Part 5

242 34 30
                                        

"Mengerti?"

Damian minus Mark mengangguk paham sembari mempertahankan sikap istirahat. Jaehyun menekankan pada mereka bahwa mereka mendapatkan resiko yang tinggi jika Yeji bukanlah penembak dalam kasus Ex-Hell.

Awalnya Yeji terkejut karena Jaehyun menyebut namanya dengan penuh penekanan, pasalnya dia belum pernah bertemu dengan seseorang berpangkat Boss nya itu. Pertanyaan terus muncul dalam benaknya, kenapa setiba tiba ini dan kenapa malah dia yang menjadi sniper disaat Mark lebih berbakat darinya.

"Kalau begitu kalian boleh pergi"

Mereka mengambil sikap hormat, kemudian menundukkan tubuh mereka 90° dan pergi. Memang begitu cara anggota MadLiver untuk menghormati atasannya.

"Dengar? Gua harap lo gak melakukan kesalahan lagi" ujar Changbin melirik Yeji, mereka sedang berjalan ke parkiran untuk memasuki mobil.

"Gue bingung harus senang atau takut, disatu sisi senang karena bisa merebut posisi Mark, disatu sisi lagi takut melakukan kesalahan karena di berikan kepercayaan" seru Yeji menatap arah jalan, terlihat gusar tapi berusaha untuk percaya diri.

"Tenang aja, lagian kita jarang berhadapan dengan Ex-Hell, lo bisa mempersiapkan diri kalau tugas itu datang ke kita" sahut Yeonjun.

"Lo pada bisa tenang, gua engga" ucap Changbin.

Yeji menyengir "Tenang bin, gue gak bakal ngecewain lo lagi" serunya.

Kemudian Yeonjun menyenggol pinggang Changbin dan merangkulnya "Eyy, ketua jangan berkerut terus, ntar cepet tua"

Changbin terlihat risih dan menepis lengan Yeonjun yang berada di bahunya "Gua gak mau diem mulu kayak Hyunjin" ujarnya tanpa disahuti oleh Hyunjin.

Mengundang tawa tipis dari yang lainnya sembari melirik Hyunjin.

↶*ೃ✧˚. ❃ ↷ ˊ-

Darah bercucuran dimana mana, namun tidak dihiraukan oleh beberapa orang disana. Bahkan wajah dan bajunya telah dilumuri oleh darah. Bukannya takut, ia lebih terlihat puas dan bergairah.

Minho memasukkan tangannya ke dalam belahan orang yang telah mati. Ia menjelajahi tangannya dan mengeluarkan salah satu organ tubuh yang berasal dari tubuh pria itu. Tubuh dari seseorang yang berhasil di lenyapkan oleh dirinya sendiri.

Minho mendelikkan matanya dan tertawa seraya menatap kedua buah ginjal yang berhasil ia dapatkan dengan tangan kosongnya.

Beberapa bawahannya hanya bersikap siaga tanpa berani mengarahkan arah matanya pada atasan mereka, yakni Minho yang tengah tertawa layaknya psiko. Dia hanya tertawa, tapi tawanya terdengar sangat mengerikan, tawa yang sering mereka dengar setiap kali mereka berhasil merenggut nyawa orang.

"Harga diri nya sudah mahal, dan kita bisa mendapatkan lebih banyak uang dari tubuhnya" ucapnya, seraya menarik usus 12 jari lagi dari dalam tubuh pria itu.

↶*ೃ✧˚. ❃ ↷ ˊ-

"Seseorang ditemukan mati mengenaskan di kawasan Incheon, diduga ia merupakan korban mutilasi karena ditemukan dengan keadaan organ tubuh yang kosong"

Malam ini, tepatnya malam dimana Mark sudah bisa keluar dari rumah sakit. Changbin, Yeonjun, dan Hyunjin tidak ikut menjemput Mark karena mereka memilih untuk menjalankan tugas dan membiarkan Yeji yang menjemput. Awalnya Yeji menolak karena ingin ikut berjualan, tapi perintah Changbin mutlak, tak bisa dibantah dan tak bisa di lawan.

Sekarang Yeji sedang duduk di bangsal Mark sembari menunggu Mark yang masih menggunakan pakaiannya di dalam toilet. Seraya menunggu, Yeji menonton berita terkini yang kebetulan muncul di notifikasi handphonenya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 16, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Ex is My EnemyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang