Sudah dua hari Yasmin berada di dalam apartemen itu, Arion sudah mengatur semua kebutuhannya supaya Yasmin tidak merasa kekurangan di dalam sana. Pagi ini dia memutuskan untuk membuat capcay dan omelet dengan bahan seadanya di dalam kulkas sebagai teman sarapannya. Dia sedang menumis sayuran ketika mendengar bel apartemennya berbunyi, dengan masih memakai apron, perlahan dia menuju kearah pintu untuk membukanya, namun sesaat kemudian dia terkejut saat menemukan Ken berdiri di luar sana dalam balutan pakaian santai.
"Sorry aku mengejutkanmu."
"Ken, ada apa?"
Beberapa hari ini mereka memang sering melakukan panggilan, dan ternyata sedikit banyak Arion sudah memberitahukan masalahnya kepada Ken, bahkan Yasmin merasa terkejut ketika Ken mengatakan kalau Arion meminta pria itu untuk menjaganya selama Arion tidak ada.
"Tidak apa-apa, kenapa kamu formal sekali sih? Aku hanya ingin bertemu denganmu di hari libur, anggap saja ini salah satu usahaku dalam menjalankan amanat Arion."
Yasmin mengernyit sembari menahan senyum. "Baiklah kalau begitu ayo masuk!"
Setelah mempersilahkan Ken masuk, Yasmin kembali menuju dapur, mengecek tumisannya yang sudah setengah matang.
"Harum sekali, membuat perutku lapar."
Yasmin menoleh dan terkejut saat melihat pria itu ternyata mengikutinya kedapur.
"Bilang saja kalau kamu mau minta makan kemari."
"Katakanlah seperti itu."
Keduanya kemudian terkekeh bersamaan.
"Oiya, dimana Hena? Kenapa kamu tidak mengajaknya juga kemari?" Tanya Yasmin sambil membolak-balik masakannya.
"Hena sedang bersama Mamaku di rumah, dan beliau menitipkan salam untukmu," jawab Ken.
Yasmin menoleh cepat, "Benarkah? Memangnya Mamamu tahu tentangku?"
Ken mengulas senyum. "Tentu saja, karena setiap di telepon Hena selalu saja menceritakan tentangmu pada Mama. Beliau jadi penasaran denganmu."
Yasmin tertegun sejenak sebelum kemudian mematikan kompor dan menuang masakannya pada wadah.
"Kalau begitu titipkan salamku juga untuk Mamamu."
Perkataan Yasmin seketika membuat Ken merasa senang bukan main. Baiklah mungkin Ken terlalu berpikir jauh dengan menganggap jawaban Yasmin sebagai tanda kalau wanita itu mau membuka hati untuknya, namun mengingat sikap wanita itu yang dulu selalu saja menutup diri darinya, tentu jawaban tadi merupakan sebuah kemajuan bagi hubungan mereka.
Usai menyantap sarapan, Yasmin meminta Ken mengantarnya untuk membeli alat-alat melukis. Karena selama hampir dua minggu berada di rumah Arion, sekalipun Yasmin tidak pernah menyentuh hobinya tersebut, namun hari ini dia berencana akan kembali melukis untuk mengusir kejenuhan selama berada di apartemen itu.
Awalnya Ken tidak menganggap menuruti keinginan Yasmin adalah sesuatu yang benar, karena bisa saja di luar sana bahaya sedang mengintai wanita itu, mengingat kata-kata Arion ketika menitipkan Yasmin padanya dari gangguan mantan suaminya yang kejam. Namun setelah berpikir sejenak, akhirnya Ken menuruti permintaan Yasmin dengan syarat hanya sebentar, mereka akan langsung pulang begitu sudah mendapatkan yang Yasmin butuhkan. Dan Yasmin langsung menyanggupi syarat tersebut tanpa berpikir dua kali.
Namun sayangnya, keduanya lengah hingga tidak menyadari orang suruhan Raven sudah mengikuti keduanya sejak keluar dari apartemen, rupanya Ken sudah di ikuti sejak awal dan kemunculannya bersama Yasmin memang hal yang di tunggu-tunggu oleh orang itu sebelum melaporkannya kepada Bosnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Mistake
Lãng mạn#therevengeseries1 Mature Content! 21+ 7 tahun yang lalu Yasmin dan Raven pernah terikat dalam hubungan pernikahan. Pernikahan yang hanya berlangsung selama dua tahun itu tidak lantas membuat kebencian Raven kepada Yasmin pudar. Pria itu tetap menya...
