Y/n terbangun di sebuah ruangan yang terlihat asing, di sampingnya ada Hyunjin yang masih terlelap akibat obat bius yang diberikan. Y/n hendak menutup telinganya karena terganggu suara dengkuran Hyunjin, tetapi ia baru tersadar jika kedua tangannya sedang diikat.
"Lah tangan gue ngapa bisa keiket gini?" Ucap y/n kebingungan.
Ia lalu segera menyenggol pundak Hyunjin, agar ia segera terbangun. Dan benar saja, Hyunjin langsung terbangun akibat wajahnya mencium lantai dengan sangat romantis akibat ulah y/n.
"Heh! Ngapain sih nyenggol-nyenggol?! Orang nggak ngapa-ngapain juga." Protes Hyujin.
"Udah nggak usah protes, sekarang kita mikir dulu caranya biar bisa keluar dari sini." Balas y/n.
Hyunjin awalnya bingung, namun setelah melihat kondisi nya yang sedang terikat di sebuah ruangan gelap membuatnya langsung paham dengan apa yang sedang terjadi.
"Eh bentar, jadi kita diculik nih?" Tanya Hyunjin memastikan.
Y/n menghela nafas. "Yaiyalah ogeb." Y/n menahan diri agar tidak meledakkan emosinya kepada Hyunjin.
"Ohh..."
Mereka berdua sempat terdiam beberapa menit hingga akhirnya berdiskusi soal rencana mereka untuk keluar dari tempat ini.
Di tengah-tengah diskusi, seseorang masuk ke ruangan itu. Dari siluet nya, orang tersebut adalah perempuan. Y/n dan Hyunjin bersiaga di tempat mereka masing-masing, berjaga-jaga kalau saja orang itu berbuat sesuatu kepada mereka.
"Selamat siang kak y/n, selamat siang juga Hyunjin." Sapa orang itu.
Y/n dan Hyunjin merasa tidak asing dengan suara yang mereka dengar. Y/n berusaha mengingat seseorang yang memiliki suara persis seperti itu.
"Lo R-Ryujin kan?!" Y/n memandangi siluet Ryujin dengan tatapan marah.
Ryujin mendekati berdua, senyuman khasnya menghiasi wajahnya yang cantik, tapi sayang hatinya berbanding terbalik dengan tampangnya.
Ryujin tertawa kecil, ia memegang dagu y/n dan membuat pandangan y/n bertemu dengannya.
"Sudah tau kan sekarang?" Tanya Ryujin.
Y/n menggertakkan giginya, amarahnya sudah memuncak. Ryujin yang ia anggap baik selama ini ternyata adalah seorang iblis jahat.
"Ryujin!! Lo keterlaluan tau nggak?!" Bentak y/n.
"Maaf kak, aku tau kalau aku keterlaluan. Tapi aku nggak bisa tinggal diam kalau orang yang aku suka jadian sama orang lain. Apalagi, orang itu musuh aku." Jelas Ryujin.
Y/n hampir menendang Ryujin, tapi ia harus ingat batasan karena Ryujin itu perempuan.
Sedangkan itu Hyunjin sedang memotong tali ikatannya dengan sebuah pecahan kaca yang baru saja ia temukan secara diam-diam. Setelah talinya terlepas ia segera bangkit dan menyingkirkan Ryujin dari hadapan y/n.
"Akh!" Ryujin memekik kesakitan ketika kulitnya bergesekan dengan lantai yang kasar.
Setelahnya Hyunjin segera memotong tali milik y/n. Akhirnya y/n pun berhasil lepas, ia bangkit lalu berjalan mendekati Ryujin, niatnya ia ingin segera menanyakan perihal Yeji yang masih dinyatakan hilang.
Tapi sebelum y/n berbicara, Ryujin melayangkan pukulan brutal kepadanya. Namun berhasil ditangkis oleh y/n dan dengan sigap Hyunjin menarik tangan Ryujin dan mengikatnya.
Ryujin meronta agar dilepaskan, tetapi tidak digubris oleh Hyunjin dan y/n.
"Sekarang lo diem atau gue kencengin talinya." Ancam y/n.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You
Fanfiction[ Discontinue ] Bercerita tentang seorang lelaki yang berusaha mengejar cinta masa kecilnya setelah bertahun-tahun tak bertemu. [ Itzy (Yeji) & Male reader ] [ Bahasa Indonesia ] A fanfiction by mint-cereal Published on: September 2020
