Setelah menghantar mesej kepada Mingyu, Moonbyul terus memandu menuju ke mall setelah ke klinik sebentar tadi. Bibirnya tidak lepas dari senyuman.
"Tak sabar rasanya nak buat kejutan untuk dia. Hehehe."
Dia terbayang muka Mingyu yang amat gembira bila mengetahui berita itu.
Sebaik sampai di pusat membeli belah itu, dia berjalan-jalan mencuci mata setelah sekian lamanya dia tidak keluar.
"So, cari baju baby. Ok-"
"Nakal eh sekarang."
"Mummy kata kalau ada maksiat, kene halang. Lagi-lagi bila dekat tempat awam."
Suara tu terngiang-ngiang di gegendang telinga Moonbyul. Dia belum seratus peratus yakin itu Mingyu, suaminya.
Namun apa yang dilihat. Cukup mengejutkan dirinya. Mingyu tertawa dengan seorang wanita disampingnya dan seorang gadis kecil didukungannya.
Telefon pintar berjenama Samsung miliknya dicapai dan gambar mereka diambil. Airmatanya sudah mengalir deras.
Niatnya yang ingin mencari baju terbantut. Moodnya hilang begitu saja. Langkah dilajukan menuju keluar pusat membeli belah itu.
'Dia ada perempuan lain belakang aku?'
'Aku tak cukup Bagus untuk dia?'
'Aku tak layak untuk dia?'
'Atau itu cuma mimpi aku?'
Tanpa disedari, Moonbyul sudah ada di tengah-tengah jalan raya. Sebuah kereta meluncur laju.
Tubuh Moonbyul terpelanting sehingga ke seberang jalan. Badannya dilumuri darah.
TBC
©jannaesthetic-

YOU ARE READING
•【Purnama】•
FanfictionJika perpisahan yang terbaik, akanku turutkan semua. Beautiful cover by :- @KOOKIEXCHANYEOL •status : complete 🦋