Hyunjin bimbang. Sejak tadi, kakanya itu selalu menyebut nama "jeon jungkook" secara terus menerus.
Apakah ia harus menghubungi pria itu? Tapi Hyunjin tidak ingin berurusan dg pria itu lagi. Ia sangat yakin penyebab kakanya itu berani mmeinum soju adalah karna pria itu
Biarlah hubungan mereka selesai. Hyunjin pikir itu lebih baik
"kak,udah dong! Jangan nyebut nama pria brengsek itu mulu!!" gerutu hyunjin. Bahkan hyunjin tau jika kakanya itu tidak akan mendengar suaranya
Hyunjin menghembuskan nafas. Mau tidak mau ia harus menghubungi pria sialan itu
"bang,kak Sinb nyebut nama lo mulu! Kalo lo masih peduli,cepetan dateng" seelah itu hyunjin mematikan sambungan tanoa menunggu jawaban disebrang sana
***
Hyunjin kini dibuat pusing dg sikap kakaknya itu. Seelah bangun,gadis itu hanya berdiam diri dikamar tanpa mau melakukan apapun
Bahkan makanan yg hyunjin antar masih tertata rapi diatas nakas gadis itu
Hyunjin hanya mengintip dari sela sela pintu gadis itu yg terbuka. Terkadang,kakanya itu akan menangis tanpa suara,terkadang juga sesenggukan. Tapi terkadang juga gadis itu akan duduk menatap kosong ke depan
Untung saja kedua orangtua mereka sedang pergi keluar negri
Entah apa yg sudah dilakukan jungkook sialan itu kepada kakaknya,Hyunjin benar benar tidka akan memaafkannya. Bahkan sampai sekarang,pria itu tidak datang. Pria itu memang benar benar sudah tidak peduli
Hyunjin kemudian memberanikan diri untuk masuk setelah tadi sore diusir ketika menghantarkan makanan
"kak"
Sinb tidak merespon. Gadis itu masih duduk menatap jendela
"kakak makan ya?" sinb menggeleng
"kak,aku tau kakak lagi ada masalah. Tapi jangan jadiin masalah sbg alasan buat kesehatan kakak"
Sinb masih tidak mersepon
Hyunjin menghela nafas "yaudah,kakak tenangin dulu diri kakak. Keluarin aja yg ngebuat hati kakak sakit. Aku bakal keluar" hyunjin hendak keluar,tapi suara gadis itu menghentikan langkahnya
"jin..." suara yg rapuh. Itu bukn seperti suara sinb biasanya
Hyunjin berbalik,menatap sinb yg masih setia memandang keluar jendela
"sakit.." suara itu bergetar,dan tidak lama kemudian air mata gadis itu turun
Hyunjin memeluk sinb. Sungguh,Hyunjin tidak ingin mendengar kata kesakitan dari kakaknya,sebuah kata yg didalamnya terdapat kesakitan yg mendalam
"Pasti sakit,keluarin aja. Jangan ditahan"
Sinb mulai sesenggukan,sdgkan hyunjin memeluk tubuh kakak perempuannya yg lebih kecil dari nya dg erat. Mengelus punggung gdis itu dg sayang
***
Gadis itu menghembuskan nafas berkali kali. Mencoba menetralkan degup jantungnya yg sepertinya lebih cepat dari biasanya
Ia ragu. Apakah ia harus masuk kedalam?
Setelah berdebat cukup panjang dengan Hyunjin tdi pagi,akhirnya sinb dapat sampai didepan kamar apartement jungkook
KAMU SEDANG MEMBACA
[✓]sinkook story
Fiksi Remaja[COMPLETE] Hanya sekumpulan cerita ttg sinkook dg berbagai genre WARNING: Sinkook area Typo bertebaran Slow up
![[✓]sinkook story](https://img.wattpad.com/cover/217255669-64-k260564.jpg)