VII

18 3 0
                                    

In Memoriam: Kepergian

Ia yang datang
Dan ia yang tiada
Juga mereka yang memisahkan
Nadi dari jantungnya

Sungguh, haruskah ini terjadi?
Ataukah ini hanya keegoisan semata
Dari kita yang menghindari maki?
Mengapa kita harus berpisah?

Memori-memori terus menghantui
Dunia tidak lagi melindungi
Kita kehilangan diri
Apakah cinta itu terlarang bagi kami?

Aku mengunjungi makamnya,
Bakal cinta yang telah dikuburkan dalam-dalam
Di pemakaman hati yang lapang
Bersama hujan, pendamping setia

Baik-baik sajakah kita?
Senyum palsu terus juga terpatri
Ingin mengakhiri perjalanan?
Hidup terlalu manis untuk menjadi pahit

Aku bersyukur atas datangmu
Tetapi ... aku juga bersyukur atas pergimu
Walau aku mendapat kutukan ini
Yang membuatku terus merana dalam hati





Tangerang Selatan,
4 Februari 2021

Potret Masa LaluWhere stories live. Discover now