6

24 6 0
                                    

Is it love?
(yet) not sure..

Jongin duduk santai di sofa ruang TV rumahku, sambil membolak-balikkan tempat DVD ku. Ini baru kelima kalinya (dalam lima bulan perkenalanku dengan Jongin loh), Jongin kerumahku pada Sabtu malam.

"Mau nonton apa sih?" Tanyaku sambil menyuguhkan kopi yang kubuat sendiri karena si bibi ku suruh diam di kamarnya, kkk.

Jongin mengangkat bahu, "belum tahu. Apa ya yang bagus?"

Aku menunjuk beberapa film, 13 Going On 30, Prince & Me, 50 First Dates, Laws Of Attraction

"Film romance semua ya." Jongin tersenyum dengan nada menggodaku.

"So sweet lagi. It's all about finding your soulmate.."

Aku sempat terdiam. Kulihat Jongin nggak bereaksi. Selama ini sebisa mungkin aku menghindari pembicaraan tentang cinta, nggak mau Jongin berpikir aku sangat mengharapkan hubunganku dengannya lebih dari sekedar teman.
Nggak dipungkiri juga kalau aku memang mengharapkan hubunganku dengan Jongin bisa berkembang lebih jauh. I'm starting to like him more.

Secara fisik he's so gorgeous, dan makin lama aku mengenalnya, aku merasa makin terseret dalam kemisteriusannya. Agak berbeda memang dengan kesan awal sewaktu aku pertama kali bertemu dengan Jongin. Tapi justru itu yang membuatku penasaran, ingin tahu seperti apa rasanya kalau aku bisa menempati salah satu ruang di hatinya.

"Apa sih soulmate?"

Ekspresiku saat itu pasti kelihatan sekali berubah panik. "Hm, eh--"

Apa Jongin perlu jawaban ya? Atau pertanyaannya hanya merupakan atas ketidakpercayaannya akan CINTA?

"Itu tuh kaya yang di film-film..." Aku nggak mungkin menanggapi pertanyaan Jongin dengan serius.

Jongin tertawa geli, merubah posisi duduknya. Menyesap kopinya.

"Film apa?" Wajah tegang Jongin mulai mengendur.

"Film romantis kayak yang aku suka tonton.. tentang bagaimana seseorang nemuin pasangan hidupnya.."

"Such as..?"

"Sleepess in Seattle?"

Kening Jongin berkerut,
"oh iya, film itu menurut kamu film tentang apa?"

Sekarang keningku yang berkerut. "Kalau di luar sana ada seseorang yang diciptakan Tuhan buat kita?"

Jongin terbahak tiba-tiba. Aku menatapnya heran.

"Kamu tuh.. polos banget ya." Jongin mengacak rambutku.

"Tapi kan memang begitu. Aku yakin kok Tuhan menciptakan seorang laki-laki buatku. One day I Will meet him and live happily family ever after."

Jongin berhenti tertawa,
"Wow, tadinya aku mau bilang kalau film-film kaya gitu cuma jual mimpi, but you still believe those kind of things ya?"

"Don't you?"

Bilang ya, bilang ya. Harusnya masih ada keyakinan yang tersisa, biarpun sedikit.

"No," jawab Jongin singkat.

Sikapnya menjadi dingin dan menjauh.

Sikapnya menjadi dingin dan menjauh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Funny FeelingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang