"Geeh, Tsukishima."
Pemuda itu mengernyit dalam. Sudah terbiasa mendapat reaksi demikian tiap kali mereka harus bertemu atau berurusan satu sama lain.
Meski hal tersebut selalu membuatnya merasa kesal, dia memilih untuk mengabaikannya.
Tsukishima Kei secara sangat kebetulan berdiri di belakang garis yang sama dengan Hinata Shouyou.
Dengan tujuan, waktu, dan gerbong yang sama pula. Hari ini kegiatan klub ditiadakan.
Sebagai gantinya mereka diundang—untuk kasus Tsukishima, dipaksa—datang ke rumah Sawamura Daichi untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-delapan belas.
Karena Yamaguchi Tadashi memiliki keperluan, teman masa kecilnya itu meminta Tsukishima untuk tidak usah menunggunya.
Yamaguchi bilang dia akan mengusahakan datang dengan diantar ibunya menggunakan mobil.
Setelah pulang dan berganti pakaian seadanya—kaos hitam pendek berbalut jaket biru gelap dan celana berwarna karamel tua yang hanya mencapai mata kaki—, Tsukishima bergegas pergi ke stasiun untuk membeli tiket dengan waktu keberangkatan terdekat.
Jarak rumahnya dan sang kapten Karasuno membuatnya harus menaiki kereta jika dia tidak ingin datang terlalu larut.
Dia melupakan fakta bahwa arah jalur yang ia gunakan sama persis dengan Hinata Shouyou. Dan, mengenal Hinata, sudah pasti lelaki itu akan mengambil tiket dengan jam berangkat yang paling awal.
Tsukishima menghela napas, terpaksa menerima fakta bahwa ia harus bersama dengan sosok pendek ini selama perjalanan. Iris di balik kacamata itu memperhatikan Hinata yang tidak berhenti bergerak, dari atas ke bawah.
Kerutan di dahinya semakin dalam kala menyadari sesuatu yang janggal dari penampilan Hinata. Memilih berpura-pura tidak tahu,
Tsukishima melangkah memasuki pintu begitu kereta yang ia tunggu-tunggu akhirnya datang, disusul oleh Hinata yang mengekorinya.
Tsukishima memainkan playlist lagu di ponselnya begitu kereta melaju. Sengaja menulikan pendengaran agar tidak perlu menanggapi makhluk hiperaktif di sampingnya maupun mendengar bisikan-bisikan penumpang lain.
Di depan pintu rumah yang secara mengejutkan terlihat begitu mewah itu, Hinata menekan bel.
Kurang dari semenit kemudian suara beberapa langkah kaki terdengar sebelum pintu di hadapan mereka terbuka lebar. Tanaka Ryuunosuke dan Nishinoya Yuu menyambut kedatangan mereka alih-alih sang penghuni rumah.
Tsukishima mengabaikan dua seniornya yang dengan terang-terangan memelototinya dan Hinata secara bergantian.
Ketika mereka melepas alas kaki dan masuk ke ruang tamu, belasan pasang mata terfokus pada dua orang yang baru datang.
Beberapa dari mereka menatap heran, ada juga yang berekspresi tidak percaya. Beberapa menatap curiga, dan sisanya ingin membuka mulut tapi memilih bungkam.

KAMU SEDANG MEMBACA
Haikyuu [ Oneshot ]
FanfictionHinata × Harem 😈 Pairnya harem ya bisa siapa aja Isinya oneshot semua oke 👌 Janlupa vote dan komen minna san Selamat membaca ❤