"5 tahun kamu pergi untuk mengejar mimpi....percayalah. Aku tidak pernah melirik wanita lain. Hanya kamu yang menarik di mataku." Yoona mengelus pipi mulus wanita itu dengan ibu jarinya.
"Terima kasih, Mas. Mau menungguku sampai aku kembali. Aku sangat merindukanmu." Keduanya mengurangi jarak diantara wajah mereka, merasakan nafas mereka menjadi satu.
"Aku juga, Jihyo." Yoona mengambil inisiatif dan menempelkan bibirnya pada bibir merah wanita itu. Membiarkannya sebentar sebelum melumat pelan. Keduanya berciuman cukup lama, sebelum si wanita mendorong pelan dada Yoona. Mereka langsung mengambil nafas, berbalas senyum.
"Aku mencintaimu, Jihyo."
"Aku juga mencintaimu, Mas."
"Yak! Cut! Mantap sekali kalian berdua! Chemistry nya dapat dan kerja yang bagus Kwon, kau membuatnya lebih terkesan menikmati. Suzy, senyum mu manis sekali di akhir, saya suka." Sutradara mengintervensi dan mengevaluasi akting kedua aktornya.
"Terima kasih, Pak."
"Oke! Istirahat 20 menit sebelum adegan selanjutnya!" Mendengarnya, Yoona berjalan menuju kursinya untuk istirahat. Ia juga tak lupa memuji akting lawan mainnya, sebelum duduk di kursinya.
"Kwon, sehabis syuting. CEO ingin mengajak mu makan malam bersama." Yoona mengerang tidak suka, dia pengennya langsung pulang dan bermain bersama Wonyoung.
"Penting nggak sih? Kalo cuma bahas jadwalku, skip."
"Kurang tau. Tapi yang jelas CEO ingin membahas mengenai pekerjaan rangkap mu. Tentang menjadi Direktur untuk perusahaan ayahmu dan karir mu." Yoona melirik manajernya sekilas sebelum menatap kosong ke depan sebentar.
"Baiklah. Bisa berikan handphone ku? Aku ingin mengabari istriku." Manajernya memberikan apa yang ia mau dan si sulung Kwon langsung mengirim pesan kepada istrinya bahwa ia akan pulang tengah malam atau bahkan subuh. Mengingat CEO agensi nya pasti akan mengajaknya minum dan mengobrol sampai pria tua itu tepar.
Setelah mengirim pesan, Yoona menyerahkan kembali handphonenya kepada manajer dan memilih untuk menghafalkan naskah. Sebelum, Suzy, aktris yang menjadi lawan mainnya datang.
"Ehm, Mas Yoona?" Yoona mendongak dan langsung tersenyum cerah mendapati juniornya di industri hiburan berdiri di depannya.
"Iya, Suzy? Ada yang bisa saya bantu?" Senyum Yoona semakin merekah mendengar suara indah si aktris papas atas di hadapannya.
"Untuk adegan 30, bisa latihan bareng? Saya agak kesusahan untuk mendapatkan emosi yang tepat." Suzy tersenyum dengan pipi tersipu.
"Boleh. Dan jangan terlalu formal ah. Pake aku-kamu aja. Umur kita nggak jauh-jauh amat." Senyum Yoona perlahan berubah menjadi seringai genit.
"Uhm...baik mas." Suzy melempar senyum manis andalannya. Si bapak satu anak itu menaikkan alisnya, lalu menyuruh manajernya untuk mengambil kursi Suzy agar duduk di sebelahnya.
"Jadi, sebelum kita mulai. Boleh nggak aku kenal lebih tentang kamu. Untuk membangun chemistry." Ucap Yoona disertai senyum penuh arti, yang kemudian mendapatkan tendangan di kursinya dari manajernya hingga ia hampir terjungkal ke samping.
"Uhuk! Uhuk! Modus...Uhuk! Uhuk!" Yoona melirik tajam si manajer yang pura-pura terbatuk, sebelum beralih kembali pada wanita cantik di depannya ini.
"Boleh kok." Jawab Suzy malu-malu. Yoona tersenyum penuh kemenangan. Dan keduanya pun memulai latihan. Ralat, hanya Suzy, karena Yoona sibuk curi-curi pandang selagi sesekali melempar pertanyaan tidak penting.
KAMU SEDANG MEMBACA
{MASIH} SAH
AcciónCerita Rumah Tangga Keluarga Kwon, Kim, dan Choi yang tinggal satu komplek. "Selingkuh itu gunanya apa sih? Toh kemana-mana cantikan istri sendiri." - Kwon Yuri, mantan fakboi kelas kakap. "Selingkuh itu boleh kok. Asalkan diam-diam." - Kim Taeyeon...
