***
Malam ini Y/n tidak tidur di jam yang sama seperti biasanya, ia membantu Yeji untuk menyelidiki siapa yang mengirim surat-surat dan juga barang lainnya ke dalam loker Yeji. Ia khawatir kalau nantinya pengirim surat itu akan membawa dampak buruk kepada Yeji. Contohnya, menteror Yeji setelah ia mengirimkan surat-surat itu, atau mungkin menguntit Yeji, dan atau mungkin lebih parahnya akan menyelinap ke rumah Yeji dan berlaku jahat kepadanya seperti seorang sasaeng fans yang menguntit idolanya.
Memang pikiran Y/n terlalu berlebihan, mungkin saja sel otak Hyunjin tidak sengaja berpindah ke otak nya. Jadi pikirannya bisa se-dramatis itu.
Ngomong-ngomong soal Hyunjin, ia juga membantu sang kakak untuk menyelidiki surat yang dikirimkan kepada kakaknya. Tapi itu tidak membantu karena yang ia lakukan dari awal hanyalah berteriak dramatis dan berlagak kalau kakaknya ini sedang diincar oleh geng mafia seperti di ff kebanyakan.
Y/n sedang asyik melamun dan seketika atensinya beralih ke benda pipih yang tergeletak di sampingnya.
"Loh, Yeji nelpon." Ucap Y/n sembari memandangi layar smartphone nya yang sedang berdering.
Y/n pun mengangkat panggilan dari Yeji.
"Halo Yeji."
"Hal-"
"Woiii!!! Gue tadi nemu surat teror sumpah!! Pengirimnya ngincar mbak Yeji!!"
"Hyunjin diem!"
Y/n sedikit menjauhkan smartphone nya dari telinga ketika mendengar teriakan Hyunjin dan Yeji yang menggelegar, rasanya gendang telinganya akan pecah.
"Terus?"
"Anu.. dia juga naruh cutter yang kayaknya ada noda darah di amplop suratnya."
"Kok bisa?"
"Oh! Dia juga nulis inisial di ujung surat, mungkin itu inisial namanya."
"Inisialnya apa?"
"JS, tapi aku nggak tau pasti kalau ini bener-bener inisial namanya dia."
"Btw suratnya ada dua pengirim bang, yang satunya sih kelihatan normal kayak surat biasa gitu, nggak ada yang mencurigakan. Tapi yang surat kedua tadi meresahkan banget asli, sampe naruh cutter yang ada darahnya. Hii...."
"Jadi suratnya beda ya? Kalau yang pertama ada nama atau inisialnya nggak? Siapa tahu ada hubungannya sama yang kedua."
"Hyunjin tadi sempat ngecek sih, katanya nggak ada. Cuma surat doang, kayaknya dia orang yang sama, sama pengirim coklat itu."
"Oke, untuk sejauh ini surat pertama masih aman tapi tetap waspada karena bisa aja mereka orang yang sama. Dan kayaknya kita musti stop dulu sampai malam ini, besok kita lanjut di sekolah mumpung banyak waktu luang."
"Oke, suratnya berarti aku simpan dulu besok aku bawa ke sekolah."
"Iya, tetap waspada Yeji. Jaga diri oke?"
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You
Fanfiction[ Discontinue ] Bercerita tentang seorang lelaki yang berusaha mengejar cinta masa kecilnya setelah bertahun-tahun tak bertemu. [ Itzy (Yeji) & Male reader ] [ Bahasa Indonesia ] A fanfiction by mint-cereal Published on: September 2020
