Jungkook berjalan tergesa-gesa menghampiri Lalisa dan Jisoo yang tengah santai berjalam kembali ke hotel milik keluarga Namjoon membuat leader BTS itu berlarian kecil lalu menyamakan langkahnya mengikuti lelaki bertubuh bongsor yang sudah dianggap adik bungsu olehnya itu.
"Jung kau mau kemana? Kita tidak boleh gegabah. Jangan lupakan ada Jisoo bersamanya dan Jisoo sama sekali tidak boleh terlibat" kata Namjoon namun lelaki disampingnya itu sama sekali tak menghiraukan perkataannya yang semakin membuatnya frustasi.
"Jungkook. Tolong kesampingkan egomu, kau tidak boleh bertindak gegabah" serunya kembali yang berhasil mendapat atensi pemuda panglima perang itu.
"Hyung aku paham. Aku hanya akan mengingatkan Lalisa agar tidak menerima ajakan si brengsek benalu tak tahu diri itu hyung" jawab Jungkook berusaha menenangkan emosinya.
Lalisa, gadis itu tidak boleh sampai tergoda dengan Jaehyun. Tidak boleh. Ahh sial, bahkan memikirkannya saja sudah membuat dada Jungkook terasa sakit.
"Namjoon, thanks sudah menjemputku tadi dan maaf telah merepotkanmu"
Sebuah suara serak milik lelaki paruh baya bertubuh tinggi menginterupsi percakapan kedua pria yang tengah berdiri tak jauh dari pintu masuk hotel."Mr.Bruschweiler its my pleasure. Lagipula aku juga mengenal putrimu. Kebetulan putrimu dan adik perempuanku bersahabat jadi kami sudah sering bertemu" katanya menjelaskan panjang lebar
Jungkook yang mengetahui lelaki paruh baya itu merupakan ayah Lalisa lalu membungkuk dengan hormat membuat gadis yang sedari tadi beridir dibelakang ayahnya itu menyunggingkan senyumnya simpul.
What are you doing to me Lalisa? Tanya pemuda Jeon itu dalam hati.
"Mr. Bruschweiler, perkenalkan namaku Jeon Jungkook teman putri anda Lalisa" sapanya sopan seraya tersenyum lebar memperkenalkan diri.
Ayah Lalisa memutar badannya menghadap anak gadisnya sembari tersenyum lebar.
"Benarkah Lili? Kau berteman dengan kedua pemuda ini?" Tanya sang ayah masih dengan senyuman dibelah bibirnya."Uhmmm yes dad, they are my friends"
Mendengar pengakuan anak semata wayangnya itu membuat Marco Bruschweiler, pebisnis nomor 1 di negara Gajah Putih itu tersenyum penuh arti. Wajahnya berseri-seri mendapati kini putrinya telah membuka diri dan berteman kembali dengan lelaki. Pasalnya gadis itu begitu terpukul dan merasa sangat kehilangan ketika mendapati satu-satunya sahabat yang dimilikinya pindah tanpa pamit, tanpa menemuinya sebelum berpisah.
Sahabatnya yang terpaut jarak usia 5 tahun itu pindah ketika Lalisa berusia 6 tahun. Lalisa masih dengan jelas mengingatnya. Maka ketika orang tuanya memutuskan untuk pindah ke Korea Selatan, Lalisa kecil tanpa pikir panjang langsung menyetujuinya. Dan ketika mereka memutuskan untuk kembali ke Thailand, gadis itu bersikokoh tidak mau kembali. Entahlah, mungkin gadis itu masih menyimpan rasa sedih dan kecewanya disana. Dan memilih memulai kehidupan baru dengan hanya bersahabat dengan wanita. Lalisa tidak akan kembali percaya untuk menjadikan lelaki sebagai sahabatnya."To celebrate our new bussines contract with your parents, can I invite the two of you to have diner with us? Ofcourse if you two dont mind. What do you think?" Tanya Mr. Bruschweiler antusias.
Jungkook melirik Namjoon yang ternyata sudah lebih dulu meliriknya meminta pendapat. Jungkook lalu mengedarkan pandangannya hingga manik matanya bertemu tatap dengan mata teduh yang dia rindukan sejak hari pertama bertemu di kampus SNU itu. Lalisa membalas tatapannya lalu menggelengkan kepalanya pertanda gadis itu tidak setuju dengan tawaran ayahnya.
Maka Jungkook berniat akan membuat gadis itu takluk akan pesonanya. Jungkook akan membuat gadis itu memohon untuk berada disisinya. Lalu Jungkook akan membuat gadis itu mendesah dan meracau hanya namanya. Karena mau tidak mau, Lalisa sudah terlanjur terlibat dengannya sejak saat nama keduanya disandingkan dan disaksikan seluruh rakyat Korea Selatan atau bahkan seluruh penjuru dunia yang mengakases media ular disperate.com

KAMU SEDANG MEMBACA
Match Made in Heaven (DISCONTINUE)
FanficLalisa Manoban Bruschweiler, seorang mahasiswi jurusan sastra Inggris di Seoul National University bekerja sebagai freelance model bukan karena ekonomi keluarganya kurang mampu, melainkan sebagai hobby atau sekedar menyibukkan dirinya dari kesepian...