"Dave mana pr kamu? Jangan bilang kamu tidak mengerjakannya!" tanya bu Dewi.
"Itu buk, buku saya ketinggalan, iya buk buku saya ketinggalan!" jawab Dave
"Kamu ini! Jangan-jangan kamu juga Vano?!"
"Enggak buk, itu buku saya kayanya keselip di meja belajar adik saya hehe" jawab Vano cengengesan
"Kalian ini ya! Ketua osis dan wakil ketua osis itu yang di contoh! Kalau kalian kaya gini namanya kalian mengundurkan diri dari jabatan kalian!" ucap Bu Dewi. "Sekarang ikut ibu ke BK!" ucap Bu Dewi menarik paksa Vano dan Dave.
Sesampainya di BK..
"Ini pak, mereka membuat masalah lagi!" ucap bu Dewi.
"Yaudah ini biar saya yang tangani buk, ibuk kembali mengajar saja" ucap pak Rangga. Bu Dewi pun pergi.
"Haishh kalian lagi kalian lagi. Bapak telpon orang tua kalian!" ucap Pak Rangga kemudian menelpon kedua orang tua mereka.
15 Menit kemudian..
"Ada apa sama Vano pak?" tanya Eomma Vano
"Dia membuat masalah lagi bu, ibu silahkan duduk biar saya yang menjelaskan" ucap Pak Rangga
"Dave dimana orang tua kamu?" tanya Pak Rangga.
"Bapak tadi nelpon siapa?" tanya Dave
"Ibu kamu" jawab pak Rangga
'Bunda? Mana mau Bunda datang, sedangkan mengambil raport gua aja gak pernah ' -Dave. Dave pun menjadi murung.
"Biar saya yang wakilkan pak" ucap Eomma Vano.
"Tidak bisa buk, ini sudah yang kesekian kalinya" ucap Pak Rangga.
"Pak bisa bapak telpon ayah saya aja?" tanya Dave
"Ayah kamu sudah bapak telpon tapi gak diangkat" jawab Pak Rangga
"Abang saya pak, bang Deva. Ini saya kasih nomornya pak" ucap Dave
'Maaf bang Deva, Dave ngeganggu kuliah abang'-Dave
"Oke sebentar," ucap Pak Rangga.
10 menit kemudian...
"Ada apa?" tanya Deva dingin.
"Oke saya akan menjelas kan, Vano dan Dave sudah berulang kali membuat kesalahan, saya tau IQ mereka diatas rata rata dan mambuat mereka selalu dapat juara umum. Tapi dengan sikapnya kami mohon kerja samanya, karna mereka adalah anggota inti dari osis" ucap Pak Rangga
"Baik pak, maaf Vano sudah menyusahkan" Ucap Eomma Vano
"Maaf pak" jawab Deva dengan nada Dingin. Lalu berdiri
"Dave!" panggil Deva. Dave pun mengikuti abangnya itu.
"Abang harap kamu gak melakukan ini lagi, untung tadi abamg gak ada kelas, kalau ada siapa yang mewakili kamu, kamu tau sendiri bunda seperti apa sama kamu" ucap Deva
"Dave juga butuh kasih sayang seorang ibu bang, Dave gak mau kaya gini terus. Salah Dave sama bunda apa? Kenapa bunda dari kecil kaya gitu sama Dave?" tanya Dave
"Kamu yang sabar, abg, ayah, Vano, dan yang lainnya masih ada buat kamu, jadi kamu jangan putus asa ok" ucap Deva
"Tapi Dave mau juga merasakan kasih sayang seorang ibu, Dave belum pernah dapat itu dari kecil" ucap Dave dengan air mata yang tak dapat di tahan. Deva pun memeluk adiknya itu.
"Dave kamu itu cowok, jangan cengeng gak boleh nangis. Cowok apaan yang nangis? Dengarin abang ada saatnya kita sulit dan ada saatnya kita senang. Kamu paham itu?" ucap Deva
"Iya bang, tapi kenapa kehidupan gak adil sama aku? Kalian berdua di sayang aku? Dilantarkan seperti anak yang tidak di ingin kan" ucap Dave sambil menghapus air matanya.
"Nau pulang aja dek? Abang gak mau kamu depresi" ucap Deva, tanpa menunggu jawaban Dave, Deva sudah masuk kedalam ruang BK untuk meminta izin kepada Pak Rangga. Setelah pak Rangga mengizinkan Deva pun kembali ke tempat Dave.
"Ambil tas Dek, kita pulang" ucap Deva. Dave pun kembali ke kelasnya dan mengambil tas. Lalu ia menyusul Deva ke parkiran.
Bersambung...
Kita bakalan liat gimana masa kecil dari seorang Dave Gervindo. Penasaran? Makanya jangan lewatkan episod selanjutnya

KAMU SEDANG MEMBACA
Love Talk
RomanceHaha gua benci dia yang selalu menolak gua. Dia pikir dia siapa? ratu? Anda hanya manusia biasa bukan Ratu dari kerajaan Lu akan menyesal suatu hari nanti, karna sering menyakiti hati gua dan menyuruh gua seperti babu lu. Kita lihat apa karma yang...