•
•
•
•
•
♡♡♡
Seorang anak laki-laki berumur 10 tahun menatap penuh binar ke arah sepasang suami istri yang kini tengah berdebat untuk menentukan lokasi liburan mereka.
"Bun, Yah kita ke puncak aja yuk! " ajak laki-laki tersebut.
Sepasang suami istri itu menoleh ke arah anak nya "Liam mau ke puncak? " tanya wanita cantik sembari mengusap surai anak nya.
"Iya Bunda Liam mau ke puncak " seru Liam semangat.
"Oke liburan kali ini kita bakal ke puncak " putus laki-laki paruhbaya.
"Oke Yah, Liam siap-siap dulu "
Liam berlari menaikki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Sedangkan kedua orang tuanya hanya menggeleng maklum melihat semangat anak nya yang membara.
"Mas aku gemes deh sama Liam jadi pengen nerkam" ucap Vanya ibu dari Liam.
"Etss nggak boleh! Mendingan kita karungin aja " usul Abhi ayah dari Liam.
"Iya mas kita karungin aja biar Liam nggak kabur " ucap Vanya menyutujui.
"Bunda ayah ayo! Liam udah siap " Dengan semangat Liam menarik tangan Vanya dan Abhi menuju mobil yang terparkir di garasi.
Setelah semua masuk ke dalam mobil, mereka pun melaju meninggalkan pekarangan rumah mewah.
Kini mobil tersebut telah sampai di depan sebuah villa yang sudah Abhi sewa sebelumnya. Liam membuka pintu mobil dan berlari meninggalkan Kedua Orang tua nya yang masih di dalam mobil.
"Wahh Villa nya bagus " gumam Liam sembari tersenyum.
"Bunda Liam mau jalan-jalan dulu!! " teriak Liam kepada kedua orang tuanya.
"Hati-hati Liam!! " seru Vanya.
"Oke Bunda "
Liam berjalan menyusuri Villa, terus berjalan hingga dirinya sampai di sebuah danau yang memancarkan warna biru karena bayangan yang tercipta dari langit. Liam bergumam kecil entah apa yang Ia katakan.
Tangan kecil nya mengambil sebuah kerikil, kemudian mengarahkan kerikil tersebut ke samping telinga. Satu mata nya tertutup memperkirakan sampai sejauh apa kerikil yang Ia lempar. Dengan kekuatan penuh, Liam melempar batu tersebut. Namun sasaran nya bukan danau tetapi ke arah sesuatu yang menimbulkan suara nyaring.
"Aduh.. Batu nya kok meleset perasaan tangan nya udah lurus " lirih Liam menatap takut ke arah suara yang Ia hasilkan.
Dengan rasa penasaran, Liam berjalan ke arah dimana sasaran batu tadi. Liam menyibakkan daun-daun yang menghalangi langkah nya. Sudah beberapa kali sarang laba-laba menerpa wajah tampan nya namun tidak menyurutkan rasa penasaran Liam, entah apa yang ada di sana yang jelas Liam merasa Ia akan mendapat kejutan besar. Mungkin mayat?
"Ish laba-laba nya nggak ada akhlak bikin sarang disini, harus nya di atas pohon biar tinggi! " gerutu Liam yang lagi-lagi mendapati sarang laba-laba di hadapan nya, beruntung Dia sempat menghentikan langkahnya.
Dengan perasaan kesal Liam menyibak sarang laba-laba tersebut menggunakan tangan nya. Setelah itu Ia melanjutkan langkahnya dan...
Liam menyernyit bingung menatap tembok yang menjulang di hadapan nya, Ia mencari keberadaan batu yang tadi sempat Ia lempar hingga sampai menimbulkan suara yang nyaring. Pandangan nya jatuh ke arah sebuah seng yang tak jauh dari hadapan nya.
Oh, I'm in pieces. It's tearing me up but I know
A heart that's broke is a heart that's been loved
Nyanyian merdu yang mengalun di telinganya membuat Liam semakin penasaran, suara itu terdengar seperti dari balik seng. Liam menghampiri seng itu lalu menatapnya lekat, Lagi-lagi suara merdu itu mengalun di telinganya nya. Liam menempelkan telinganya ke permukaan seng dan suara itu semakin jelas terdengar.
Dengan sekuat tenaga Liam mendorong seng tersebut, hingga seng tersebut jatuh menimpa tanah, untung saja Liam segera menyingkir sehingga seng tersebut tidak menimpa kaki nya.
Liam mengalihkan pandangan ke arah tembok yang tadinya di tempati seng, ternyata sebuah jendela. Ia mengintip jendela tersebut mengedarkan pandangan nya ke arah seluruh ruangan yang tampak rapi namun gelap. Pandangan nya jatuh ke arah seorang gadis dengan pakaian putih lusuh dan rambut tergerai. Tiba-tiba Liam teringat dengan salah satu Film horor yang pernah Ia tonton. Ia bergidig ngeri membayangkan gadis di hadapan nya adalah sosok hantu yang pernah Ia lihat pada film nya.
Gadis itu terlihat memalingkan wajah guna menetralisir cahaya yang tiba-tiba masuk di ruangan gelap gulita nya. Liam yang sudah penasaran tingkat akut pun mengetuk jendela tersebut pelan.
Gadis itu menengok ke arah jendela yang kini memancarkan sinar matahari dan mata nya dengan jelas menangkap seorang laki-laki yang tengah menatapnya insten.
Liam? Dia terpaku menatap gadis di dalam ruangan tersebut, sangat.... Cantik. Terutama bola mata nya yang hitam pekat sepekat langit malam seakan membawa Liam terjun ke dalam lautan hitam namun penuh kenyamanan. Wajah mungil dengan hidung bak perosotan anak tk, jangan lupakan mata nya yang sedikit bulat. Uh.. Sangat menggemaskan.
Namun satu yang kurang, yaitu senyuman. Gadis itu tidak menampakkan senyuman nya sama sekali, entah kenapa hati Liam tergoyah dan ingin melihat senyuman di wajah cantik gadis tersebut. Mungkin akan terlihat semakin cantik, pikir Liam.
Gadis itu perlahan berjalan menghampiri nya, jantung Liam sudah menggila di dalam. Sepertinya Ia gugup, apalagi gadis itu hanya diam menatap polos ke arah nya.
Liam memiringkan kepalanya menikmati wajah gadis tersebut. Gadis itu masih terdiam dengan wajah polosnya, hingga...
"Kamu Siapa?" Suara gadis itu mengalun indah di pendengaran Liam.
" Kamu kenapa disini?" Suara itu kembali terdengar, namun liam masih tetap diam menatap dalam ke arah gadis itu.
Melihat laki-laki di hadapan nya masih tetap diam, Gadis itu pun kembali berbicara " Kamu kok nggak jawab aku?" Tanya gadis itu.
" Aku Liam " Akhirnya hanya itu saja yang mampu Ia katakan.
"Kamu ngapain disini?" Tanya gadis itu.
"Aku jalan-jalan sama Ayah sama Bunda ke Villa tapi aku ketemu kamu disini" jelas Liam.
"Hah? Villa? Apa itu Villa? " tanya gadis itu polos.ah sungguh menggemaskan sekali gadis di hadapan nya.
"Villa itu tempat untuk liburan " jawab Liam.
Gadis di hadapan nya menganggukkan kepala nya mengerti. Tak lama Ia memelototkan mata nya panik ia baru ingat bahwa tempat ini tidak aman " kamu sebaiknya pergi dari sini? " titah gadis itu.
"Kenapa?
"It_"
"103!!Lesya!!!"
Gadis itu memalingkan wajahnya ke arah wanita paruh baya yang kini tengah menatapnya garang.
"Kamu harus cepat pergi dari sini!" Ucap gadis di hadapan nya panik.
" Nama kamu Lesya?" Tanya Liam.
"Pergi!" Ucap gadis itu semakin panik.
" Baiklah sampai jumpa....Lesya!" Ucap Liam dengan senyum manisnya.
'Lesya' gumam Liam dengan sudut bibir yang terangkat. Smirk..
Liam memundurkan langkahnya kemudian kembali berjalan santai menuju Villa. Di setiap langkah Liam terus menggumamkan kata 'Lesya' seakan Kata tersebut akan hilang jika tidak ia katakan.
"Lesya hanya untuk Liam " ucap Liam lantang kemudian menampilkan kembali smirk nya.
Entahlah sejak bertemu gadis tadi Liam merasakan perasaan tak rela saat akan meninggalkan gadis itu. Terlebih dengan wajah cantik yang masih terbayang-bayang di dalam pikiran nya.
Lesya, gadis tersebut mengubah dunia seorang AIDEN WILLIAM ABHIVANDYA menjadi lebih bermakna.
Sampai kapan pun Liam tidak akan melupakan Lesya. Karena Lesya sudah di takdirkan hanya untuk Liam, sampai kapanpun SELAMANYA!!
Vote yah! Maksa nih ; ]
Terimakasih♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Dreamsy [On Going]
RomanceLiam? Dia terpaku menatap gadis di dalam ruangan tersebut, sangat.... Cantik. Terutama bola mata nya yang hitam pekat sepekat langit malam seakan membawa Liam terjun ke dalam lautan hitam namun penuh kenyamanan. Wajah mungil dengan hidung bak peroso...
![Dreamsy [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/260975063-64-k841750.jpg)