6

565 74 7
                                    

"Selamat pagi Tuan, pesawatnya akan segera take off." Ucap salah seorang pramugrari sopan kepada Saga. Saga lalu berdiri dan berjalan ke arah Wendy dan Citra. Tanpa sepatah kata apapun Saga menggenggam tangan Wendy dan menuntunnya berjalan bersama menuju pesawat.

Seluruh koper mereka dibawakan oleh pramugrari, sehingga yang perlu Wendy lakukan adalah mengikuti langkah Saga. Menuruti kemanapun dia pergi membawanya.

Mereka lalu sampai didalam ruang pesawat. Pesawat itu hanya memiliki sekitar sepuluh kursi saja. Saga menuntun Wendy untuk duduk disebelahnya, sedangkan Citra memilih duduk di bangku yang agak belakang, pinggir jendela.

Pilot mengatakan untuk mereka memakai sabuk pengaman karena pesawat akan lepas landas, Wendy melihat sekeliling. Hanya ada mereka bertiga disana.

"Ga.. Kok pesawatnya kosong?" Bisik pelan Wendy.

"Private airplane." Jawab Saga tanpa menoleh ke arah Wendy.

"Jadi.. Cuma kita bertiga saja yang pergi liburan ya?" Tanya pelan Wendy.

"Enggak. Ada teman-teman aku yang udah nyampe sana." Jawab Saga lalu menolehkan pandangannya ke wajah Wendy. "Nanti aku kenalin kamu ke mereka ya..." Ucapnya sambil sedikit tersenyum.

"Iya ga..." Jawab Wendy.

Citra benar, teman-teman Saga ikut dalam liburan kali ini. Jujur, ketika melihat Saga tersenyum seperti ini, Saga terlihat manis. Seandainya Saga orang normal, Wendy bukankah dia sangat sempurna?

Pesawat mereka pun akhirnya lepas landas, disepanjang jalan Saga tidak pernah melepaskan genggaman tangan Wendy. Seakan-akan tangan itu adalah tangannya.

Perjalanan mereka menghabiskan waktu sekitar dua jam dari Jakarta. Pulau pribadi keluarga Dirgantara terletak tidak begitu jauh dari pulau Lombok. Wendy bisa melihat betul dari jendela betapa indahnya pulau itu, dengan pasir pantainya yang berwarna putih ke pink-an, air laut jernih biru dan banyak pohon-pohon rindang.

"On behalf of The Airlines and the entire crew, I’d like to thank you for joining us on this trip. We are looking forward to seeing you on board again in the near future. Have a nice day!"

✨✨✨

Sekarang Wendy memasuki rumah pondok khusus pribadi untuk dirinya, persis disebelah rumah pondok Saga. Citra berada dirumah pondok beberapa meter dari kawasan rumah pondok mereka. Entah mengapa Wendy merasa sangat bersyukur, fakta bahwa dia dengan Saga memiliki kamar bahkan rumah yang terpisah.

Wendy tau, walaupun Saga sangat menakutkan, dia akan tetap mempertahankan harga dirinya. Hanya suaminya lah yang boleh mengambil hal itu dari dirinya. Wendy yakin dia sanggup menolak Saga.

Saga bilang mereka akan makan malam bersama pukul tujuh di tepi pantai. Untuk saat ini Wendy hanya ingin beristirahat dulu saja. Dia baru saja keluar dari rumah sakit sehingga dia merasa belum sehat total. Saga berkata Wendy bebas memesan apapun makanan yang dia inginkan. Jadi Wendy menelfon petugas hotel dan memesan beberapa kudapan untuk dia santap didalam kamar.

Tiba-tiba handphonenya berbunyi tanda ada panggilan dari bude nya.

"Hallo bude.."

"Nduk, kamu dimana? Daffa cerita kamu posting di medsos gambar pantai, gak kuliah, nduk?" Tanya bude Ayu yang sepertinya melihat postingan snapgram di akun media sosial Wendy.

Wendy menghela nafas, dia memikirkan berbagai kebohongan untuk menutupi alasan keberangkatan nya. Wendy tidak mungkin jujur bahwa dia pergi karena saran dari dokter setelah mentalnya terganggu akibat melihat pembunuhan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri.

"Aku punya teman sekelas anak orang kaya namanya Citra, dan keluarganya mengundang aku untuk ikut liburan bersama menginap di Puteri Duyung Cottege, Ancol. Minggu ini belum ada tugas kuliah kok bude, hanya dua hari aja, kapan lagi liburan gratis di cottege mahal?" Bohong Wendy. Sekarang dia pun menyesali update instagramnya.

"Oalah kalau ada keluarga temanmu ya tidak apa-apa, lagipula urusan kuliah bude percaya kamu tau yang terbaik, yang penting kamu aman. Soalnya kan sekarang lagi heboh kasus pembunuhan berantai, seram nduk." Balas Bude Ayu.

Wendy menghela nafas kembali, mungkin dia memang aman dari si pembunuh berantai itu, tapi masalahnya ada pembunuh lain yang berada didekatnya.

"Tenang aja bude, Wendy akan hati-hati kok." Balas Wendy lalu menutup telfonnya setelah mengucapkan salam.

Wendy rebahan di kasurnya yang sangat empuk sambil memakan kentang goreng dan pie susu. Dirinya menyalakan televisi untuk mencari sebuah hiburan, hingga tayangan yang sedang gempar di Indonesia sedang diberitakan.

Jadi ada kasus pembunuhan kembali?

Selamat siang pemirsa, pagi hari tadi telah ditemukan sesosok mayat laki-laki dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Tubuhnya robek dan seluruh isi perutnya terkoyak keluar. Kedua bola mata mayat itu juga tidak pada tempatnya. Diyakini bahwa korban mengalami penyiksaan sangat brutal secara hidup-hidup.

Mayat tersebut ditemukan warga yang sedang berangkat sholat shubuh dekat dengan alun-alun di Jakarta Timur. Setelah dilakukan penyelidikan selama hampir enam jam oleh tim forensik Indonesia, bisa dipastikan bahwa pelakunya adalah sang pembunuh berantai yang selama ini belum dapat ditangkap. Hal ini dikarenakan pada tangan kanan mayat tersebut terdapat jaitan tertulis Sirius.

Publik kini resah, rasa kepercayaan kepada pihak kepolisian dan aparat negara menurun drastis. Ini merupakan korban ke 37 yang ditemukan sangat mengenaskan seperti ini, dan cara pembunuhannya pun semakin brutal.

Walaupun sudah memakan banyak korban, pihak kepolisian masih belum menemukan satupun clue identitas dari Sirius.

Sekian berita dari CNN Indonesia, selamat siang.

Wendy langsung membuka handphonenya dan mencari berita di internet. Pembunuhan baru lagi oleh Sirius, sang psikopat ulung yang belum tersentuh identitasnya oleh kepolisian dan detektif di Indonesia.

Ada yang bilang bahwa pembunuhan pertama berisikan informasi paling banyak karena meninggalkan berbagai ketidaksempurnaan sebagai bukti. Tetapi sayangnya berkas kasus lima pembunuhan pertama oleh Sirius telah hangus terbakar bersamaan dengan terbakarnya gedung kepolisian pusat tiga tahun lalu.

Kini setelah itu kasus Sirius telah dipindahtangankan oleh Badan Intelejen Negara Indonesia, berkas-berkasnya tersimpan rapat di kantor pusat mereka. Namun sayang, pembunuhan berantai oleh Sirius telah sangat sempurna. Meninggalkan tanpa bukti, tanpa tanda selain jahitan namanya. Hal itu membuat ketakutan diantara masyarakat, karena Sirius seperti bangga akan hasil kerjanya, dia selalu meninggalkan para korban di pusat kota, untuk memamerkannya dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

Satu hal yang diyakini oleh pihak kepolisian, bahwa Sirius menetap di Jakarta karena 28 dari 37 korbannya ditemukan di Jakarta.

Wendy memijit pelipisnya, semboyan hidup di Jakarta keras memang benar adanya. Dari para gangster hingga pembunuh berantai ada di kota ini. Fakta bahwa banyak orang-orang berbahaya yang haus darah membuatnya merinding, jauh dilubuk hatinya ada rasa penyesalan dirinya pindah ke Jakarta.

Wendy mematikan televisinya, dia memasang alarm di handphonenya pukul lima sore, sesuai dengan keinginan Saga untuk makan malam bersama pukul tujuh dengan teman-teman Saga yang juga orang-orang berbahaya. Wendy telah bertemu dengan salah satunya, Kenzo, yang memiliki tato di sekujur lengan tangan kanannya.

Hal itu membuat Wendy sedikit takut dan tidak percaya diri. Tapi setidaknya nanti ada Citra yang cukup normal seperti dirinya.

✨✨✨

Jangan lupa vote dan komen ya!

Aku sebenarnya lagi mau selesaiin ceritaku yang satunya baru fokus ke cerita ini tapi karena lagi kepikiran Saga jadi tulis chapter baru ini deh hehe~

MY PSYCHOPATH BOYFRIEND (WENGA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang