Dikarenakan menyelamatkan laki laki yang ia tidak kenal, membuatnya masuk kedalam sebuah organisasi yang sangat berbahaya, MAFIA, membuatnya harus terikat dengan laki laki yang ia selamatkan, dengan alasan agar dia 'aman'
Namun seiring berjalannya w...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yerin menerjab nerjabkan matanya, membiarkan intens cahaya memasuki matanya, dengan perlahan yerin menatap sekelilingnya, yerin memegangi kepalany yang cukup sakit, karena benturan dari mobil, ah iya ngomong ngomong tentang mobil, yerin mengingat sesuatu---
"ZEYU!" Jerit yerin, ia langsung menurunkan kakinya yang tengah terasa mati rasa, yerin menumpukan kedua tangannya agar bisa menumpuk dirinya berdiri, namun ntah kenapa tubuh yerin benar benar tidak bertenaga sekarang.
Brugh
Yerin terjatuh, Yerin terduduk lemas, ia menatap kesal kedua kakinya, lalu memukul mukul kesar kedua kakinya, tidak peduli kakinya sakit atau apa pun, yang yerin pikirkan sekarang adalah adiknya, adiknya, dan adiknya, yerin tidak bisa berfikir jernih, yang ia punyai hanyalah adiknya, tidak ada yang lebih penting dari adiknya.
Tes..
Air mata yerin mengalir dengan rasa campur aduk, Kesal, marah, benci, dan sedih, yerin benar benar kalut.
"Oh tuhan!! Kenapa?! kenapa?! kenapa?!" ucap Yerin, ia memukuli kaki nya yang seperti lumpuh, Yerin menangis, gadis itu runtuh.
"Hiks.. Hiks.. Aku hanya ingin menjaga adikku" ucap Yerin, Yerin menunduk, membiarkan air matanya mengalir, ia mengepalkan tangannya, membuat kuku kuku yerin menjadi memutih.
"Ck, kenapa kau terlihat begitu menyedihkan?" ucap seseorang dari balik pintu, ia mendatangi Yerin, Berjongkok menyamakan posisinya dengan Yerin, Yerin langsung mendongak, dengan air mata yang mengalir, Yerin menatap orang itu dengan pandang sulit diartikan.
Wonwoo, yang disadari ditatap yerin hanya menatap yerin datar, lalu mengangkat tubuh gadis itu untuk kembali ke kasurnya, Yerin menatap wonwoo kesal, dengan pandangan kesal ia memukul dada bidang Wonwoo.
"Lepaskan!! Kamu! Kamu kan yang sudah memisahkan zeyu dari ku!" ucap Yerin kesal, ia meraung kesal, sementara Wonwoo menatap Yerin datar.
"diamlah" ucap Wonwoo, namun yerin menggeleng, ia malah makin meraung.
"Hiks.. Kamu jahat!.. Kenapa kamu memisahkan aku sama adikku.. Hiks.." tangis Yerin, Wonwoo menatap gadis itu dengan pandangan sedih, tunggu.. Sejak kapan ia punya hati? Namun ia jujur, ia merasakan bersalah ketika melihat yerin menangis meraung seperti ini.
"Tolong.. Hiks.. Kembalikan.. Adikku.. Hiks" tangis yerin, ia menunduk, Wonwoo menatap Yerin, ia menarik dagu gadis itu, lalu menatap mata yerin yang berwarna coklat kehitaman, menatap gadis itu intens, namun ia beralih ke bibir mungil berwarna pink cherry, membuat Wonwoo seakan kalap.
Chup~
sebuah benda kenyal menempel kepasa bibir yerin, membuat sang empu terdiam, masih shock dengan apa yang ia rasakan, Wonwoo mencium bibir mungil yerin, mendiamkannya cukup lama, lalu melepaskan tautan ciuman mereka, menatap yerin yang masih mengeluarkan air mata, namun wajahnya begitu menggemaskan, dia shock.
"uhm.."
Chup
Chup
Yerin menutup matanya ketika Wonwoo dengan pelan mengecup kedua matanya, lalu dengan lembut menghapus air matanya, Yerin menatap Wonwoo, namun dengan pandangan kesal, tentu saja kesal, frist kiss nya telah diambil oleh orang yang ia tidak kenal.
"tenanglah adikmu aman" ucap laki laki bersuara bariton tersebut, Yerin kemudian bernafas lega, mendengar adiknya aman, namun pandangannya kembali kesal ketika menatap laki laki tersebut.
"Kamu! Sebenarnya siapa?! Kenapa kamu berani beraninya mencium ku?!" ucap Yerin kesal, ia menunjuk Wonwoo, ah Wonwoo sampai lupa, dia tadi mencium yerin, jangan salahkan wonwoo karena yerin lah yang begitu menggoda dirinya.
Bukannya menjawab Wonwoo malah beranjak dari kasur membuat Yerin kesal setengah mati, ingim cepat cepat menendang laki laki ini pergi dari hadapannya.
"Jeon Wonwoo" ucap Wonwoo, Yerin terdiam, ia menatap Wonwoo kesal,
"Itu namaku" ucap Wonwoo, kerena mengerti yerin tidak mengerti maksudnya, Yerin menatap wonwoo tajam, ia sangat tidak mau tau tentang laki laki bernama Jeon Wonwoo itu.
"istirahatlah" ucap Wonwoo, lalu menutup pintu kamar tersebut, Yerin menatap pintu kamar tersebut, lalu bernafas lega.
"Kenapa jantung ku menjadi tak terkontrol gini?!" batin yerin memegangi dimana letak jantungnya sendiri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.