Lalu buka Baru (part 1)

125 111 141
                                        

Just give me a reason - P!NK
♡♡
~~~~~~~~~~

Tak terasa meskipun waktu sangat lama untuk berputar nyatanya sudah seminggu Bima meninggalkan tanah kelahirannya, tentu saja disana Bima sibuk berkutat dengan buku-buku yang menemaninya setiap kali ia membuka mata. Sedang Kirana,, tentu saja ia masih berada di atas kasur kesayangannya, menutupi wajahnya dengan selimut karena enggan untuk bangkit dari tempat tidurnya.

Kirana tidaklah sama dengan gadis seusianya. Kehidupan yang tak berjalan sesuai harapan berulang kali membuatnya jatuh dalam keterpurukan, membuat dirinya kembali merasakan kesepian, kesendirian dan kekecewaan pada Sang Punya Kuasa. Sejak kecil, permasalahan dalam keluarga telah menggerogoti kepercayaan dirinya. Ia tak suka banyak bicara ataupun mempunyai banyak teman.

Kedua orangtuanya tentu saja tidak tau dan tidak mengerti apa yang dirasakan Kirana. Karena, mereka sibuk untuk bertengkar hampir setiap hari. Sejak kecil Kirana sudah biasa untuk melihat lontaran kalimat perceraian dari kedua orangtuanya. Suara bantingan piring, meja makan yang berantakan, suara tangisan ibu yang memenuhi seisi rumah dan teriakan ayah yang memekakkan telinga.

Kirana selalu menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi. Mungkin saja jika bukan Kirana yang lahir keluarga ini akan baik-baik saja. Namun, ada hal baik yang selalu di syukuri oleh Kirana yaitu bahwa ia merupakan anak tunggal dari pasangan Kuncoro dan Rini. Ia tak bisa membayangkan jika mempunyai saudara, akan lebih se menyakitkan apa rasanya. Kirana hanya punya Bima yang selalu ada dan bersedia menyediakan bajunya basah untuk menyerap air mata. Namun, sekarang rupanya semesta bercanda lagi. Ia memisahkannya dengan Bima selama 4 tahun itu bukanlah hal mudah. Entah hal apa yang akan menimpanya, ia selalu takut untuk melanjutkan hari esok. Ia terkadang menginginkan waktu membeku untuk sekedar menikmati dunia nya yang sekarang terasa kesepian

Sebenarnya ia juga mempunyai satu sahabat perempuan yang amat dekat, Kartika Sylvia lebih akrab dipanggil Tika. Kirana tau bahwa permasalahan hidupnya sudah cukup rumit dan sulit sehingga Kirana tak mampu untuk menerima sembarang orang masuk dalam hidupnya

" Kiranaa, ayo bangun kamu gak sarapan? "

Suara perempuan paruh baya itu membuat mata Kirana langsung terbuka. Ia segera bangun dan merapikan tempat tidur, ia tak ingin Ibu akan mengomelinya dari pagi hingga sore.

" Lohh, kamu belum mandi? Cepetan sana mandi. Makan terus sana keluar maen sama temen kamu "

" Iyaa Bu, ini mau mandi. Kirana mau di rumah aja mau tidur "

"Kamu mau jadi apa? Mau jadi kuper? Setidaknya jalan-jalan keluar nikmati udara segar "

" Di kamar juga seger kok "
Kirana bergegas untuk mengambil handuk dan tak menghiraukan celotehan ibunya untuk pergi ke luar rumah.

Setelah selesai mandi Kirana asik berbaring di tempat tidur sembari memainkan ponsel. Ia membuka email dan membaca pesan dari Bima satu persatu. Entah mengapa itu adalah pekerjaan paling tidak membosankan di dunia. Meskipun sudah dibaca belasan kali setiap harinya.

Hingga panggilan masuk dari Tika membuat Kirana mendengus panjang.

"Apasii tik ganggu aja tau nggak "

" Eh enak aja ganggu. Cepetan keluar kita bakalan survey calon kampus kita "

" Aaaa-hh enggak kamu aja. Aku mau tidur "

galaksi duniakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang