Selamat Membaca :)
●
○
●
Terpaan angin menyapu lembut wajah Lesya yang saat ini sedang berjalan pulang menuju rumahnya. Matanya yang hitam terlihat jernih menatap lurus ke arah jalan yang Ia lalui.
Langkah nya terlihat ringan dan berirama, sebelum semuanya berubah tatkala sebuah motor besar berwarna hitam berhenti tepat di hadapannya.
Lesya menghentikan langkahnya. Tatapannya lurus ke arah laki-laki yang kini duduk santai di motor hitamnya sembari memandang ke arah Lesya di balik helm full face nya. Ia tersenyum smirk, kemudian turun dari motornya dan melangkah mendekati Lesya yang masih terdiam.
Ia berdiri di hadapan Lesya dan memandang lekat wajah cantik milih gadis itu. Mata keduanya beradu, dan saling menyelami satu sama lain.
'Cantik, mata yang cantik'
"Siapa?" Suara Lesya memecah keheningan yang terjadi beberapa detik diantara mereka.
Suara kekehan merdu terdengar dari laki-laki itu, Dia membuka helm nya dan mengacak rambut hitamnya.
Kini terlihat jelas wajah laki-laki itu. Bola mata berwarna coklat yang terlihat bersinar jika terkena matahari, alis rapi serta hidung yang mancung, tak lupa bibir yang masih menampilkan senyum smirk yang malah menambah ketampanan laki-laki itu. Lesya ingat, dia adalah orang yang sama yang tadi menatapnya di kantin. Max orang itu adalah Max.
Lesya hanya diam memandang ke arah Max menunggu ia bicara.
"Pulang bereng gue!" Ucap Max, nada bicaranya terdengar memerintah.
Lesya menaikkan alis nya sebelah "Gue nggak kenal sama Lo!" Jawab Lesya kemudian melangkah kembali, mencoba melewati Max.
Namun sebelah tangannya di pegang erat oleh Max. Pegangannya cukup kuat sehingga mungkin saja bisa menimbulkan kemerahan di tangan Lesya.
Lesya mencoba melepaskan tanganya, namun tenaganya jauh berbeda dengan Max. Dengan wajah kesal Lesya berkata "Apa sih mau Lo?"
Max memandang Lesya dengan santai sangat jauh terbalik dengan raut wajah gadis itu.
"Gue mau Lo pulang bareng Gue!" Max menekankan setiap katanya seolah menegaskan bahwa kata-katanya itu mutlak dan tidak untuk di tolak.
"Gue nggak mau!"
Mendengar penolakan gadis di hadapannya tidak membuat Max melepaskan tangan Lesya. Justru ia malah menariknya dan berusaha membawa Lesya ke arah motornya.
Lesya memberontak " Lo siapa si? Gue bahkan nggak kenal sama Lo!!"
Max menghentikan langkahnya kemudian berbalik ke arah Lesya.
"Max, panggil gue Max."
Melihat Lesya hanya diam saja, Max kembali menarik tangan gadis itu.
"Udah kenalkan, cepet naik motornya!" Ucap Max.
Gadis itu tidak tinggal diam, dengan sekuat tenaga Lesya menghempaskan pegangan tangan Max, lalu menginjak kaki Max kuat seraya berucap "Dalam mimpi lo!!"
"Aws sialan!" Umpat Max refleks membungkuk memegangi kakinya yang di injak oleh Lesya.
Lesya memandang Max sembari tersenyum puas.
"Rasain!"
Setelah itu Lesya melangkah meninggalkan Max yang masih meringis memegangi kaki nya yang berdenyut.
Max memandang ke arah punggung Lesya yang menjauh, tubuhnya kembali tegak seolah rasa sakit di kakinya tadi hanyalah sebuah sandirawa.
"Menarik, benar-benar menarik. Kayaknya permainan ini akan lebih seru. " Max tertawa keras dan kembali melajukan motornya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dreamsy [On Going]
RomanceLiam? Dia terpaku menatap gadis di dalam ruangan tersebut, sangat.... Cantik. Terutama bola mata nya yang hitam pekat sepekat langit malam seakan membawa Liam terjun ke dalam lautan hitam namun penuh kenyamanan. Wajah mungil dengan hidung bak peroso...
![Dreamsy [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/260975063-64-k841750.jpg)