang terjadi seperti orang patah hati pada umumnya.
Tak lama Disa muncul di kamar mandi, ia pun merasa sedih dan menangis, ia pun di peluk oleh mereka.
"Disaaa" ujar mereka menangis ia pun memeluk disa dengan erat.
"Lu harus nge iklhasin Nando" ujar Gina dan Disa pun lagi-lagi histeris.
"CUKUP GINA GUE UDAH GA MAU DENGAR NAMANYA LAGI!!!" pekik Disa ia pun tertidur nyenyak.
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebatas Teman✔️
Teen FictionWarning⚠️ [SEBELUM MEMBACA WAJIB FOLLOW DULU] (Masih tahap revisi) Sebagian chapter di private Kisah cinta yang di alami Disa Safira Putri, memang merasa sangat menyedihkan, ia pun tidak percaya dengan cinta saat ia putus dengan Ryan Trihadi Putra m...
