[Kamar Rose]
Chanyeol menaiki tangga dan berdiri di depan kamar adiknya.
"Dek, ayo main sama Abang. Kamu ini kan yang suruh Abang buat main ke rumah sering-sering, masa gak mau main? Percuma Abang datang. Kasihan Kak Wendy sendirian. Ayo keluar," bujuk Chanyeol.
Cklek.
Pintu terbuka. Rose muncul dengan piyama longgar, rambut acak-acakan, tetapi matanya—jauh dari sembab.
"Emang Kak Wendy sakit?" tanya Rose polos, langsung fokus pada Wendy.
Chanyeol terkejut. "Akhirnya kamu keluar juga! Kak Wendy kan lagi hamil, makanya kalau disuruh keluar tuh keluar!"
Rose membulatkan mata. "Udah masuk keberapa?"
"Tiga."
"What! Gue lama amat dikamar! Perasaan baru kemarin gue masuk ke kamar!" seru Rose, kaget dengan waktu yang berlalu.
"Kamu bilang apa tadi? 'Gue'? Mau Abang bilang ke Ayah Bunda?" ancam Chanyeol, pura-pura marah.
"Heheh, canda, Kak," Rose mengubah nada suaranya.
Chanyeol mengamati mata Rose. "Memangnya kamu ngapain? Mata kamu gak sembab tuh."
"Emang kalian ngira aku nangis?"
"Iya!"
"Aku tuh lagi maraton drakor! Kan Kakak tahu kalau aku gak nangis karena begituan. Kalau tentang kalian baru gitu," jawab Rose santai.
Chanyeol tercengang. "Astaga, kamu ini berdosa banget! Udah mengkhawatirkan kita semua, kamu malah asyik drakor! Minta Abang tampol?!"
"Ampun, Bang! Nanggung! Ini udah episode terakhir!"
"Gak usah lanjut! Ayo main sama Abang ke cafe!"
"Ih... lagi mager tahu!"
"Bodo, ayo!" Chanyeol menarik Rose.
"Ganti baju dulu dong, Bang! Masa pakai piyama!"
"Ya udah, sana! Syuh... Syuh...!" Chanyeol mengusirnya kembali ke kamar.
"Kek ngusir anjing aja si Abang," gerutu Rose, tetapi ia bergegas berganti pakaian.
[Cafe di Seoul]
Rose dan Chanyeol sudah duduk di sebuah cafe. Rose masih menggerutu.
"Bang, main apa di sini? Numpang Wi-Fi? Di rumah kan ada, Bang. Kayak gak modal aja," ledek Rose.
"Heh! Mau Abang tampol beneran? Ini lagi nunggu si Johnny," jawab Chanyeol.
Mata Rose langsung berbinar. "Hah? Yang benar? Si Bang Johnny dah balik?"
"Makanya kamu jangan ngurung diri," sindir Chanyeol.
"Namanya juga keasikan," Rose membela diri.
Tidak lama kemudian, suara lonceng pintu berdentang, dan seorang pria tinggi masuk.
"Bang John!" Rose bangkit dan langsung memeluknya erat.
"Ngapain sih peluk-peluk! Kirain udah lupa sama Abang. Jahat tahu gak?" balas Johnny, tertawa.
"Ya, maaf," Rose melepaskan pelukan.
Johnny menghampiri Chanyeol. "Ayo sini, John!" ajak Chanyeol.
Mereka duduk dan berbasa-basi. Chanyeol kembali ke mode menjahili.
"By the way, kapan lo mau cari pasangan, John? Ingat umur, udah gak remaja ya!" ledek Chanyeol.
"Lagi gak ada yang tertarik gue, Yeol," jawab Johnny.
"Lah, lo gay?" tanya Chanyeol polos.
"Njirr, lo Yeol! Gue masih suka sama lawan jenis, ya! Mau gue tabok loh?" balas Johnny kesal.
"Hehe, kirain. Jangan marah atuh," Chanyeol terkekeh.
Rose memanfaatkan momen jeda itu, raut wajahnya kembali muram. "By the way, Rose gimana? Sudah ada kabar si Jimin belum?"
Ekspresi ceria Rose langsung meredup. "Belum, Bang. Tim masih terus mencari."
"Yang sabar ya, Rose," ucap Johnny, mengusap kepala Rose lembut.
"Always, Bang," balas Rose, mencoba tersenyum, menyembunyikan luka yang ia tutupi dengan drama.
KAMU SEDANG MEMBACA
HEALING WITH YOU [END]
Novela Juvenil"Takdirku bukan untuk memilikimu. Tapi untuk mencintaimu dengan bahagia" Start : 28 Oct 2020 End : 8 Dec 2020 Revisi : 2025
![HEALING WITH YOU [END]](https://img.wattpad.com/cover/243090635-64-k700323.jpg)