"Sahabat adalah orang yang sanagt berharga setelah keluarga"
Happy Reading Guyyss.....
Lamunan Ara buyar saat suara musik kesukaannya bertukar dengan bunyi dering handphone. Ara pun segera mengangkatnya. Tak butuh waktu lama, cerocosan seseorang sudah terdengar dari seberang sana.
"Araaa!!"
"Lo kemana aja sih?! "
"Kenapa ngak balas pesan gue!! "
"Lo ngak lupa kan?"
"Sekarang lo udah dimana? "
"lagi ngebo ya lo"
"Lo hadir kan sekarang? "
" woi Araaa"
"Kemana sih lo?! "
"Woi ngomong dong. gue udah kayak orang gila nih, dari tadi marah-marah aja"
Ya, kalian pasti udah tau siapa dia. Siapa lagi kalau bukan Aini, sahabat Ara yang sangat cerewet. Walaupun begitu, tanpa Aini mungkin hidup Ara tak secerah ini. Karena Aini lah yang mampu membuat senyuman terbit di wajah Ara. Seperti saat ini, hanya dengan mendengar ocehan Aini, itu semua dapat membuat Ara tertawa dalam diam.
"udah marahnya? "
"hehehe... Udah kok ra. "
"sekarang! gua lagi yang ngomong dan lo jangan motong sampai gue selesai bicara. Setuju? "
"Setuju!! "
"so, sekarang gue udah di parkiran"
"udah? "
"udah"
"lo cuman bilang segitu, tapi lo nge larang gua buat motong ucapan lo. Lo ngomong sependek itu gimana caranya gua mau motong tolol. HEH!! Lo bikin gua--"
Ucapan Aini pun terpotong karena Ara yang mematikan sambungan nya secara sepihak."Ra, yok kita masuk" ucap Kak Kiki. Kak Kiki yang melihat Ara tetap asyik dengan ponselnya pun merasa jengkel. Kak Kiki pun mengambil ponsel Ara secara paksa. "Ara ayo cepetan, mau gua tinggalin lo?!"
Ara pun meminta maaf sambil dirinya sibuk mengambil barang-barang pribadinya. Ara juga tidak lupa membawa setumpuk tugas yang tak sempat ia kerjakan karena kesibukan syutingnya. Tugas tersebut akan ia kerjakan jika ada waktu senggang.
Ara bergegas mengikuti Kak kiki yang telah dulu pergi meninggalkannya. Karena Ara belum sempat bersiap-siap, maka Ara harus ke ruang persiapan terlebih dahulu sebelum ia berjalan menuju karpet merah.
"Ara... Ara" ucap Aini sambil geleng-geleng kepala. " Lo kok belum siap-siap juga sih. udah deh, cepetan siap-siap. gua tunggu di luar." lanjutnya sambil mendorong Ara agar segera bersiap.
Ara nyengir, " okeh Aini cantik"
butuh waktu sekitar satu setengah jam untuk Kak Kiki dan para penata rias untuk mempercatik penampilan Ara. Kak Kiki pun mengeluarkan pakaian yang telah ia siapkan tadi pagi-- gaun warna merah muda--. Penata rias pun menata rambut Ara. kali ini Ara memilih untuk menyanggul rambutnya, dengan membiarkan sedikit teruarai di bagian depannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
When 17 Years
Teen FictionSendirian.. Sudah hal yang biasa bagi Ara. Ara kira hidupnya bakal bahagia setelah mendapatkan beribu prestasi di sekolah dan karirnya yang sedang di puncak kesuksesan. Ternyata ia salah. Bahkan masalah hidupnya menjadi lebih berat. Ara merasa ia me...