Chapter 05

383 55 26
                                        

'memang hanya hal kecil

namun menyalakan lilin harapan

- Blaze -

*****

"Wah, ini rumah atau istana?"

Aku berdecak kagum melihat isi Rumah Ice . Tanaman hias cukup cantik hijau segar menghiasi Rumah besar ditambah beberapa lukisan.

"Mirip Pemandangan alam." Tambah Riri

"Yah, itu selera ibuku. Nah kalian, sini"

Ucap Ice sambil melambaikan tangannya, aku pun menghentikan aktivitasku melihat lihat ruangan lain. Ice meminta pada kami tuk membawa keranjang rajut , berisi kudapan kecil-kecilan dan beberapa botol minuman kaleng.

Lalu ia pergi mengambil sesuatu. Aku membantu membawa beberapa botol minuman kaleng. Tak lama kemudian Ice kembali membawa tikar merah bermotif kotak-kotak yang tergulung.

"Ayo. "

Semua melongo, termasuk diriku. Ice mau piknik? Di jam segini? Di mana?

Riri yang membawa keranjang berisi kudapan menyampir bahu Ice, "mau kemana?"

" ikut aku. "

Kami hanya diam kebingungan dan memilih mengikuti Ice yang kelihatannya menuju ke belakang rumah. Langkah demi langkah, kami berlima menembus hutan, sesekali melewati semak belukar, dan menaiki dahan pohon yang telah rusak.

Tunggu, dia mau mengajak piknik ke hutan?

Pertanyaanku terjawab ketika mataku mulai menangkap hamparan rumput yang lumayan luas, Cahaya matahari menyelip dari rumbai rumbai pohon, menghasilkan banyak siluet indah disana.

Wah benar-benar anak Sultan.

Ice mebentangkan tikar di bawah pohon rindang dan meminta kami menaruh keranjang berisi kudapan serta botol minuman kaleng. Setelah selesai aku menghampiri Arhan.

"Sekarang?" Tanyaku

"Bawa bolanya?"

Aku melempar bola basket ke Arhan. Dengan cepat dia menangkapnya

"iya, Ice menyuruhku membawanya. Mungkin dia ingin memberikan kita tempat tuk berlatih."

"oh. "

"Kau mau ikut?"

Dia terlihat bimbang

"Tunjukkan tanganmu yang keren itu, cepat lepaskan jaket! Waktunya menunjukkan dirimu"

"Kau gila. "

Oke terimakasih untuk sebutannya.

"hei aku tahu kau ingin bermain~"

"hentikan muka sok memelas itu-_-"

"Basket?"

"EKODOK!!"

Aku melatah kaget menatap Haruto yang mendadak di sisiku, dia menahan tawanya.

"Pfft-- kau ingin ikut basket? Yang benar saja, hahaha!!"

Aku dan Arhan hanya menaikkan alis

"kenapa?"

"Hahaha, aku tidak percaya." Haruto masih tergelak.

Aku melotot,

apa-apaan orang ini -_-

"Dimana Ice dan...Riri?" Tanya Arhan.

I'M FIRE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang