"Junkyu.."
PanggilnyaAkhirnya ia berhenti, ia tidak enak Yongue dari tadi memanggilnya
"Apa lagi? Aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu, pergilah"
Junkyu menjawab dengan acuh"Aku juga ga punya waktu bertengkar denganmu Junkyu"
"Lalu?"
"Kelas tambahan akan dimulai hari ini, bersiaplah"
" eumm. Bukankah besok?"
"Jadwal berubah ruangannya juga berbeda dari kemarin , ikuti aku, ku tunjukkan ruangannya"
Mereka berjalan menyusuri koridor dengan Junkyu berada di belakang Yongue..
Junkyu sedikit bingung
Kenapa koridor terasa sepi , seharusnya sudah banyak anak anak berada di sana"Mana yang lain" tanya Junkyu
"Ah, seharusnya mereka sudah masuk kelas, semua salahmu terlalu lama berada diluar"
Junkyu pasrah , ia hanya mengikuti langkah kaki Yongue sebagai petunjuk
Ia membuka ruangan kelas yang akan ditempati
Namun ruangan nampak sepi tidak ada seorang pun disana"Kenapa tidak ada seorang pun disini?"
"Ahhh.. mereka sedang mencari makan, mungkin. Kau duduk dulu disitu"
"Hm,, baiklah"
Langkah kaki junkyu berjalan kedepan menghampiri tempat duduk
Kau benar benar bodoh Kim Junkyu - Yongue
BLAMMM
Terdengar suara pintu tertutup
"Yongue, apa yang kau lakukan! Buka pintunya"
Teriak Junkyu dari dalam ruangan"Aku tidak akan membuka pintu, sebelum kau menjauhi Yoonbin"
"Jangan bercanda Yongue, buka pintunya sekarang!"
"Siapa yang bercanda! Kau selalu mendapatkan perhatian dari semua orang!! Sampai ketemu besok Kim Junkyu!!""
"YONGUE, BUKA PINTUNYA"
Junkyu masih berusaha menggedor gedor pintu tersebut, ia berteriak dengan kencangnya namun tidak ada satupun yang mendengar nya. Ia hanya bisa menangis dan berdoa.
Dilain tempat
"Kok Junkyu lama banget to" ujar Jihoon
"Iya juga si, gue susul dulu deh"
"Bentar gue ikut" Jihoon berdiri sambil nyruput es teh yang masih sedikit, sayang kalo ga dihabisin udah di bayar
Mereka berdua pergi ke perpus , mencari di setiap sudut namun tidak menemukan. Mereka juga pergi ke kelas tapi Junkyu tidak ada di sana . Sampai jam pulang sekolah Junkyu tidak kunjung datang, mereka berdua cemas.
"Coba lu hubungi dia deh to, feeling gue ga enak"
"Percuma, hp nya di tas"
"JANGAN JANGAN JUNKYU DICULIK"
Haruto mukul kepala Jihoon
"JANGAN JANGAN JUNKYU LAGI SAMA YOONBIN"
Haruto langsung berdiri, ia langsung lari mencari Junkyu
"Kampret, mau ke mana Lo kunyuk. kok gue ditinggal" Jihoon nyusul dari belakang
Haruto pergi ke kelas Yoonbin, tapi tak ada Junkyu di sana. Yoonbin juga ga masuk sekolah hari ini. Ia mengelilingi seluruh ruangan yang ada di sekolah nya
"To tunggu bentar , gue capek lari woy" Jihoon napasnya Uda kembang kempis aja dari tadi ngejar Haruto.
Akhirnya Haruto menunggu Jihoon dan mereka berdua mencari Junkyu berbarengan.
"TOLONG"
"BUKA PINTU NYA"
"TOLONG"
Tidak ada yang mendengar nya, Junkyu terduduk menangis memeluk kedua lututnya.
"Lo denger suara ga sih?" Haruto
"Suara apaan, Lo jangan nakut nakutin gue ya to"
"Kaga lah anjir, Lo dengerin kayak suara orang nangis"
"Bangsat merinding gue"
"Kayak nya suara nya dari sana deh" Haruto berjalan mendekati sumber suara
Jihoon dari tadi ngusap ngusap tangannya melirik ke samping dan belakang.
"Hey, ada orang di dalem" teriak Haruto
"Bentar to bentar, ntar kalo setan gimana. Serem woy gue takut"
"Yang ada setan kabur liat muka lu"
Jihoon geplak kepala Haruto
Junkyu mendengar keributan di luar, ia berdiri dan mencoba meminta bantuan
"Tolong siapapun hiks bukain pintu nya aku takut"
Haruto tau persis suara siapa itu, dia langsung bergegas mencari cara membuka pintu itu.
"Junkyu to Junkyu yang didalem"
"By, kamu bisa denger suara aku nggak? "
"Haru? Haru tolongin Junkyu hiks. Junkyu takut Haru"
"JUNKYU LO GA PAPA KAN , LO JANGAN TAKUT. GUE SAMA HARUTO BAKAL BUKA PINTUNYA"
mereka berdua berencana mendobrak pintu itu.
"By, kamu jauhan , aku mau dobrak pintunya. Tutup telinga kamu ya" ujar Haruto
Junkyu menjauh dari pintu
Haruto sekuat tenaga mendobrak pintu itu namun tidak ada hasilnya, berkali kali dia mencoba namun tidak kebuka.
"Pintunya keras goblok mana bisa didorong tubuh macam Lo, Lo pake ini buat buka gemboknya." Jihoon menyodorkan kayu yang ia temukan di sudut itu
Haruto mencoba merusak gembok itu berkali kali ia mencobanya, sampai akhirnya gembok nya terbuka. Ia segera membuka pintu itu dan dengan cepat memeluk Junkyu yang terlihat ketakutan.
"H-haru aku takut hiks" Junkyu menangis di pelukan Haruto. Haruto tidak tega merasakan tubuh Junkyu yang gemetar ketakutan. Ia mengutuk orang yang melakukan hal ini pada Junkyu.
Beruntungnya mereka datang sebelum hari benar benar gelap.
"Mending Lo bawa Junkyu pulang, sebelum trauma nya kambuh to"
Haruto membawa Junkyu pulang , bukan ke rumah Junkyu tapi ke apartemen Haruto. Dia juga udah telfon bunda kalo hari ini Junkyu bakal menginap dirumahnya.
Haruto mengutuk orang yang menjebak Junkyu. Ia akan menanyakan hal ini pada Junkyu jika dia sudah merasa tenang, dengan niat bulat ia akan mencari sampai ketemu dan tidak segan segan menghabisinya.
TBC!
Next or Not?
See you 🌼

KAMU SEDANG MEMBACA
Trauma - Harukyu [END]
Teen FictionSTART - 21/11/2020 END - 03/01/2021 Bxb! Harukyu! Bahasa baku & non baku!! Disclaimer Aku bukan seorang penulis , sama sekali tidak pandai dalam menulis cerita yang mampu membawa perasaan kalian masuk kedalam cerita Hanya mencoba menghibur dir...