Chapter 1

1.5K 210 10
                                    

Kriinggg Kriinggg Kriinggg

Bunyi jam weker terus terdengar dari kamar seorang laki-laki manis yang saat ini masih menjelajah di alam mimpinya.

Dia terbangun sebentar, seolah tuli ia mengabaikan bunyi yang memekakkan telinga itu dan kembali melanjutkan tidurnya, Hingga pintu terbuka dan suara panggilan membangunkannya seketika,

"Sunoo-ya ayo bangun, hari ini hari pertama perkuliahan kau tidak boleh telat" ujar lembut wanita berumur yang masih terlihat cantik itu.

"ehmm iya ibu" gumamnya sembari berusaha bangun dari tidurnya tak lupa mematikan jam weker miliknya di nakas.

wanita itu menghampiri si manis yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya, segera ia mengambil tempat di dekatnya dan duduk di tepi ranjang.

"Sunoo-ya kau tak harus masuk sekarang, kau bisa mengambil kuliah tahun depan jika belum siap"

"ibu aku tak apa, aku tak bisa selamanya berada di rumah terus-" dia mengambil jeda sebentar kemudian memutar badannya dan memeluk sang ibu dari samping.

"lagi pula minggu kemarin saat ospek tak terjadi apa-apa padaku, aku baik-baik saja jadi ibu tak usah khawatir, ya?" sembari mengelus punggung sang ibu menenangkan wanita itu.

Mendengar penuturan sang anak, ibu Sunoo menjadi tak enak hati dan merasa kasihan padanya.

Namun sudah sepatutnya jika seorang ibu memiliki rasa kekhawatiran pada anaknya apalagi terkait masalah yang akan menimpanya entah kapan pun itu. Lantas sang ibu membalas pelukan si manis dan mengangguk di sela pelukan mereka,

"ibu mengerti.... ibu hanya khawatir bagaimana jika tiba-tiba kutukan itu terjadi padamu, nanti kau akan kesulitan menghadapinya" ucapnya.

"ayolah ibu, apa ibu lupa kalau Sunoo juga punya kelebihan selain punya kutukan" celetuk seorang gadis di ambang pintu.

"iya ibu, kak Yeji benar aku pasti bisa menjaga diriku, jadi ibu tak usah khawatir" sambil melepas pelukan mereka, Sunoo segera beranjak untuk mengambil handuk dan pakaian gantinya.

"ibu dan kak Yeji segeralah keluar aku mau mandi" ujar Sunoo sedikit merengek,

"ck iya-iya" setelahnya Yeji keluar dan diikuti sang ibu. Sebelum pergi Ibu Sunoo sempat berpesan untuk segera turun dan sarapan bersama dan di angguki oleh si manis.

.

.

Setelah Sarapan Sunoo segera pergi menuju kampusnya, ia takut terlambat di hari pertamanya.

Saat ini ia berada di halte bus, duduk sambil menunggu bus datang. Sungguh Sunoo sangat rindu suasana seperti ini.

Sebenarnya Sunoo diminta untuk berangkat saja dengan kakaknya, karena ia akan pergi ke klinik pagi ini. Namun permintaan itu di tolak mentah-mentah oleh Sunoo, karena ia ingin berangkat menggunakan Bus.

Cukup saat ospek ia tak bisa melakukan hal yang diinginkan nya karena keluarganya terlalu mengkhawatirkannya takut terjadi apa-apa pada anak bungsu keluarga kim, sekarang saatnya Sunoo melakukan apa yang diinginkannya.

Bagi orang-orang menunggu bus merupakan waktu yang sangat membosankan. Berbeda dengan Sunoo, lelaki manis itu tak henti-hentinya mengayunkan kakinya lucu membuat beberapa orang yang melihatnya gemas. Dan pandangan itu tak luput dari mata Sunoo segera ia menghentikan aktivitasnya setelah melihat orang-orang yang kini melihatnya dengan pandangan yang berbeda apalagi setelah melihat cahaya merah muda samar di sekeliling orang-orang itu.

'bagus Sunoo kini kau membuat mereka jatuh cinta' ucap Sunoo dalam hati.

"SUNOO-YAA"

suara teriakan membuyarkan pikirannya, kini ia melihat laki-laki yang tak kalah manis dari Sunoo berlari menuju ke arahnya. Segera laki-laki itu memeluk Sunoo erat,

The Curse of the Nine Tailed Fox || Sunghoon X SunooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang