05 | PEMBAGIAN RAPOT

511 52 3
                                        

Hari ini Zenith tampak ramai di karenakan para orang tua tengah mengambil rapot hasil belajar anaknya masing-masing. Sambil menunggu ibunya di dalam kelas, Akhtar duduk di lorong kelas sendirian. Teman-temannya sedang berada di kantin dan ia memutuskan untuk diam sendirian disini. Kedua retinanya fokus melihat akun instagram yang beberapa hari ini ia cari.

Sesekali bibirnya menyeruput kopi menciptakan sensasi dingin di tenggorokan dan kembali menatap ponsel. Untuk saat ini ponselnya begitu sangat menarik.

Hanya ada empat postingan milik Azel dan semuanya foto gadis itu. Dari semua postingan hanya satu yang paling menarik. Postingan terakhirnya.

Azel yang tersenyum menatap kearah kamera. Tanpa sadar sudut bibirnya terangkat. Azel memang cukup cantik. Kulitnya putih, bibirnya tebal, bola matanya berwarna coklat terang. Sama seperti bola mata miliknya.

Gadis itu jika tidak sedang marah-marah lumayan juga menurutnya.

Gadis itu jika tidak sedang marah-marah lumayan juga menurutnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Wey siapa nih? Gebetan baru?"

Akhtar segera menekan tombol power  ketika Gabriel datang mengejutkan dirinya dari arah belakang. Tanpa sadar Akhtar sudah mengklik icon follow.

"Ciee gebetan baru ya?" Gabriel duduk di samping Akhtar, pandangannya tertuju pada Akhtar sepenuhnya. Mata lelaki itu mengerling jahil.

"Sotoy."

"Iya juga gapapa kali, Thar. Gas terus jangan sampe ketikung."

"Gue liat-liat cantik juga." Akhtar mendengus mendengar Gabriel semakin menggodanya.


"Tar, jangan lupa kenalin ya," sahut Gabriel.

Akhtar tak menanggapi permintaan Gabriel, ia segera menghampiri ibunya yang sudah keluar dari kelas.

"Kamu mau ngumpul dulu?"

"Iya abis anterin mama pulang."

"Kamu gak mau nanya peringkat kamu?" Yasmine menatap putranya yang nampak tak acuh.

"Males"

"Nilai fisika kamu pas kkm banget. Matematikanya lumayan bagus dapet B, nih kamu alfa tiga kali, sakit dua kali ...." Dahinya mengernyit kala melihat kolom tidak hadir di kertas rapot.

"Kamu emang pernah sakit?"

"Ya pernah lah, Ma. Semua manusia pasti pernah sakit," jawab Akhtar cepat.

Yasmine menyipitkan matanya. "Kamu bolos ya? Ini juga ada alfa 3 kali, kamu kemana? Perasaan mama kamu tiap hari berangkat sekolah."

Akhtar terdiam tak tahu harus beralasan apa. Mencoba memberi alasan selogis mungkin agar tidak mendapatkan amukan dari sang ibunda.

The Strait of GibraltarCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang