° Kesepuluh

1.6K 233 60
                                    

Contact me on instagram sugar.plxm_
Happy reading
(n) baca sambil dengerin musik balad / mellow biar dapet feel (๑¯ω¯๑)

🕛

P.ukul 23:57 pm, Ayah, Ibu, serta Jaehyun masih berkumpul di ruang tamu guna tuk menunggu sesuatu.

Mata Ibu bergetar ketakutan melihat detik jarum jam yang seolah bergerak sangat cepat dari biasanya. Dadanya berdebar dan nafasnya memburu. Tak sadar tangannya mencengkram celana suaminya sangat kuat. Lantas pria itu terkejut dan langsung mengusap punggung tangannya seraya menggumamkan kata penenang.

Jaehyun masih tidak percaya dia putra dari seorang pembunuh. Dan lucunya lagi dia berteman dengan korban yang mereka bunuh. Takdir mengikatnya dengan dosa, menjadikan posisi Jaehyun terjebak di ambang kehidupan dan kematian.

" Taeyong aku tahu kenapa kau menghilang... " gumam pemuda itu seraya menatap buku gambar yang berisi sketsa rupa wajah tampan seorang pria muda.

" Jaehyun.. " tiba - tiba sang Ayah memanggil membuat kepala Jaehyun terangkat. " Iya? "

Pria berstatus sebagai Ayah itu menipiskan bibirnya, seperti sedang menahan untuk mengatakan sesuatu.

" Bisa kah kami melihat Taeyong? "

Jaehyun menangkat alisnya, tak bisa memercayai apa yang barusan ia dengar. " Ya? "

" Kami ingin meminta maaf secara langsung, Ibu dan Ayah memang sudah merencanakan ingin membuat upacara doa untuknya. Jaehyun Ayah mohon, bisa kah? " kedua mata Ayah berkaca - kaca. Jaehyun awalnya hanya diam, namun kala Ayahnya bersimpuh di hadapannya membuat pemuda itu terkejut luar biasa. Terlebih lagi untuk pertama kali ia mendengat tangisan keras dari sang Ayah.

Dengan segera Jaehyun memegang bahu orang yang selama ini ia anggap sebagai pahlawan keluarga namun nyatanya hanya pecundang pengelak dosa dan mengajaknya untuk duduk bersama di lantai.

" Ayah bangun lah, jangan bersimpuh di hadapanku.. " pinta Jaehyun pelan.

Di belakang tubuh dua pria itu seorang wanita kini mati - matian menahan isakan yang keluar. Ia sudah gagal membuat figur seorang Ibu yang baik, entah apa yang akan terjadi selanjutnya setelah semua ini berakhir. Ia juga tidak tahu.

' Jaehyun.. '

Tubuh Jaehyun menegang untuk beberapa saat. Dengan cepat ia menoleh ke sumber suara. Menemukan Taeyong berdiri di hadapannya dengan tatapan sendu.

" Tae-Taeyong.. " mendengar nama itu membuat Ayah otomatis menangkat kepalanya. Melihat ke arah sang putra yang sedang bertatapan dengan sesuatu entah apa itu, namun yang jelas ia menyebutkan nama Taeyong.

" Jaehyun ayah mohon.. " dan untuk sekali lagi pria berumur itu mengucapkan hal yang sama.

Taeyong tahu apa yang sudah terjadi. Malam saat dirinya bertemu dengan wanita yang masih jelas dalam memori lama membuat ia tertarik ke lubang masa lalu. Di mana ia menyaksikan dirinya dari bayi, hingga masa terakhir yang memiliki sangkut paut dengan apa yang ia jalani saat ini. Tuhan memang sangat baik, memberinya kesempatan untuk mengingatkannya akan rasa hidup untuk sekali lagi.

Semua beban seperti rasa benci, tidak terima, dan rasa hilang lenyap begitu saja. Taeyong rasa dia bisa pulang.

Di wajah raga tak bernafas itu terpatri senyum manis. Walau netra sendu, sebenarnya itu sebuah kilatan rindu.

' Aku rindu dirimu Jaehyun.. '

Ucap Taeyong sembari membungkukan badannya perlahan seraya mendekat dengan kedua lengan yang terbuka lebar; ingin mendekap tubuh manusia dihadapannya.

23.59 PM ⚝ Jaeyong ✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang