Waktu tidak selalu dapat menyembuhkan luka. Terkadang kau harus tumbuh didalamnya dan berusaha untuk menahan pedihnya lalu kemudian mencari obat penahan rasa sakitnya. Untuk seorang Jeon Jungkook yang memiliki luka tak kasat mata diseluruh tubuhnya, harus menahan rasa sakitnya itu dengan meneguk sebuah pil. Kerja pil itu hanyalah sebagai pain killer, jadi tidak akan menyembuhkan. Namun ketika sepasang mata indah milik gadis didepannya ini menatapnya bingung, membuat sekujur tubuhnya membeku, jantungnya seakan berhenti bekerja memompa darahnya yang membuat kinerja otaknya semakin melemah.
To say Jungkook was hypnotised would be an inderstatement."Hey, kau terlihat tidak asing. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya gadis itu membuyarkan lamunannya.
"Uhmm, sepertinya kau salah orang nona" jawabnya gugup.
"Tidak-tidak, rasanya aku pernah melihatmu sebelumnya, entahlah aku lupa dimana tapi kurasa memang aku pernah melihatmu disuatu tempat" seru gadis itu tak mau kalah.
Jungkook lalu membuang nafasnya kasar. Percuma saja menutupi identitasnya dari sigadis keras kepala ini. Sekeras apapun dia mencoba untuk bersembunyi dibalik helm nya itu, gadis itu masih akan dengan mudah mengenalinya meskipun tidak begitu detail. Namun cepat atau lambat dia pasti akan mengingatnya karena belum sedetik lelaki itu berfikir untuk menghindari tatapannya, gadis itu sudah kembali membuka belah bibir manisnya dan berkata.
" ahh aku ingat, kita pernah bertemu dikampusku Seoul National University, kau bersama Hobi Oppa waktu itu, apakah kalian berteman? Apakah kau mahasiswa dikampusku juga?" Kata gadis itu panjang lebar membuat pria bergigi kelinci itu takberkikuk.
Setelah berhasil mendapatkan kesadarannya kembali lelaki itu membenarkan posisi duduknya tegak dikursi kemudi kemudian melajukan mobilnya tanpa menghiraukan gadis disebelahnya yang menatapnya bingung. Entah apa yang sedang dipikirkan gadis itu, apakah gadis itu berencana akan mengungkapkan identitasnya kepublik? Mengingat dia dapat saja melakukannya karena berprofesi sebagai model. Tiba-tiba Jungkook menyampingkan mobilnya disamping jalan membuat Lisa kembali bingung.
"Hey apa yang kau lakukan? Kenapa berhenti disini? Apa kau akan membunuhku karena aku mengetahui identitasmu? Tenanglah aku tidak mengetahuinya, aku tidak mengetahui namamu, aku juga tidak pandai menggambar, jadi sudah pasti aku tidak akan melaporkan kejadian ini. Hey apa kau tidak mendengarkanku? Brengsek! Jalankan mobilnyaa!!!!"
Teriaknya histeris, gadis itu bahkan mengatakan kalimatnya dalam sekali nafas, bahkan dapat bersanding dengan rapper milik girlgroup terbesar didunia dari negara mereka blackpink-Jennie.Setelah diliriknya motor yang dikendarai Hoseok berhenti dibelakang mobil yang dikendarainya, lelaki itu lalu memerintah si gadis untuk keluar kemudian memberikan signal kepada hyungnya untuk masuk kedalam mobil.
Sontak membuat Lisa berteriak tak percaya dengan tingkah lelaki itu. Astaga... gadis itu bahkan sampai berfikir lelaki panglima perang itu tidak memiliki hati, mungkin hatinya sudah dimakan anjing.🚀
Jungkook POV
"Hyung, gadis itu masih mengingat wajahku. Dia bahkan masih ingat dengan jelas dimana dan dengan siapa dia melihatku" Kataku kepada Hobi hyung setelah mengatur napasku beberapa saat.
Kutatap wajah Hobi hyung untuk mencari tahu reaksinya namun yang kudapati hanyalah wajah tenangnya, Ia bahkan sempat menyunggingkan senyumnya dengan jahil.
"Hyung come on, bukan saatnya bercanda! Bagaimana jika Lisa membuka mulutnya? Jangan lupa dia adalah seorang model hyung, dia memiliki panggung untuk itu" tambahku kesal yang dibalas Hobi hyung dengan senyuman. Sial, apakah hyung-ku ini kesambet hantu wanita? Gezzzzzz

KAMU SEDANG MEMBACA
Match Made in Heaven (DISCONTINUE)
FanfictionLalisa Manoban Bruschweiler, seorang mahasiswi jurusan sastra Inggris di Seoul National University bekerja sebagai freelance model bukan karena ekonomi keluarganya kurang mampu, melainkan sebagai hobby atau sekedar menyibukkan dirinya dari kesepian...