Pintu supermarket itu terbuka, menampakkan wajah lesu seorang gadis yg baru keluar seraya memegang sebotol minuman isotonik
Gadis itu kemudian memilih duduk disalah satu kursi didepan supermarket. Membuka tutup botol minumannya kemudian segera meneguknya
Dia baru selesai jogging pagi ini. Kemudian ia mampir ke salah satu supermarket terdekat untuk membeli minum karna kerongkongannya kering
Meletakkan minumannya diatas meja,lantas ia beralih menatap ponselnya yg ia letakkan disamping botolnya tadi
Tidak ada pesan
Tidak ada panggilan masuk
Seharusnya ia tidak perlu secemas ini karna tidak mendapat kabar dari seseorang yg ia tunggu sejak semalam.
Entah kenapa, rasanya Hwang Sinb begitu aneh hari ini. Biasanya,ia akan jogging dihari minggu bersama kekasihnya. Jeon jungkook
Tapi hari ini,untuk pertama kalinya ia tidak bersama kekasihnya itu
Padahal sinB tau jika Jeon Jungkook sedang dirumah neneknya yg ada di Busan
2 hari lalu, jungkook menemui gadis itu dan bicara jika beberapa haribkedepan ia tidak akan bersama gadis itu karna ia harus merawat neneknya yg sakit di busan
Sebenarnya sinB sangat ingin ikut. Tapi jungkook melarangnya dg alasan ia harus fokus dg ujian agar ia bisa masuk satu kampus dg nya
Yaaaaa, besok sinB akan ujian
"aneh sekali jika tidak ada jungkook. Kenapa aku merindukannya" gumamnya menatap layar ponsel
Sinb menghembuskan nafas kemudian ia berdiri. Memungut semua barang barang yg ia letakkan diatas meja,kemudian ia berniat berjalan sebelum kegiatannya itu terhenti karna ia menabrak seseorang
Brugkhhh
Gadis itu terjatuh dg tidak etisnya. Kaki kanannya yg tidk sengaja menabrak kaki meja justru tertimpa buku buku besar seseorang yg bertabrakan dg nya tadi
"m-maaf...." ucap seorang pria yg dg cepat memungut buku bukunya
"shhh...ti-tidak. Aku yg salah" ringisnya memegang kaki kanannya
Kemudian sosok pria jangkung itu membantu sinb berdiri,kemudian mendudukan gadis itu dikursi tempat gadis itu duduk tadi
"a-apa sakit...?"
Sebenarnya sinb ingin sekali memaki pria didepannya ini. Sudah tau jika kakinya terluka,masih saja bertanya. Tpi ia sadar,dia lah yg salah tadi
Pria itu membantu membuka sepatu jogging sinb. Terlihat kaki putih gadis itu memerah
"eh eh...n-ngak usah" tahan sinb
"nggak papa. Pasti kaki lo merah gini gara gara kejatuhan buku gue tadi"
Sinb akhirnya hanya meringis. Toh,kakinya memang sakit karna buku pria itu
"tunggu sini,gue mau beli minyak urut dulu" ucapnya kemudian masuk kedalam supermarket
Sinb masih meringis. Sepertinya kakinya terkilir karna tadi sempat tersandung kaki meja itu
Tidak lama kemudian,pria jangkung itu pun keluar dg minyak urut ditangannya. Kemudian ia berjongkok didepan gadis itu lagi "maaf,ini kayanya bakal sakit"
Benar saja,saat tangan pria itu yg telah teroles minyak menyentuh permukaan kulit kaki sinb,gadis itu hampir saja berteriak jika saja dia tidak ingat tempat
"pelan dong woyy sakit anjir.."
Sdgkan pria itu yg sdg mengurut pergelangan kaki sinb tampak terkejut karna baru saja dibentak oleh gadis didepannya "s-sudah.."
KAMU SEDANG MEMBACA
[✓]sinkook story
Fiksi Remaja[COMPLETE] Hanya sekumpulan cerita ttg sinkook dg berbagai genre WARNING: Sinkook area Typo bertebaran Slow up
![[✓]sinkook story](https://img.wattpad.com/cover/217255669-64-k260564.jpg)