Hai semua apa kabar?
Selamat membaca❤️
****
Disaat semua orang masuk ke kelas untuk belajar lain halnya dengan Hugo Darrel Abraham beserta kelima temannya yang salah satunya adalah kakak dari Anet yaitu Kelvin. Mereka berlima masih duduk di kantin dengan santai menunggu kejaran dari guru BK, hampir setiap hari mereka melakukan itu.
Karena prinsip keenam orang ini adalah, sekolah itu dibawa asik, jangan tegang kerjain tugas sama belajar mulu. Salah satu contohnya yaitu dikejar guru BK. Kalau nggak ngerjain tugas kejar-kejaran sama guru mapel dan guru BK, bagian yang paling serunya kalau udah masuk ruang kepsek abis itu panggil orang tua nah itu udah di tahap epic.
"Eh nanti kalau mau masuk kelas kita lewat lapangan ya," ujar Yoga.
"Ngapain lo mau lewat lapangan kurang kerjaan amat ada jalan pintas malah cari yang muter jauh," ujar Satya
Hugo yang mendengar itu langsung merangkul bahu Yoga,
"Alah, paling temen lo ini mau lihat dedek-dedek gemes. Ya kan Ga?"
"Lo emang sohib gue yang paling pengertian Go, terharu gue jadi temen lo," balas Yoga sambil memperagakan seakan-akan mengelap air mata yang membuatnya mendapat tampolan di pipinya dari Laksa.
Kelvin yang mendengar itu jadi mengingat adiknya Anet. Bagaimana nasib adiknya itu apakah dia mendapat hukuman?
Gini-gini Kelvin itu tipe kakak yang sayang sama adeknya, makanya dijaga banget si Anet sama kakaknya.
"Ckckck lo semua baru mau lihat, gue dong udah gebet satu orang cakep lagi gemesin gitu mukanya," celetuk Laksana yang memang berangkat lebih pagi dari pada teman-temannya katanya cuma buat gebet ciwi-ciwi di sekolah. Apa hubungannya coba datang pagi sama gebet cewe.
"Heh mie Laksa gak usah sok kecakepan deh muka kayak panci baru aja songong," sahut
Alfred sambil melempari Laksa dengan kuaci.
"Panci baru itu terlalu bagus buat dia. Sekalian aja panci gosong, lo kalau mau ngehina orang jangan setengah-setengah," celetuk Hugo yang mendapat kekehan dari teman-temannya.
"Babang Kelvin kok dari tadi diem-diem bae kayak banyak masalah banget masnya, cerita dung ke cowok-cowok imut ini,"
Kelvin yang mendengar itu langsung memperagakan seakan mau muntah,
"Ewh imut-imut pala lo noh imut,"
"Ya masalahnya lo diem amat gak bacot kayak biasanya, ngapa lau? Abis putus cinta apa gimane?" tanya Satya.
"Ck gue mikirin adek gue tadi dia telat padahal kan ini hari pertama dia masuk sekolah ini, takutnya dia di hukum yang berat-berat. Mana mukanya tadi panik banget pucet lagi, terus yah pas dia turun dari mobil gue lihat dia kayak gemetaran gitu. Kan gue gak tega sekalipun dia nyebelin tapi gue gak tega aja gitu, belum lagi kalau dia ngadu ke nyokap wah bisa-bisa gue nggak jajan sebulan." cerocos Kelvin tanpa melihat wajah temannya yang melongo melihatnya karena omongannya yang panjang dan lebar.
"HAH! APA! ADEK LO YANG MISTERIUS ITU MASUK KE SEKOLAH INI?!" tanya Yoga dengan lebay sambil berteriak, yang kemudian diangguki oleh Kelvin.
"Gile gile, akhirnya kita jadi tau adeknya Kelvin kawan." Kelvin hanya menatap sinis manusia itu yang suaranya menggelegar bagai toa mesjid.
"Emang lo gak nemenin dia gitu?" tanya Alfred kemudian tanpa menghiraukan ke lebay-an Yoga.
"Enggak, padahal dia minta ditemenin tapi gue bilang harus berani sendiri. Nah kan gue jadi ngerasa bersalah. Kampret banget gak tuh,"
"Enggak tuh. Kan yang salah adek lo ngapain dia pake acara telat," ujar Hugo dengan entengnya sambil meminum es teh manisnya.
"Ah tau lah, nanti gue tinggal minta maaf kayak susah amat tinggal di beliin ice cream juga luluh dia pasti," ujar Kelvin dengan percaya diri.
KAMU SEDANG MEMBACA
HUGO
Fiksi Remaja"SEBAGIAN CHAPTER DI PRIVATE FOLLOW DULU BARU BISA BACA" **** Seorang Hugo Darrel Abraham yang terkenal dengan ketampanannya juga kebiasaannya yang selalu berceloteh, tertawa, dan nyinyir ke orang lain, jangan lupakan juga sifat nakalnya yang suka t...
