17. The second surprise

4.1K 264 1
                                        

Raditya Davin

Pagi hari nya gue sengaja langsung pulang jadinya Vio gatau. Dirumah gue bakal istirahat sebentar lalu siap-siap ke rumah Vio lagi. Anin yang bakal mantau semua nya sementara Bella dan Refan yang beli dekorasi kayak pita , balon , dll. Daffa dan Vano yang bakal mantau di ruang tamu kalo-kalo Vio datang.

Dan selesai istirahat gue mandi dan lain-lain. Menurut info Anin semua nya udah siap tinggal nunggu Vio balik sambil mencak-mencak ga jelas.

"Ma , Radit pergi lagi ya," Gue mengecup pipi Mama lalu segera berangkat ke rumah Vio. Sampe disana gue langsung masuk dan cek semua nya.

Bagus. Rapih. Tempat nya dihalaman belakang. Ada meja di tengah-tengah dengan kue ulang tahun warna putih mix biru muda. Balon warna-warni , pita-pita dan makanan lain nya.

"Vio balik!!!" Teriak Daffa.

Gue yang lagi di halaman belakang langsung ambil posisi. Jadi kita semua ngejajar sambil megang balon yang ada tulisan nya. 'Happy Birthday Vio'

Bruk!

"Nyebelin! Semua nya nyebelin!" Teriak Vio toa. Gue yakin Vio pasti marah banget.

"Lo yakin Vio bakal ke sini ?" Tanya Refan yang ada disebelah gue.

"Kalo ga kesini ya tinggal panggil aja," Kata gue santai.

"Itu apaan warna-warni," Gumam Vio keras.

Perlahan munculah Vio. "Happy Birthday Vio!" Teriak kita semua. Gue liat Vio yang kaget banget terlebih saat mata nya ngeliat ke arah gue dan Vano.

"Kalian ?" Lirih nya.

"Orang yang di pinggir gue yang punya ide," Celetuk Refan.

"Ember lo!" Protes gue.

"Biarin," Kata nya cuek.

Lalu gue kembali ke Vio yang masih bengong ga percaya. "Abang balik kapan ?" Tanya nya.

"Balik nya sih udah dari kemarin , sebener nya kemarin malem gue udah disini sama Radit tadi pagi juga sama. Tapi dia yang minta gue jangan nongol dulu," Jelas Vano.

"Berarti yang tadi ngabisin shampo di toilet bawah itu elo ?" Tanya Vio. Vano mengangguk.

"Sini dong Vio disitu mulu ga aus apa," Kata Bella.

"Iya ih ga bosen apa ?" Tambah Anin.

Vio nyengir lalu mulai melangkah ke arah kita semua. "Happy Birthday ya Vio maaf kita ngerjain lo sampe lo ngepost di secret," Kata Anin.

"Lo tau kalo yang ngepost itu gue ?" tanya Vio.

"Iyalah. Cara ngetik lo gue hafal kok," Kata Anin lagi.

"Ngobrol mulu! Tiup lilin nya kapan ?!" Tanya Daffa emosi.

Gue liat Vio terkekeh lalu jalan menuju meja yang diatas nya ada kue ulang tahun nya. Dia mulai make a wish lalu meniup lilin nya dengan dihiasi tepuk tangan dari kita. Dia keliatan bahagia banget.

"Sayang!" Gue menoleh disusul dengan yang lain nya.

"Bunda ? Ayah ?" Vio lari lalu meluk orang tua nya. Di belakang orang tua Vio juga ada Mama.

"Selamat ulang tahun ya sayang , semoga kamu panjang umur," Kata tante Vina.

"Eh ada tante juga," Vio memeluk mama gue.

"Selamat ulang tahun Vio , semoga menjadi lebih baik ya," Kata Mama.

"Amin tante. Makasih ya semua nya," Vio tertawa kecil.

My EverythingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang