Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Sweet Tears By The Hazel Eyes

Sweet Tears By The Hazel Eyes

  • WpView
    LECTURAS 397
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 16, 2012
WpInfo
Ficción
Romance
Etiquetaszarozaero7
Entah mengapa melihat matahari terbenam lebih menyenangkan dibanding harus melihat kau yang telah memilih melodi itu. Seribu nada yang dulu kau buat untukku tidak akan mampu lagi mengubah kunci yang diciptakan. Kunci yang selalu menyimpan kehangatan dalam setiap hening. Kini kau dan aku terjebak dalam hitamnya kemunafikan hati. Dalam setiap harap yang muncul dan tidak akan pernah terulang kembali. Karena yang ku tahu sampai jiwa ini mampu melayang ke langit ke tujuh pun takdir takkan membalasnya. Bukankah kita dilahirkan untuk saling menyatu? Jiwa ini bukankah sudah menjadi milikmu seutuhnya? Bagaimana dengan sejumput kehangatan yang pernah kita temui? Melihat senja dengan deburan ombak yang menari-nari. Haruskah ku menahan kerinduan ini? Menahan luka disetiap detik yang akan membunuhku?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Matahari
  • JANGAN PANGGIL AKU LARAS
  • KHALISA🖤
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • DEARWA [END]

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido