❝ Lo tau, katanya dikampus kita ada kelompok yang namanya apasikami, tapi rumor doang sih. Lo percaya?❞
❝ Hah, Apa? ❞
❀⸙ f l u f f e s t a r x ' s t o r y
Started 2O2O
Sulit bagiku untuk melupakanmu, seakan akan dirimu selalu menguasai diriku.
- Halaman kedua
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mbak Abbyyy!" teriak Gita dari teras basecamp tentu saja dengan suaranya yang mirip TOA itu.
"Git bisa gak sih gausah teriak? kuping gua panas njir."
"Wkwkwk sorry mbak peach"
"Kuping panas kayak abis dijulidin aja by, btw lo lagi apa kayak sok sibuk gitu?"
"Biasa ngurusin base rame njir gara-gara Galang sama Dea."
"Sumpah? kok gua gatau? emang mereka berdua ngapain?" Tanya Kayra yang tentu saja ketinggalan berita.
"Kalo gasalah mas Galang gendong mbak Dea ke klinik kampus gaseh mbak?" sela Yuka.
"Hooh betol tapi posisi Dea kayak lagi pingsan gitu,"
"Deira lu gapapa kan?" tanya Icha menoleh ke arah Deira yang disusul Abigail, Yuka, Kayra, dan Gita.
"H-hah? Gue gapapa kok santai aja kali." Balas Deira dengan senyum kecilnya. Ya mereka ber 6 tau kalau Deira juga menyimpan rasa ke Galang.
"Bener gapapa Dei?"
Bagaimana tidak cemas? Deira, menyimpan perasaan pada Galang sejak awal masuk kuliah. Tidak bisa dipungkiri kaum hawa mana yang tidak terpesona dengan Galang saat pertama kali melihatnya? Mungkin ada sekitar 20 orang suka dengan Galang bisa dibilang termasuk Dea dan Deira.
"Siang - siang julid nya udah aktif ya bund" Tiba-tiba Layla keluar basecamp sambil bawa snack kesukaannya.
"Iya jeng, mau join?" Sahut Kayra melihat Layla
Tentu saja Layla langsung join, siapa sih yang bisa nolak teh?, Layla pun bersandar di dinding tembok belakangnya.
"Gue heran, kok bisa ya Galang banyak yang demen? apa spesialnya sih?" Tanya Layla, Karena pikirnya Galang biasa saja. Ganteng memang, tapi biasa aja.
"Kalo menurut gue, Galang tuh udah baik, ganteng, sholeh, suka membantu , rajin, terampil dan gembira" Jelas Gita.
"..Kalau menurut gue?" tanya Deira kepada teman-temannya yang dibalas anggukan.
Sebenarnya Deira agak malu jika membahas tentang Galang, namun ia memberanikan diri toh ini juga teman-temannya yang sedang berbicara dengannya. Akhirnya Deira menarik nafas dan..
"..Ya baik"
"HAH UDAH GITU DOANG" teriak Yuka spontan. "Yaelah kirain mau ceramah soalnya mikirnya lama," lanjutnya lagi.
Deira hanya tertawa, memang susah menjelaskannya dengan kata kata batinnya, Lebih baik ia simpan sendiri pikirannya tentang Galang.
"Alah gais fucekboi kaya gitu kok disenengin seh" celetuk Layla