|4| Si Pembuat Onar

7 1 0
                                        

Selamat membaca:)



Pemandangan indah di setiap koridor membuat semua orang merasa nyaman bersekolah di sini. Oleh sebab itu sekolah ini menjadi salah satu sekolah terfavorit di Indonesia.

Bukan hanya itu, setiap kali diadakannya olimpiade sekolah ini selalu menjadi pemegang mendali emas. Tentu saja karena bukan sembarang orang yang bersekolah disini. Jika bukan karena prestasi biasanya siswa- siswi disini menggunakan kekuasaan orang tua agar bisa memasuki sekolah elit ini, sehingga tak jarang kasus pembullyan kerap terjadi dikarenakan si kaya merasa paling berkuasa.

Padahal harta kekayaan yang mereka miliki bukanlah milik mereka, melainkan milik kedua orang tua mereka. Si kaya terkadang sering meremehkan si pintar yang berhasil masuk ke sekolah ini karena beasiswa. Padahal jika dilihat dari kemampuan si pintar jauh lebih unggul dari si kaya. Tetapi karena tidak mempunyai kekuasaan si pintar hanya bisa mengandalkan tekad dan mental kuat untuk bersekolah di sekolah favorit ini.

Meskipun kasus pembullyan kerap terjadi di sekolah ini, tetapi entah kenapa orang- orang tidak tahu perihal hal tersebut. Tentu saja karena bagi kepala sekolah reputasi sekolah lebih utama dari apapun, sehingga tidak ada yang berani membocorkan perihal hal tersebut keluar sekolah. Benar- benar memuakkan.

Lesya berjalan di koridor sekolah yang lumayan sepi karena bel masuk sebentar lagi berbunyi. Matanya bekeliaran menatap suasana koridor yang begitu tertata rapi, dan bersih. Saking bersihnya bahkan lantai terlihat sangat berkilat.

Terlihat seorang gadis berlari sambil sesekali menengok ke belakang. Sepertinya kejadian tapi pagi akan kembali terulang.

"Minggirr!!"

"Aaa"

Bruk

Yah, sesuai dugaan kejadian tadi pagi benar-benar terjadi. Entah karena Lesya yang sial hari ini atau karena gadis itu yang memang ceroboh tiap melewati koridor.

"Aish Lo bisakan nyingkir gue bi--LO!! " belum sempat gadis itu selesai menggerutu Ia dibuat terkejut melihat ternyata orang yang hampir ia tabrak adalah gadis yang sama saat tadi pagi.

" Hah..sepertinya gue emang selalu sial kalau ketemu sama lo!" Ia bangkit dan kembali marah-marah terhadap Lesya.

Lesya hanya diam tanpa berniat untuk menjawab. Gadis itu terus berceloteh dengan kata-kata yang cepat. Membuat siapapun yang mendengarnya merasa pening, yah kecuali Lesya karena ia memilih bodo amat dari pada mendengar ocehan gadis dihadapannya.

" Lo dengerin gue nggak sih?" tanya gadis itu karena kesal ucapannya tidak ditanggapi.

"Udah?" tanya Lesya. Kenapa ia kembali bertemu dengan gadis dihadapannya. Dia terlalu berisik.

Gadis itu membuka mulutnya syok mendengar jawaban Lesya. "Gila yah lo! Pokoknya lo harus tanggung jawab! Kalau sampai gue ketangkep sama pak botak lo harus gantiin hukuman gue!!" ucap gadis itu.

Lesya menaikkan alisnya sebelah " itu bukan urusan gue " jawabnya kemudian.

"REBECCA WEASLEY KESINI KAMU!!!" Baru saja gadis itu ingin menjawab, teriakan menggelegar dari seorang laki-laki paruh baya memanggil namanya membuat ia urung mengeluarkan protesannya.

Ia ngrusak-grusuk panik, dengan segera ia berlari melewati Lesya.

Saat melewati Lesya ia berkata "Lo harus tanggung jawab pokoknya!" itulah kata terakhir yang Lesya dengar dari gadis yang diketahui bernama Rebecca tersebut.

Lesya mengangkat bahu nya acuh, tak lama datanglah guru paruh baya yang memanggil nama gadis tadi ke hadapan Lesya.

Dengan napas yang tidak beraturan bertanya kepada Lesya. "Anak tadi....lari...kemana hah? " ucap nya tersenggal-sengggal.

Dreamsy [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang