Tak terasa sudah 6 bulan Revan pergi. Shila mulai terbiasa dengan hari-harinya tanpa Revan. Saat – saat seperti ini adalah waktu yang tepat untuk Agha kembali dekat dengan Shila. Jam pulang kantor telah tiba. Shila bergegas menuju parkiran mobilnya. Di perjalanan, dia merasa mobilnya berat. Dia mengarahkan mobilnya ke pinggir jalan.
“Aduh, gimana ini? Kenapa pake kempes lagi ni ban? Mau minta tolong sama Siapa? Tempat tambal ban juga masih jauh.” Shila menggerutu sendiri.
Dia langsung menghubungi Agha.
“Halo Gha, kamu dimana?” Tanya Shila.
“Aku lagi di rumah Shil, kenapa?” Agha bertanya balik.
“Tolong aku dong, ban mobil aku kempes.. aku lagi di…tut..tut..tut..” Teleponnya terputus.
“Sial, ni Handphone pake mati lagi. Agha denger nggak ya tadi aku bilang apa. Semoga dia tau aku disini.” Shila mengomel. Dia kembali masuk ke mobilnya dan berharap Agha bisa menemukannya
***
“Lho kok mati? Dia udah dimana ya?” Tanya Agha heran.
Agha mencoba menghubungi kembali nomor Shila, tapi hanya jawaban dari operator yang didengarnya.
Agha tau alamat kantor tempat Shila bekerja. Tanpa pikir panjang, dia langsung meluncur ke tempat Shila. Dia berpikir mungkin Shila belum jauh dari kantornya. Dia mengendarai motor ninjanya supaya bisa cepat sampai menolong Shila. Matanya melirik ke setiap sisi jalan untuk melihat Mobil Shila. Akhirnya dia menemukan sebuah Honda Jazz berwarna merah terparkir di pinggir jalan.
“Itu pasti mobil Shila.” Agha menebak.
Motornya langsung menuju ke tempat mobil Shila terparkir.
Melihat Agha datang, dia langsung keluar dari mobilnya.
“Kamu nggak apa-apa kan?” Tanya Agha khawatir.
“Alhamdulillah, kamu datang, Gha. Handphoneku mati. Tadi bannya tiba-tiba kempes. Aku nggak tau mau minta tolong sama siapa.” Ucap Shila.
Dengan sigap Agha mengganti ban mobil Shila. Tak membutuhkan waktu lama, ban mobilnya Shila telah selesai dipasang.
Agha mengelap peluh yang membasahi keningnya., sambil berkata,”Udah selesai nyonya, lain kali kalo mau jalan diliat dulu kondisi mobilnya.”
Shila terkekeh,”Tadi aku kan pikirannya udah mau pulang aja, Gha. Makasih banget ya.”
“Hati-hati ya pulangnya. Cepat jalan, udah sore nih. Aku liatin dari sini.” Pinta Agha.
Shila langsung masuk dan menjalankan mobilnya. Agha tersenyum memandang Shila yang telah berlalu. Dia sangat senang bisa membantu Shila.
***
“Assalammu’alaikum”, Agha langsung masuk ke rumah Shila. Mama Shila yang sedang menonton tv terkejut melihat kedatangan Agha. Agha langsung mencium tangan Mama Shila.
“Sehat tante?” Sapa Agha.
“Alhamdulillah sehat.” Jawab Mama Shila
“Shila mana tante?” Tanya Agha.
“Dia lagi di kamarnya. Shilaaaaa…. Agha datang nih.” Teriak mama.
Shila langsung keluar dari kamarnya dan turun menemui Agha.
“Kok udah cantik anak mama, mau kemana?” Tanya mama pada Shila.
“Mau jalan sama Agha, ma. Lagi suntuk.” Jawab Shila.
“Agha baru aja datang, udah langsung diajak pergi. Jangan terlalu malam ya pulangnya.” Pinta mama.
“Oke mama sayang. Shila pergi dulu ya.” Shila mencium tangan mama.
“Agha juga pamit ya tante.”Agha pamit dengan mama Shila.
“Mau kemana kita nyonya, supir siap mengantar kemanapun nyonya pergi?” ucap Agha
Tanpa pikir panjang Shila langsung menjawab, “Hmm, klo malam ini aku mau ke jerman, kamu mau anterin?”
“Yah, neng. Kalo jerman udah pindah ke sebelah tanah abang mah, akang siap nganter malam ini juga.” Jawab Agha asal. Dalam hatinya dia menggerutu,
Shila cekikikan mendengar jawaban Agha.
“Tadi katanya mau nganterin kemana aja, ah supirnya PHP nih.” Jawab Shila.
Agha mendengus,”Ntar aku beliin pintu kemana saja punya doraemon, Mau?”
Shila terkekeh.
“Jadi nonton kan, neng?” Agha melanjutkan kata-katanya.
“Jadi dong, beb.” Jawab Shila.
“Beb?” agha mendadak menginjak rem mobilnya.
Shila hampir terantuk. “Kamu apa-apaan sih Gha? Kok ngerem mendadak gitu?”
“Eh maaf, tadi aku lihat ada orang yang mau nyebrang,” Agha berdalih. Panggilan itu terdengar asing di telinganya.
“Orang nyebrang? Aku nggak liat. Kamu jangan bikin takut gitu ah. “ Shila langsung memeluk tangan Agha. Agha semakin memanfaatkan keadaan.
“Kayak gini ngajakin film horror? Udah tau malam jumat, hii…” Agha menggoda Shila.
“Kamu kok malah nambah-nambahin sih, Gha?” Shila semakin ketakutan. Tangannya tak lepas memeluk Agha.
“Lumayan, kapan lagi dipeluk ama cewek…” jawab Agha.
Shila tersadar, dan melepaskan pelukannya.
“Yah, kok dilepas? Lagi dong.” Pinta Agha.
“Huh, kamu tuh yah.Cari kesempatan dalam kesempitan” Shila kesal.
“Tapi jujur aja deh, kamu seneng kan peluk-peluk aku? Alasan aja tuh takut. Modus tau.” Agha merayu Shila.
“Aku lagi kangen sama Revan, makanya aku peluk kamu.” Shila langsung menepis tuduhan Agha.
“Jawab iya aja gitu kenapa neng, sekedar nyenenengin si jones ini.” Agha berharap.
“Ternyata, Revan tak pernah hilang sedetik pun dari pikirannya, sepertinya memang tak ada celah untukku…”
“Boong kan dosa tau. Siapa suruh betah ngejomblo, ada Nada yang sayang banget sama kamu, eh kamunya nolak. Padahal dia itu cewek yang baik. Lagian cewek berjubel di luar sana, tinggal dipilih mana yang kamu mau.”Shila mendikte Agha.
Agha menjawab spontan,”Tapi aku sayangnya Cuma sama kamu, Shila.”
Shila terdiam. Dia tak berani mengeluarkan sepatah katapun hingga mobil mereka terparkir di sebuah mall.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Attack!!!
RomanceBismillah... Ini cerita pertamaku yang akhirnya bisa selesai juga... Semoga banyak yang suka dan lebih Alhamdulillah lagi kalo banyak yang vote... Mohon dimaklumi ya kalo masih banyak kekurangannya... Harap masukan dan commentnya ya.... Happy readin...
