“Cepat, katakan pada Kakak, siapa yang telah berbuat seperti itu padamu?”
Yasmin kembali terkesiap, dia menyadari tidak ada gunanya untuk berkelit disaat semua orang telihat lebih mempercayai ucapan anak kecil dibandingkan dirinya.
“Uhmm, itu … aku … sebenarnya aku tidak mengenalnya.” Sembari meremas dress yang dipakainya, Yasmin berusaha untuk terlihat tenang, jangan sampai kegugupannya malah membuat semua orang meragukan ucapannya.
“Maksudmu, kamu tidak mengenal orang yang sudah menjambak rambutmu itu, begitu? Dan kamu berharap kami semua akan percaya dengan yang kamu katakan?”
“Itu memang kenyataannya Kak, aku….” Yasmin melirik kearah Raven sekilas, entah apa yang membuatnya melakukan hal itu, namun detik berikutnya dia merasa menyesal begitu mendapatkan tatapan tajam dari pria itu, sekarang Yasmin benar-benar merasa terpojok karena sepertinya tidak akan ada yang mempercayai ucapannya. “Aku benar-benar tidak mengenalnya karena ternyata dia… maksudku wanita itu hanya salah mengiraku sebagai orang yang ia kenal.”
Mata Arion menyipit tajam, dia tahu Yasmin pasti sedang berusaha menutupi sesuatu dari mereka semua. Arion hendak kembali mendebat ucapan adiknya sebelum sentuhan lembut Bianca pada lengannya menghentikan niatannya itu.
“Sudahlah, Sayang. Bukankah adikmu sudah menjawab tidak kenal, dan kenapa kamu masih tidak mempercayainya juga?”
Arion kemudian melirik istrinya sebelum pandangannya jatuh kepada Edgar yang terlihat kebingungan, tiba-tiba Arion menarik nafas merasa sangat frustasi, karena tidak mungkin terus mendesak Yasmin untuk berkata jujur di depan Edgar.
“Baiklah, jika kamu tetap tidak mau mengatakannya. Kakak akan mencari tahunya sendiri,” ucap Arion sebelum menyuap makanannya.
Yasmin menatap Arion dengan cemas, dia sangat tahu tabiat kakaknya itu, Giselle pasti dalam bahaya kalau sampai Arion mengetahuinya, tanpa sadar Yasmin menggigit bibirnya sebelum menunduk. Dan semua itu tidak luput dari pengawasan Raven. Di hadapannya, pria itu terus mengawasi dengan sepasang matanya yang tajam. Dan sama seperti Arion, Raven juga sama tidak percaya dengan apa yang Yasmin katakan.
Di tengah suasana makan mereka yang mendadak sunyi, tiba-tiba seorang pelayan muncul untuk memberitahu tentang kedatangan seseorang.
“Siapa yang bertamu malam-malam?” tanya Bianca kepada pelayan tersebut.
“Maaf Nyonya, saya lupa tanya, tapi dia mencari Nona,” tutur si pelayan.
“Maksudmu, Yasmin?”
Yasmin mengangkat wajahnya sebelum memberikan tatapan terkejut kepada si pelayan.
“Iya, Nyonya,”
“Pria apa wanita?” Arion ikut menimpali, dia memiringkan sedikit kepalanya namun tidak sampai menengok kearah si pelayan yang berdiri di belakangnya.
“Pria, Tuan.”
Kening Yasmin berkerut, matanya secara otomatis langsung bertatapan dengan Arion dan Bianca yang kini tengah menatap dirinya dengan penuh selidik.
“Kamu ada janji dengan seseorang?”
“Tidak.” Yasmin menjawab buru-buru, dia meremas jemarinya dengan gugup begitu dirinya dengan reflek kembali menoleh kearah Raven yang kini wajahnya sudah berubah kaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Mistake
Romance#therevengeseries1 Mature Content! 21+ 7 tahun yang lalu Yasmin dan Raven pernah terikat dalam hubungan pernikahan. Pernikahan yang hanya berlangsung selama dua tahun itu tidak lantas membuat kebencian Raven kepada Yasmin pudar. Pria itu tetap menya...
