Sorry for typo
.
.
.
.
"A-apa???" Ucap seorang wanita paruh baya dengan lemasnya. Kemudian tubuhnya luruh begitu saja disofa.
Sedangkan didepannya,seorang gadis sedang menangis tersedu sedu sambil menunduk,tidak berani mengangkat wajahnya.
Pria disamping wanita itu tidak berucap apapun. Dia hanya memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Kenapa kamu melakukan ini nak??" Ucapnya akhirnya mengeluarkan suara.
"Maafin aku pa...hiks...aku nggak tau apa yang terjadi. Ini semua....diluar dugaan Eunbi" jawabnya dengan masih menangis.
"Kamu sudah mempermalukan keluarga kita"
Tidak ada yang mengeluarkan suara lagi. Hanya ada suara isakan gadis bernama Eunbi dan juga ibunya yang ikut menangis.
"Papa nggak mau menanggung aib itu. Jadi putuskan sekarang! Kamu mau menggugurkan bayi itu,atau keluar dari rumah ini!!" Putus ayah Eunbi kemudian pergi dari ruangan yang atmosfernya sudah tidak bersahabat itu.
"A-apa? Tidak!! Eunbi nggak boleh pergi dari rumah ini" Bantah ibunya kemudian mengejar suaminya keluar dari ruang tengah itu.
Sekrang,hanya ada Eunbi dan adiknya yang masih diam. Adiknya melirik kakaknya sekilas kemudian ikut keluar dari ruangan. Menyisakan Eunbi dengan tangis pilunya.
"Maaf.... tapi Eunbi nggak mau kehilangan bayi ini. Dia nggak salah. Eunbi yang salah,dan Eunbi bakal bertanggung jawab atas bayi ini" ucapnya mengelus perutnya yang masih rata.
"Maaf....Eunbi bukan anak yang baik"
"Maaf..."
"Maafin Eunbi......"
"Hahhhhhh....hahhhhhh"
Eunbi terbangun dengan nafas yang menggebu gebu dan keringat yang mengucur dari seluruh badannya.
Mimpi itu lagi.
Sudah 4 tahun dia pergi dari rumah itu. Tapi entah kenapa akhir akhir ini dia sering sekali bermimpi tentang kejadian 4 tahun lalu. Dan lebih anehnya,dia juga selalu bermimpi bertemu dengan seseorang yang menyuruhnya untuk segera kembali ke korea.
Sebelum dia menyesal untuk yang kedua kalinya.
Kedua kalinya? Entah apa maksudnya.
Tapi hati kecilnya juga menyuruhnya agar kembali ke Korea. Dia merindukan kedua orangtuanya dan juga adiknya.
Eunbi menoleh kesamping. Tepat disebelah kanannya seorang anak kecil masih lelap dengan tidurnya.
Anak yang ia besarkan sendiri tanpa seornag ayah. Anak kandungnya. Jeongsan.
Senyumnya mengembang ketika anak itu mulai menggeliat. Umurnya sudah mencapai 4 tahun. Dan sebentar lagi Eunbi berniat memasukkan anaknya itu untuk bersekolah.
Eunbi mencium setiap inci wajah anaknya. Hanya anaknya lah satu satunya alasan Eunbi masih bertahan. Ketika semua orang tidak menginginkan kehadiran nya,ia selalu dikuatkan dengan adanya nyawa didalam perutnya dulu. Iya,dulu.
***
"Eunbi,kamu yakin??"
"Kak,jangan panggil aku Eunbi kalo diluar. Panggil aku SinB" tegasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[✓]sinkook story
Teen Fiction[COMPLETE] Hanya sekumpulan cerita ttg sinkook dg berbagai genre WARNING: Sinkook area Typo bertebaran Slow up
![[✓]sinkook story](https://img.wattpad.com/cover/217255669-64-k260564.jpg)