Naruto mengantar Hinata bekerja hari ini. Lantunan lagu yang terdengar dari radio mobilnya membuat suasana lebih terasa ramai. Dengan irama lagu yang tidak terlalu cepat, maupun tidak terlalu pelan.
Biasa-biasa saja.
And im believe with you...
Believe in heaven...
I know, you know what i mean right...
Naruto membesarkan sedikit volume suaranya. Menekan tanda (+) Ia ikut bernyanyi.
Indeed. You're indeed, honey...
You are right... You are right...
I love you....
I love you...
Hinata mengecilkan volume suara radio mobil, seperti semula. Pagi-pagi seperti ini ia harus mendengar lagu cinta.
Naruto menghentikan nyanyiannya, lalu memandang Hinata sekilas yang mengalihkan pandangannya pada jalanan. Jendela kaca mobil setengah terbuka. Membuat udara masuk serta rambut Hinata tertiup angin pagi.
Padahal AC di mobil Naruto dalam keadaan menyala.
"Kau tidak suka lagunya, ya, Hinata?" Tanya Naruto. Mata birunya fokus pada jalanan. Tangan kanannya bergerak menekan off untuk mematikan radio mobilnya.
Hinata menoleh pada Naruto, "Tidak, Naruto-kun. Suara musiknya terlalu
keras."
Naruto tersenyum. Pria itu tau kalau Hinata bohong. Ia tidak terlalu suka lagu cinta-cintaan. Mereka sudah lama berteman. Jadi, Naruto sudah tau apa saja yang Hinata suka dan tidak suka.
Lalu, kenapa di putar lagu cinta?
Tidak ada. Naruto hanya ingin mendengar dan menyanyikannya saja.
Tidak ada maksud apa-apa.
"Baiklah. Kalau begitu...," Naruto menekan gas di bawah kakinya sedikit dalam, menambah kecepatan untuk sampai di tempat Hinata bekerja.
*****
Hinata merapikan rambutnya yang berantakan akibat Naruto membawa mobil terlalu kencang. Setelah selesai, gadis itu membuka pintu dan turun dari mobil.
Hinata mengenakan kemeja warna putih di padukan rok lurus sebatas lutut berwarna hitam. Sepatu berhak tinggi 10 cm. Dan tas tangan warna hitam.
Hinata menutup pintu mobil, lalu berjalan melewati kaca depan mobil Naruto dan berhenti ketika Naruto membuka jendela kaca mobilnya.
Hinata menunduk menyejajarkan dirinya dengan Naruto, "T-terima kasih, Naruto-kun."
Naruto menggangguk, "Kerja yang baik, ya, Hinata," Ujar lelaki Uzumaki itu. Bibir tipisnya tersenyum.
Hinata menggangguk, "Naruto-kun juga. Kerja yang baik, ya," Hinata berkata sama dengan Naruto katakan.
Naruto tertawa begitu juga dengan Hinata. Keduanya tertawa. Walaupun lebih keras Naruto. Gadis Hyuuga itu tertawa, tangannya di kepal, lalu di letakkan dekat mulut.
Naruto berhenti tertawa, "Aku pergi dulu, ya, Hinata."
Hinata mengangguk, "Hati-hati di jalan, Naruto-kun."
"Tunggu aku, ya, Hinata," Naruto berkata lagi.
Hinata mengangguk, "Baik," Ujar Hinata sambil tersenyum.
Naruto tersenyum, "Sampai jumpa nanti."
Naruto menutup kaca jendela mobilnya, lalu menyalakan mesin mobil. Hinata melambaikan tangannya ketika mobil berjalan meninggalkan dirinya dan gedung kantor.
Ketika mobil Naruto sudah menjauh, Hinata menurunkan tangannya.
Tunggu aku, ya, Hinata.
Entah kenapa setiap kali Naruto berkata seperti itu, hatinya tiba-tiba berhenti berdebar. Lalu, berdebar dengan cepat.
Hinata juga tidak mengerti kenapa
seperti itu. Padahal, sejak mereka bersahabat, Naruto selalu mengatakan itu padanya.
Tunggu aku, ya, Hinata.
Hinata mengetuk kepalanya beberapa kali. Membuang kalimat yang di katakan Naruto padanya. Ia sudah sering mendengar kalimat itu dari Naruto dan Hinata tidak mau berpikiran macam-macam.
Hinata berbalik, lalu berjalan menuju kantornya.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
7 Days with Naruto-kun
RomansaApa yang di lakukan Naruto dan Hinata selama 1 minggu?
