Arkana Narendra Gucha, lelaki yang memiliki wajah tampan tetapi selalu memperlihatkan wajah datarnya kepada orang-orang yang tidak dekat dengannya, bersikap dingin, tegas, dan kejam.
Arkana juga ketua geng motor yang bernama VAROS, serta jabatannya...
"Dek bangun, udah jam berapa ini, belum sholat subuh loh kamu, cepetan bangun, mandi, sholat, ntar telat dihukum baru tau rasa, ini kan hari pertama kamu masuk SMA" ujar seorang wanita paruh baya cantik yang sedang membangunkan anak perempuannya, sambil membuka hordeng jendela, wanita paruh baya itu bernama Haya Arinda, mama nya Dira. Ya, orang yang sedang dibangunin Haya adalah Nadira Annisa Wijaya, anak kedua dari pasangan Haya Arinda dan Zulfi Wijaya, dan anak pertamanya adalah Fajar Hema Wijaya, yang usianya beda 2tahun dari Dira.
"Iya maaaa, ini udah bangun kok" jawab Dira yang masih setia memeluk bantal gulingnya dan memejamkan matanya. Dira masih sangat ngantuk karna dia tidur jam 00.45 karena nonton drakor kesukaannya.
Haya menoleh kesumber suara. "Udah bangun tapi masih merem, udah cepetan bangkit! Kalo gak bangun juga, mama sita laptop kamu biar kamu gak bisa nonton drakor lagi!" Ancam Haya sambil berjalan keluar kamar.
Dira yang mendengar celotehan mama nya langsung bangkit dan berlari ke arah kamar mandi, dan... Duk!
"Awshh.... shit!"ringis Dira saat kelingking kakinya terkena kaki meja. Ketahui lah, kelingking kaki kepentok kaki meja tuh rasanya Ah.. mantap.
Setelah 20menit berada didalam kamar mandi, Dira kluar dan menuju ke walk in closet nya untuk mengambil pakaiannya dan memakainya. Setelah memakai seragam sekolah nya, Dira memakai mukena dan melaksanakan sholat subuh.
Walk in closet Dira.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamar Dira
Setelah selesai melaksanakan sholat, Dira membereskan perlengkapan sholatnya lalu berjalan ke meja rias, merapihkan pakaiannya, serta memakai sedikit bedak di wajahnya dan sedikit liptint di bibirnya agar terlihat lebih fresh. Setelah merasa cukup, Dira mengambil tas sekolahnya serta handphone nya, dan langsung keluar kamar lalu turun kebawah untuk melakukan sarapan bersama keluarganya.