Story by: Chris Kalfani
Karakter, tempat, keyakinan, dan peristiwa dalam cerita ini adalah fiktif. Kemiripan dengan kejadian sebenarnya adalah kebetulan
06. Kelekatu
Baekhyun memandang pepohonan di pinggiran jalan, mengabaikan orang yang tengah menyetir. Walaupun dia tahu bahwa Chanyeol selalu mencuri pandang ke arahnya.
Setelah pertemuan keduanya di depan rumah Baekhyun, lelaki tinggi itu dengan impulsifnya mengajak Baekhyun untuk pergi. Membunuh waktu sebelum pagi datang sebagai alasannya yang bodohnya disetujui oleh Baekhyun.
Laki-laki dengan senyuman bulan sabit dan kaki yang diperban itu menoleh ke arah Chanyeol sambil menggaruk hidungnya canggung. Entah setan apa yang merasukinya hingga dia mengikuti laki-laki ini dengan senang hati.
"Kita akan ke mana?" tanya Baekhyun pada akhirnya. Sejak tadi dia hanya melihat pohon di sekeliling jalan. Lagipula dia sedikit curiga bahwa Bapak Presiden di sampingnya ini ingin menculiknya atau sesuatu.
"Rumahku," jawab Chanyeol singkat.
Sebenarnya, dia hanya ingin mengajak laki-laki pendek di sampingnya ini untuk berjalan-jalan, namun mengingat kaki Baekhyun yang cedera akan lebih baik dia bisa beristirahat.
Logika kedua orang tersebut sepertinya sudah hilang ditelan bumi.
Baekhyun yang dengan entengnya ikut dengan laki-laki yang bahkan bisa dibilang asing itu sedangkan Chanyeol mencari alasan yang sebenarnya sangat bodoh hanya untuk membawa Baekhyun. Kenapa mereka berdua tidak terus terang saja berkata bahwa mereka ingin menghabiskan waktu bersama?
"Aku tidak enak dengan istrimu." Pada akhirnya Baekhyun menolak, mengerutkan kening ketika mendengar Chanyeol akan mengajak ke kediamannya.
"Bukan kediaman resmiku, Baekhyun."
"Lantas."
"Rumahku dengan kakek."
Baekhyun semakin tidak paham. Dia tahu bahwa kedua orang tua Chanyeol meninggal dan hanya ada kakeknya yang merupakan pensiunan petinggi di militer. Bukan rahasia umum lagi bahwa keluarga Chanyeol merupakan keturunan keluarga bangsawan sejak negara ini masih dalam bentuk kerajaan. Tetapi tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kakek Chanyeol sekarang.
Banyak rumor yang mengatakan bahwa kakek Chanyeol sudah meninggal, bahkan ada yang bilang juga kakek Chanyeol lumpuh dan tidak bisa melakukan apa pun. Keluarga Chanyeol merupakan rahasia yang bahkan mertua Chanyeol pun tidak bisa mengetahuinya. Lantas, kenapa dia tiba-tiba mengajak Baekhyun untuk ke rumah itu. Apa dia tidak takut kalau Baekhyun mengetahui rahasia keluarganya?
"Aku tidak berpikir bahwa kau akan membocorkan rahasia keluargaku," ucap Chanyeol seperti mengerti isi pikiran Baekhyun. "Lagipula aku tidak memiliki rahasia di rumah itu."
Baekhyun melirik Chanyeol sekilas. "Aku tidak pernah mendengar kabar kakekmu. Banyak gosip yang beredar."
"Yeah, beberapa bahkan mengatakan kematian kedua orang tuaku sebuah konspirasi," balas Chanyeol dengan nada bercanda. "Tetapi semua gosip itu tidak benar pun aku juga tidak ingin meluruskannya. Kakekku masih sehat, bahkan dia masih bisa menembak."
Jawaban Chanyeol yang tidak diduga membuat Baekhyun kaget. Kenapa laki-laki dengan satu dimple itu dengan mudahnya memberikan jawaban yang sebenarnya di rahasiakan bahkan untuk seluruh orang. Baekhyun jelas bahwa mereka ini tetap saja masih orang asing.

KAMU SEDANG MEMBACA
GAHARA
FanfictionChanbaek: Gahara Situasi kita persis seperti masa lalu bahkan ketika dunia berubah begitu hebatnya. Enigma tentangmu, kesialanku yang sekali lagi jatuh untukmu, sakit hati dari masa lalu yang menggempur hatiku. Kau---Park Chanyeol---bahkan kematian...