💫2

646 75 2
                                    

Lalisa dan sahabatnya Rosèanne berlari tergesa-gesa setelah berhasil mendapatkan tempat parkir diarea parkiran khusus untuk para anggota the Elites. Terkesan berlebihan memang, tapi memang seperti itulah kenyataannya. Jangan heran sebab orang tua para mahasiswa the Elites ini harus merogohkan kocek sedikit lebih dalam dibandingkan dengan mahasiswa lainnya. Baik itu untuk keperluan bersama maupun keperluan pribadi para anggota the Elites. Contohnya area parkir khusus atau disebut the Elites' VVIP parking lot itu hanya terdapat slot yang hanya bisa memuat kurang lebih 7 mobil. Mobil Audi A4 Lalisa merupakan penghuni tetap di area parkir khusus itu.

"Lalice, Rosèanne, kalian habis darimana saja? Kami sudah menunggu kalian dari tadi" Pekik Jennie seraya mendekati kedua sahabatnya yang baru saja tiba.
Mendengar perkataan Jennie, Jisoo lalu menghentikan kegiatannya yang sedari tadi asik memainkan game di ponsel pintarnya itu. Diliriknya kedua sahabatnya dengan pandangan penuh selidik. Yeah, Jisoo merupakan anggota tertua dikelompok mereka jadi sudah sepatutnya dia lebih memperhatikan ketiga anggota grupnya yang sudah sejak hari pertama mereka mengikrarkan janji untuk saling mendukung satu sama lain itu sebagai bagian penting dalam hidupnya.

"Unnie, kalian tahu tidak? --- belum sempat Rosè melanjutkan kalimatnya, Jennie langsung memotong pembicarannya gadis berkebangsaan Australia itu.
"Ro, bagaimana mungkin kami tahu apa yang terjadi kalau kami saja sudah menunggu kalian sejak tadi disini?" Kata Jennie ketus yang dibalas Lisa dengan memutar kedua bola mata doenya.

"Unnie, bisakah kau membiarkanku untuk menyelesaikan kalimatku terlebih dahulu?" Jawab Rosè tak kalah ketus.

Oh Tuhan, rasanya Lisa sangat ingin menggunduli kepala para Unnie-nya sekarang juga. Bagaimana bisa mereka meributkan hal sepele seperti ini? Diliriknya Jisoo yang entah sejak kapan kembali menyibukkan dirinya dengan ponsel pintar ditangannya yang sejak dua detik lalu membelalakkan matanya lebar-lebar. Mulutnya juga terbuka sedikit membentuk huruf O sempurna.

"Lalisaa my dear, apa yang terjadi? Kau barusaja menjadi berita utama Disperet.com!!" Pekiknya panik.
Lisa dengan cepat mengambil alih ponser pintar ditangan Unnie-nya itu dan langsung membaca isi berita yang sukses membuat degup jantungnya tak beraturan.

Kira-kira seperti ini isi beritanya

Model Lalisa Bruschweiler, anak tunggal pengusaha kaya asal Swiss Marco Bruschweiler itu tertangkap sedang berada dilokasi dimana geng The Rebels a.k.a BTS sedang melancarkan aksinya.
Model Lalisa Bruschweiler terlihat sedang berdiskusi (?) dengan salah seorang anggota BTS. Jika dilihat dari ciri-cirinya, apakah mungkin Lalisa sedang berdiskusi dengan panglima perang BTS- the Golden boy?

Klik artikel lainnya dibawah ini:
Lalisa Bruschweiler
Marco Bruschweiler
BTS
BTS- the Golden Boy

What's your thoughts fellas? Let us know :)

Jika kalian berfikir Lisa akan panik mendapati dirinya menjadi berita utama media ular itu maka kalian salah besar. Lisa sangat tidak perduli, namun jika kalian berfikir Lisa akan panik mengetahui dirinya disangkutpautkan dengan geng pemberontak BTS itu maka kalian 100% benar. Bagaimana tidak, geng itu terkenal sebagai geng anarkis yang kerap kali membuat ulah bukan hanya di kota Seoul tapi juga di kota-kota besar Korea Selatan lainnya.
Meskipun wajah mereka tidak dikenali karena setiap menjalankan aksi, mereka selalu memakai helm berwarna gelap untuk menutupi identitas mereka. Aksi mereka juga terbilang cukup gesit dan sangat hati-hati. Tentu saja, mereka sama sekali tidak meninggalkan bukti seperti sidik jari atau apapun, hanya CCTV yang merekam aksi anarkis mereka.
Sebenarnya Lalisa sempat berfikir, menganggap anarkis pada aksi mereka agaknya terlalu berlebihan sebab yang mereka lakukan adalah protes terhadap kebijakan-kebijakan aneh pemerintah. Tapi kembali lagi, meskipun niat mereka baik namun tetap saja Lisa tidak bisa membenarkan aksi tersebut.

Match Made in Heaven (DISCONTINUE)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang