Boruto dkk sekarang sedang membakar ikan tangkapan bersama, walau hanya bermodalkan ranting. Dari kejauhan terlihat siluet Menma yang berjalan santai.
"Gitu ya, tadi pas mancingnya ilang sekarang pas udah mau matang muncul," Sindir Sarada.
Menma yang sudah dekat menyahut santai, "Kenapa? Kau yang kuasai bumi ini kah?"
"Dih!" Inojin melempar katana milik tsubaki yang duduk disampingnya
Menma menghindari dengan mudah, "etss, tidak kena."ejeknya
Tsubaki meraba samping tempat duduknya lalu menyadari jika Inojin melemparkan katananya kepada Menma, "Oalah Jancok!" umpatnya kasar.
"Cewek gaboleh ngomong kasar," peringat Himawari tapi Tsubaki ya Tsubaki, jiwa bar-barnya tidak bisa dipisah.
"Menma-kun, ini." Himawari memberikan ikan bakar yang sudah matang kepada Menma.
Kemah hari ini sangat menyenangkan. Sebenarnya sebelumnya mereka juga memasak kari tapi menma tidak kebagian, lalu dilanjutkan ikan bakar sebagai makanan penutup. Sehabis makan mereka menikmati bintang - bintang yang bertaburan di langit, terlihat sangat indah.
______
"Tadaima,"
Menma memasuki rumah yang sepi. Menma memutuskan mandi sebelum tidur karena tubuhnya berkeringat sehabis bermain kejar - kejaran dengan Boruto, Shikadai, Metal dan Inojin.
Selesai mandi, ia duduk di kasurnya dengan posisi menghadap kaca panjang disebelah lemari. Ia memegang bekas sayatan panjang didadanya sampai perut(menma cuma pakek handuk).
Bekas luka itu rasanya tidak sakit, hanya saja kenangnya yang menyakitkan.
_______
"Maaf, Nii-san kemarin tidak kesini," Menma meletakkan bunga matahari pada vas kecil didepan batu nisan
'U.Mizu'
"Bagaimana kabarmu disana? Apa enak?" Menma mulai berbicara seoalah didepanya adalah mahluk hidup yang mendengarkanya.
"Tiga hari lalu papa dan Tou-san bertengkar," suaranya menjadi lirih. "Ne Mizu, kita benar-benar anak kandungnya bukan? Aku merasa jika kehadiranku ini tidak sengaja,"
"Maaf beribu maaf, Nii-san tidak dapat melindungimu," Tubuh menma bergetar, tetapi tidak ada air mata yang jatuh. Pandanganya menjadi kosong dan hampa, tak lama kemudian, matanya berganti dengan warna merah dengan dua tomoe.
"Arigatou. Arigataou memberiku Sharingan. Arigatou ne Imotou,"
Menma berdiri. "Aku...tak dapat memaafkan mu. Begitupun dengan diriku. Sayonara."
_______
"Sasuke-kun, mau mengantarku ke pasar?" Sakura mengatakanya dengan nada mendayu - dayu.
Sasuke menatap Sakura sedikit lama, membuat objek yang ditatap menjadi tersipu, "Tidak." jawabnya datar
Sakura terlihat bingung, "Nande?"
"Aku sedang ada misi, aku akan ke kantor hokage." sasuke dengan cepat melesat pergi. Sakura hanya tersenyum maklum.
"Mama, kenapa? Papa menolak?" Sarada tiba-tiba muncul dibalik tembok.
"Papamu sedang sibuk, mungkin lain kali. Sarada, mau menemani mama?"
"Ha'i."
_*_
Kalian mau kukasih plesbek matinya Mizu gak?
14 September 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
NARUSASU
FanfictionKarya tetap milik @Masashi kisimoto -- Kisah hubungan terlarang antara Narusasu, dan Menma yang berada di tengah mereka. 'Yaoi, Mreg'
